728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 12 Januari 2018

    Dulu Teman Seperjuangan, Sekarang Alumni 212 Dikecewakan oleh Gerindra, PKS dan PAN

    Ada hal yang menarik terjadi di Indonesi, dan itu tidak ada di negara lain. Baik di negara Amerika Serikat yang sudah berpengalaman berdemokrasi sekalipun.

    Apa hal yang menarik tersebut? Di Indonesia ada yang namanya alumni 212.

    Alumni 212 bukan kumpulan penggemar aksi laga Wiro Sableng yang trend di era 90an dulu, melainkan sebutan bagi bekas orang-orang yang menggelar aksi pada 2 Desember 2016 yang lalu, di Monas.

    Tujuan dari aksi besar-besaran tersebut, yaitu untuk menuntut agar Ahok segera dipenjarakan karena diduga telah menista agama.

    Perlu diketahui, alumni 212 juga pendukung pasangan Anies-Sandi sebagai Cagub-Cawagub di Pilgub DKI Jakara beberapa waktu yang lalu. Jadi jelas, Alumni 212 adalah gerakan politik yang berbungkus agama.

    Nah, sebagaimana lazimnya, yang disebut alumni adalah lulusan perguruan tinggi atau sekolah. Tapi ini, lulusan para pendemo. Ada ijazahnya gak ya? Hehehe

    Sebenarnya tujuan aksi pada bulan Desember 2016 yang lalu sudah tercapai. Apa yang mereka tuntut telah terpenuhi semua. Mereka ingin Ahok dipenjara, Ahok telah mendekam di Mako Brimob. Mereka ingin Anies-Sandi menang, Anies telah menjadi gubernur DKI Jakarta.

    Seyogyanya pendemo, jika tuntutannya telah terpenuhi maka tidak ada lagi yang namanya aksi susulan atau reunian. Akan tetapi alumni 212 ini masih kerab melakukan aksi dengan tujuan yang berbeda.

    Misalnya, mereka pernah menggelar Aksi Bela Ulama dalam rangka menentang kriminalisasi terhadap ulama versi mereka, pada 9 Juni 2017 yang lalu. Kemudian kelompok ini juga menentang pembubaran ormas anti Pancasila, HTI.

    Ada kejadian lucu yaitu saat alumni 212 membela Hary Tanoesoedibjo, yang notabene non muslin dan Tionghoa. Saat itu HT tersandung masalah hukum. Alumni 212 menyatakan membela HT merupakan wujud dari balasan dari tindakan HT yang telah membantu kegiatan mereka. Hahaha.

    Aksi bela HT ini kemudian menuai kecaman dari Rizieq di Arab. Sebagaimana kita ketahui bahwa, orang yang paling menonjol di alumni 212 adalah Rizieq Shihab, ketu FPI. Rizieq lah yang paling kencang orasinya meneriakkan berbagai macam tuntutan dengan cara yang terkesan memaksakan kehendak.

    Saat ini Rizieq sedang kabur ke Arab karena tersandung kasus chat mesum bersama Firza Husein. Jadilah alumni 212 mendapat teguran dari Bang Toyib…. Eeeh, salah dari imam besar. Hehehe.

    Saat Pilgub DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu alumni 212 terlihat sangat dekat dengan beberapa parpol diantaranya PKS, Gerindra dan PAN. Mereke bekerja sama bahu-membahui memenangkan Anies-Sandi dengan berbagai macam cara.

    Akan tetapi seiring berjalannya waktu, setelah Anies menang, perlahan tapi pasti hubungan ini mulai renggang.

    Pertama terjadi pada November 2017 yang lalu. Saat itu Alumni 212 menggelar peringatan aksi 411 di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan. Sebelumnya mereka telah mengundang Anies, untuk menghadiri acara tersebut. Akan tetapi Gubernur DKI Jakarta, yang diundang, tidak hadir. Jadilah mereka kecewa dengan sikap Anies yang tidak memenuhi undangan.

    Bahkan Eggi sudjana yang merupakan Penasehat Presidium Alumni 212 menyindir Anies dengan sebutan 'seperti kacang lupa pada kulitnya'.

    Baru-baru ini alumni 212 kembali menyampaikan kekecewaannya, yaitu kepada sahabat dekatnya sendiri Gerindra, PAN dan PKS. Karena, ketiga partai tersebut tidak mendengar aspirasi umat di daerah dalam Pilkada 2018.

    Sebelumnya Alumni 212 mengajukan lima nama di lima daerah untuk diusung dalam Pilkada 2018, namun tidak ada yang mendapat persetujuan. Dan salah seorang diantaranya adalah La Nyalla.

    "Kami prihatin kepada pimpinan partai, kami ajukan nama kader-kader 212, dari 171 Pilkada, kami minta lima saja, agar diberi jalur khusus," tutur Al Khaththath di restoran Mbok Berek, Tebet, Jaksel, (11/1/2018).

    Padahal menurut Al Khaththath surat rekomendasi dari beberapa ulama, diantar langsung ke rumah dinas Zulkifli Hasan. Saat itu, dua orang pimpinan partai lainnya juga sedang berada di rumah kediaman Zulkifli.

    "Saya ngga tau apa ada miss persepsi, seolah-olah kami ulama dukung beri cek kosong. Padahal kita mendukung munculnya Gubernur Anies-Sandi, semangat 212, semangat Al-Maidah:51" ujar Al Khaththath.

    Betul kata bijak mengatakan “Tidak ada kawan dan lawan abadi dalam politik, yang ada hanya kepentingan abadi”. Habis manies sepah dibuang. Hehehe.






    Penulis   :    Fery Padli     Sumber  :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Dulu Teman Seperjuangan, Sekarang Alumni 212 Dikecewakan oleh Gerindra, PKS dan PAN Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top