728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 12 Januari 2018

    Dipalak Gerindra 170M, La Nyala: Orang Bego Jika Masih Dukung Prabowo!

    " Saya dimintai uang Rp 40 miliar. Uang saksi disuruh serahkan di tanggal 20 Desember 2017, kalau tidak bisa saya tidak akan direkomendasi… Saya dimintai uang Rp 40 miliar. Uang saksi disuruh serahkan di tanggal 20 Desember 2017, kalau tidak bisa saya tidak akan direkomendasi… Saya ini, orang bego kalau masih mau mendukung Pak Prabowo Subianto, karena saya sudah berjuang habis-habisan di 2009, 2014. Sampai kemarin pun saya masih kibarkan bendera Prabowo Subianto dan bendera Gerindra di Jawa Timur… Ada yang tanya, 'apa saya masih mau di Gerindra?' Tidak, saya tidak akan mau lagi di Gerindra … Satu yang menjadi penyesalan saya, saya ini kader Gerindra, berjuang untuk Gerindra. Ternyata saya cuma GR (gede rasa). Kalau beli (rekomendasi,red) saya merasa seperti menyumpahi diri, pasti kalah. Ini sudah sering saya buat tulisan, saya broadcast… Tapi rupanya hanya bisikan ketua DPD Jatim, Pak Prabowo nurut. Saya kira enggak bakal nurut. Terbukti dia minta Rp 170 miliar. Saya bilang ke Daniel (Tubagus Daniel,red), lebih baik uang itu untuk bangun masjid dan musholla," ujar La Nyalla saat menggelar konferensi pers di Jalan Soepomo, Jakarta Selatan, Kamis (11/1). {Sumber Kutipan 1]( http://www.tribunnews.com/nasional/2018/01/11/la-nyalla-bodoh-saya-kalau-masih-dukung-prabowo-di-pilpres?page=2) Sumber Kutipan2

    Praktek pelicin untuk masuk ke dalam bursa pemilihan kepala daerah, sebenarnya sudah merupakan sebuah rahasia umum dalam perpolitikan Indonesia. Maka tidak heran jika banyak orang yang tidak kompeten seperti Sandiaga Uno, bisa diorbitkan menjadi pemimpin.

    Mengapa saya katakan Sandiaga tidak kompeten? Sebenarnya sederhana. Lihat saja setelah ia terpilih, ucapan-ucapan macam apa yang dilontarkan dari mulutnya?

    Rasanya ini merupakan sebuah ucapan yang secara spontan dikeluarkan, tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Bahkan intonasi dan pelafalannya juga cenderung tidak jelas dan multitafsir. Berbeda jauh – ibarat langit dan bumi – dibandingkan Ahok, Sandiaga bukan siapa-siapa.

    Lanjut ke topik utama, karena terlalu banyak Sandiaga, akan merusak hari saya. Hahaha.

    Mengapa La Nyalla Mahfud Mattalitti akhirnya buka suara mengenai hal ini? Sederhana sekali, ia merasa keberatan dimintai uang 170 miliar oleh seorang petinggi partai Gerakan Indonesia Raya alias Gerindra. Uang tersebut dikatakan terkait keinginan La Nyalla diusung oleh Gerindra sebagai bacagub alias bakal calon gubernur Jawa Timur

    La Nyalla pun mengaku ia memiliki rekaman. Ya, rekaman yang merupakan pembicaraan melalui telepon. 170M uang mahar tersebut disampaikan oleh Tubagus Daniel Hidayat, pengusaha, yang juga merupakan rekan yang dipercaya oleh La Nyalla, yang sudah dianggapnya sebagai adiknya sendiri.

    Namun kelakuan sang adik ini dibongkar oleh La Nyalla, yang juga merupakan aktivis Gerindra, dan bendahara tim pemenangan. Loyalitas La Nyalla terhadap Gerindra, perlahan namun pasti sudah mulai rontok. Mengapa? Karena ia merasa dikhianati dengan cara-cara pemalakan tersebut.

    Kita tahu bahwa La Nyalla sangat mendukung Prabowo dalam pilpres 2009, dan 2014. Kita tahu loyalitas La Nyalla dalam Gerindra, merupakan loyalitas seorang pejuang yang tangguh. Namun sayang, ia harus kandas karena merasa tercekik dengan uang pelicin 170 miliar tersebut.

    Pengorbanan La Nyalla harus kandas. Niat maju ke pilgub Jatim pun harus musnah. Merupakan sebuah keniscayaan jika memang ia harus mundur dan membongkar semua praktik ini.

    Lantas apakah bisa dilaporkan sebagai sebuah pelanggaran pilkada? Rasanya sulit untuk menuntut Gerindra, karena memang pengaduannya yang masih tergolong prematur. Hukum di Indonesia rasanya belum bisa mengantisipasi hal ini.

    Akhirnya La Nyalla mengakui bahwa dirinya merasa bodoh jika ia masih merupakan pendukung Prabowo yang loyal. Nah, itu adalah mental yang baik. Akhirnya La NYalla sadar bahwa mendukung Prabowo adalah hal yang….. Wah masa harus saya jelaskan secara spesifik. Kesadaran akan hal ini merupakan sebuah kesadaran yang langka. Karena ada beberapa jargon yang mengatakan bahwa “setelah masuk ke Gerindra, akan selamanya di Gerindra”. Hal ini akhirnya sudah dipatahkan oleh seorang loyalis Prabowo. Bongkar terus, Bung La Nyalla!

    Betul kan yang saya katakan?


    Penulis   :    Hysebastian    Sumber  :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Dipalak Gerindra 170M, La Nyala: Orang Bego Jika Masih Dukung Prabowo! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top