728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 01 Desember 2017

    #Warta : Tuduhan Terbaru Amien Rais, Presiden Jokowi Dianggap Memecah Belah Umat Islam

    “Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan” (Pramoedya Ananta Toer)

    Jika ditanya salah satu penyesalan terbesar saya adalah pernah mengidolakan Amien Rais dalam suatu periode hidup saya. Ya, itulah yang terjadi. Namun itu dulu, kini perasaan itu berangsur hilang dengan sikap dan tutur kata “Sang Bapak Reformasi” yang semakin hari jauh dari keteladanan.

    Pada awalnya yang membuat saya kagum terhadap sosok Amien Rais adalah perlawanan dirinya terhadap rezim Soeharto dan Orde Baru. Kala itu, tak banyak intelektual yang berani bersikap dan “mbalelo” terhadap kekuasaan Soeharto dan Orde Baru yang begitu kokoh berurat berakar selama 32 tahun.

    Namun, sesungguhnya Ia tak sendirian juga. Ada Gus Dur, Mba Mega, Sri Bintang Pamungkas dan beberapa tokoh lainnya. Tapi, di akhir jabatan Pak Harto, memang sosok Amien Rais seolah meroket dan terlihat menonjol dibanding tokoh-tokoh lainnya. Dan momentum reformasi kemudian mencuatkannya menjadi tokoh reformasi. Bahkan sebagian kalangan mendaulatnya sebagai “Bapak Reformasi.” Sebuah julukan yang terasa berlebihan.

    Kemudian Ia mendirikan Partai Amanat Nasional. Hanya sayang, perolehan suara PAN di Pemilu 1999 -pemilu demokratis pertama selepas runtuhnya rezim Orde Baru- tidak menggembirakan. Lebih dari itu, PAN tidak berhasil membangun koalisi untuk mendorong Amien Rais sebagai Presiden. Yang naik adalah Gus Dur dan Mba Mega. Amien Rais hanya kebagian sebagai Ketua MPR. Sebuah jabatan yang secara struktur lebih tinggi dari Presiden, tapi tidak banyak memiliki keleluasaan.

    Kegagalan berikutnya adalah pada Pemilu 2004. Perolehan PAN kembali jauh dari harapan dan malah tertinggal jauh oleh partai baru semacam Partai Demokrat. Amien Rais kali ini mencalonkan sebagai Presiden. Pada waktu itu saya masih mengidolakannya. Selain politikus, Amien Rais dikenal sebagai cendekiawan muslim moderat yang pandangan ke-Islamannya bisa disejajarkan dengan tokoh-tokoh muslim kenamaan, seperti Gus Dur dan Cak Nur atau Nurcholish Madjid. Namun, lagi-lagi, Amien Rais gagal dan harapannya untuk memimpin negeri ini semakin jauh adanya.

    Lantas kemudian, di tahun-tahun berikutnya Amien Rais tetap vokal. Tapi lama kelamaan saya melihatnya tidak proporsional. Semenjak Jokowi mencalonkan dan dicalonkan sebagai Capres pada Pemilu 2014, Amien Rais berada pada gerbong lawan Jokowi yakni Prabowo. Tapi kemudian yang terjadi, Amien Rais seakan-akan menganggap enteng Jokowi. Kritikan demi kritikan dilontarkan, tapi tidak substansial cenderung tuduhan belaka.

    Dan mungkin Amien Rais kembali kecewa ketika jagoannya kalah. Ia mungkin mengingat kegagalan dirinya sendiri. Dari sini kemudian Amien Rais semakin menjadi-jadi. Apapun yang dilakukan Jokowi dan pemerintahannya senantiasa ia kritik. Begitu pula ketika Ahok dianggap “keseleo lidah” dan dituduh menistakan agama Islam. Amien Rais merasa mendapatkan amunisi untuk menyerang Ahok, sekaligus menyerang Jokowi. Dan tuduhan paling anyar Amien Rais kepada Presiden Jokowi sungguh tak berdasar. Presiden Jokowi dituduh memecah belah umat Islam.

    Tuduhan ini bisa dilihat dari pemberitaan yang diangkat laman detik.com. Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais hadir di Kongres Nasional Alumni 212. Saat menyampaikan pidato di hadapan peserta Kongres, dia menyinggung nama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Pada kesempatan itu, Amien juga meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk tidak perlu khawatir terhadap rencana acara Reuni 212 yang akan digelar di Monas itu. Dia juga menyinggung Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

    "Jadi Jokowi nggak usah khawatir, Kapolri nggak usah keder, kita cuma menyampaikan saja, kita hanya menyampaikan, tidak akan merusak rumput di Monas, jadi kita akan menyampaikan saja," tegasnya.

    "Hei pak presiden jangan jualan murah negeri kita ke Beijing, jangan jual aset BUMN kita keluar negeri, jangan pecah belah umat Islam, jangan pecah belah PPP. Karena saya lihat rezim ini gemar sekali memecah belah bangsa sendiri," sambung Amien.

    Dalam pidatonya, Amien pun membicarakan mengenai masalah Papua dan isu soal referendum. Amien mengatakan akan sangat berbahaya bila benar terjadi Referendum Papua dan lagi-lagi menyebut nama Presiden Jokowi.

    "Kita tahu sekarang kaum intelektual Papua sedang melakukan diplomasi ke seluruh dunia untuk melakukan referendum. Kalau kita tahu mau direferendum, ini bahaya," kata dia. "Saya ingatkan mas Jokowi, jangan asik memecah belah umat Islam. Tapi lihat permasalahan di Papua sudah siap merongrong bangsa kita," lanjut Amien.

    Nah, disinilah kemudian saya berhenti mengidolakannya. Tidakkah Ia melihat pencapaian Jokowi selama ini alih-alih selalu negative thinking terhadap apa saja gerak-gerik Presiden Jokowi bersama jajaran menteri-menterinya ? Tentu saja Presiden Jokowi adalah manusia biasa. Tak lepas dari kelebihan dan kekurangan. Sebagai politikus senior dan intelektual muslim, semestinya Mas Amien mendukung pekerjaan pemerintah. Kritiklah secara proporsional apabila ada kerja pemerintah yang menyimpang, dan dukunglah jika itu baik bagi rakyat. Sudahkah Mas Amien adil ?


    Penulis   :   Akhmad Reza     Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Tuduhan Terbaru Amien Rais, Presiden Jokowi Dianggap Memecah Belah Umat Islam Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top