728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 19 Januari 2018

    Saya anggap orang ini mungkin stres, atau sedang dalam masalah besar hingga depresi sehingga keceplosan berkata-kata tanpa dipikir. Bisa jadi orang ini juga sangat membenci presiden sehingga sangat berani menebar ancaman kepada Jokowi seolah dia adalah superhero penyelamat dunia. Bisa jadi orang ini mungkin bodoh tak tahu kalau cuitannya bisa viral dan menjadi perbincangan.

    Kita lihat, kebanyakan orang hanya berani nyinyir kepada Jokowi terkait kebijakan, cara memerintah dan lainnya. Protes, cibiran dan hinaan kepada presiden sudah sering kita lihat di sosial media. Bahkan sudah banyak yang terciduk, beberapa di antaranya sampai menyesal, minta maaf bahkan menangis mewek kayak cewek.

    Tapi orang ini luar biasa, maksudnya luar biasa tidak waras. Media sosial beberapa waktu lalu dikejutkan dengan cuitan seseorang yang berakun Twitter @AchmadBassrofi. Cuitannya berisi ancaman kepada Presiden. Tidak tanggung-tanggung ancaman tersebut adalah berupa pembunuhan. Padahal sebelumnya dia sudah diperingatkan agar tidak mengicaukan hal yang menyudutkan bahkan cenderung menghina seorang kepala negara.

    Begini isi kicauannya...

    "menembak mati jokowi sampai darah keturunannya memakai mandat utama patriot kepahlawanan para pahlawan & para pejuang bangsa dan negara kesatuan republik indonesia (indonesia). Sah dan muntlak menjadi pahlawan tunggal negara kesatuan republik indonesia (indonesia)!!"

    Saya sudah baca berkali-kali tapi tidak paham dengan isi tulisannya. Makanya saya pikir ini orang entah kenapa. Apakah stres atau apa saya pun tidak paham. Tapi jujur, cuitan ini sudah meresahkan. Baru kali ini saya lihat orang terang-terangan mengatakan seperti itu. Memang itu dilakukan di dunia maya, tapi apakah orang tersebut sama jagonya di dunia nyata masih belum terbukti. Masih perlu dibuktikan ketika orangnya terciduk.

    Berani mengatakan seperti itu, berarti harus berani bertanggung jawab. Menangis mewek klepek-klepek tidak termasuk. Menyesal juga tak termasuk. Harusnya gentlemen dan tidak kabur saat dikejar. Logika berpikirnya pun saya pertanyakan. Masa dia tak tahu kalau cuitannya bisa viral dan dibaca jutaan orang dan menimbulkan kerusuhan dan kehebohan. Mungkin dia pikir sama seperti menulis buku diary, dan merasa bangga. Situ waras?

    Terlepas iseng, pura-pura bodoh atau serius, ini sudah termasuk ancaman apalagi ditujukan kepada kepala negara. Ini bukan perkara main-main. Sekarang kabarnya pihak berwajib sudah pun turun tangan, dan berhasil melacak keberadaan pelaku. Tidak jauh dari Solo. Berarti sebentar lagi orang ini terciduk.

    Tunggu apalagi, segera beri pelajaran agar ke depan tidak ada orang seenak jidat menghina kepala negara apalagi mengancam akan bunuh segala. Memangnya presiden itu apaan, main ancam-ancam segala? Kritik dan protes masih wajar kalau sesuai substansi. Nyinyir pun kadang dimaklumi, karena Indonesia banyak sekali orang model begini, apalagi partai sebelah. Nyinyirnya gak ketulungan. Kita maklumi, namanya sudah karakter. Anggap saja masuk kuping kiri keluar lubang hidung sebelah kanan. Gitu aja kok.

    Tapi ancam presiden? Ini tak bisa dibiarkan. Sudah melewati ambang batas mengeluarkan unek-unek. Saya pikir orang ini tidak pernah diajari bertutur kata yang benar. Kata-katanya sadis begitu. Saya juga bertanya-tanya apakah orang ini cukup jantan menghadapi situasi saat tertangkap nanti.

    Saya sering katakan ini berulang kali, kalau mau hina kepala negara, jangan di sini. Jangan cuma jago kandang, kayak katak dalam tempurung, merasa paling hebat di dunia padahal dunianya paling hanya selebar daun kelor. Coba jalan-jalan ke Thailand. Pas di sana coba hina kepala negara dan raja di sana. Saya mau lihat apa yang terjadi. Paling beruntung sih cuma gol masuk penjara. Paling sial sih ya mohon maaf, palingan bonyok digebuki warga setempat.

    Kita di sini sudah kebablasan, dikasih hati minta jantung, sudah dikasih jantung malah minta usus, bagus sekalian digebuki aja biar tahu rasa. Diberi pelajaran biar orang lain berpikir berkali-kali sebelum melakukan hal yang sama. Kalau dibiarkan, takutnya nanti banyak orang tak waras sumbu pendek generasi micin otak lelet yang sok-sokan mengancam kepala negara. Ini tak boleh dibiarkan. Ini harus dihentikan dengan cara memberi ketegasan. Kalau tidak salah sih sudah ada satu penghina kepala negara yang divinis penjara 1,5 tahun, seorang siswa SMK.

    Bagaimana menurut Anda?




    Penulis : Xhardy      Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top