728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 19 Januari 2018

    Ketika Nyali La Nyalla Tak Lagi Menyala


        "Saya akan tuntut secara hukum (menuntut Prabowo secara hukum)"

        ~La Nyalla Mahmud Mattalitti~ [dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018]

    Entah gara-gara apa, nyali La Nyalla tiba-tiba ciut, tak lagi menyalak apalagi bersikap galak. Beberapa hari lalu lantang berteriak soal mahar, hingga mau menuntut Prabowo secara hukum, eh sekarang berkata begini:

    "Tidak pernah pula saya mengatakan bahwa Prabowo meminta uang mahar," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu, 17 Januari 2018. Senada dengan itu, La Nyalla juga membantah kalau pernah mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memalaknya. Menurut dia, kalimat itu merupakan bahasa media.

    Sebagai pendukung Tim Nasional jelas kecewa dengan nyali La Nyalla, mantan Ketua Umum PSSI ini. Pasalnya nyalinya tak lagi menyala. Untungnya, keciutan nyali La Nyalla hingga redup nyalanya ini tetap menarik untuk ditelisik. Apa gerangan yang menyebabkannya? Mungkinkah gara-gara dipanggil Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Timur?

    Seperti diberitakan laman Tempo.co, Bawaslu Jatim kembali memanggil mantan Kepala Kamar Dagang Industri Jawa Timur La Nyalla Mahmud Matalitti, Rabu, 17 Januari 2018 terkait dugaan mahar politik Pilkada 2018. Pemanggilan kembali ini dilakukan karena sebelumnya La Nyalla tak memenuhi panggilan pertama Bawaslu Jatim.

    Entah apa yang ada di kepala La Nyalla hingga tak memenuhi panggilan tersebut. Mungkinkah dia mulai ketakutan dengan pasukan berkuda dari Hambalang? Apakah Alumni 212 yang selalu menemaninya mulai meninggalkannya?

    Sejatinya untuk menarik simpati Alumni 212 telah ditemukan cara baru berkat kesalehan Ustad Bachtiar Nasir dalam meminum air seni unta (asu). La Nyalla tidak perlu lagi menyediakan nasi bungkus secara rutin, karena air seni unta (asu) sasetan kiranya sudah cukup untuk menjaga kebugaran dan stamina dukungan para alumni.

    Namun, kalau keciutan nyali itu karena takut dengan pasukan kuda Hambalang, pasti bisa dimaklumi. Sekalipun, dalam kasus ini La Nyalla sebenarnya bisa pasang kuda-kuda. Caranya dengan tidak perlu mangkir dari panggilan Bawaslu. Tujuan Bawaslu hanya akan mengklarifikasi pernyataan La Nyalla Mattalitti terkait permintaan sejumlah uang oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk pencalonannya sebagai gubernur Jawa Timur dalam Pilkada 2018.

    Dengan kehadiran La Nyalla yang memenuhi panggilan, Bawaslu berharap agar kasus dugaan mahar politik ini segera terbongkar.

    “Kami sangat butuh kehadiran beliau agar kami bisa memanggil para pihak yang terlibat,” kata Fritz Edward Siregar anggota Divisi Hukum Bawaslu RI di Kantor Bawaslu RI, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Januari 2018.

    Sayang, api pemberani La Nyalla tak lagi menyala. Begitu mudahnya padam ketika Bawaslu memanggil. Apakah ini pertanda La Nyalla Mattalitti hendak mengikuti jejak Sang Imam Besar untuk hijrah ke Negeri unta? Kalau sudah ada niat untuk hijrah, La Nyalla kiranya sadar. Karena nantinya, jika La Nyalla ternyata tak dapat memberikan klarifikasi, Bawaslu justru akan menginvestigasi kasus ini. Investigasi tetap bisa dilakukan bila La Nyalla benar-benar tidak bisa memberi keterangan. Menariknya lagi, Bawaslu tak memberikan batasan waktu dalam pemanggilan terhadap La Nyalla.

    “Tidak ada batasan, kami akan terus memanggil. Tapi, kalau seandainya beliau tidak memungkinkan (memberi keterangan), kami akan menggunakan kewenangan untuk investigasi untuk melihat apakah bukti-bukti (mahar politik) itu ada atau tidak,” ucap Fritz menjelaskan.

    Sebagaimana diberitakan laman tempo.co, La Nyalla sebelumnya tidak memenuhi panggilan Bawaslu pada Senin, 15 Januari 2018. Undangan kepadanya tertuang dalam surat bernomor: 011/K.JI/PM.01.01/1/2018 tertanggal 12 Januari 2018 yang ditandatangani Ketua Bawaslu Jawa Timur Muhammad Amin. Surat undangan diterima asisten La Nyalla di kediamannya, Sabtu, 13 Januari 2018.

    La Nyalla sebelumnya mengaku dimintai uang Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. La Nyalla menuduh Gerindra membatalkan dukungan lantaran dirinya tidak membayar mahar pencalonan.

    Seiring tidak jelasnya program air seni unta (asu) sebagai air kencing kesehatan, La Nyalla kemudian meralat ucapannya. Dia pun makin rajin untuk mengatakan kalau Prabowo tidak meminta uang mahar. Ah, La Nyalla, mengapa nyalimu tak lagi menyala?



    Penulis : Zétiy@di       Sumber  : Seword .com
    Next
    This is the most recent post.
    Posting Lama
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ketika Nyali La Nyalla Tak Lagi Menyala Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top