728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 16 Desember 2017

    #Warta : Surat Terbuka untuk Gerindra dan PKS

    Dalam beberapa hari terakhir, ada satu berita yang cukup mengusik pikiran saya, sangat mengganggu. Yakni rencana Gerindra-PKS yang ingin mengulangi strategi Pilkada Jakarta untuk diterapkan di Jateng, Jatim dan Jabar. Pernyataan ini dilakukan berkali-kali oleh beberapa pimpinan Gerindra baik di pusat maupun daerah.

    Di dalam politik, memang tidak ada halal dan haram. Silahkan saja melakukan dan menggunakan strategi selicik dan sebusuk apapun, sebab tujuannya bukan surga, melainkan kekuasaan serta kepentingan. Gerindra sebagai partai politik punya hak yang sama, mereka boleh menggunakan strategi apapun dalam meraih kekuasaan.

    Namun, ketika saya membaca dan mendengar mereka mengatakan akan mengulangi strategi Pilkada Jakarta, entah mengapa sebagai warga saya merasa sedih sekali. Bingung dan bertanya-tanya, mengapa ada partai seperti Gerindra dan PKS?

    Pilkada DKI adalah Pilkada paling buruk sepanjang sejarah Indonesia. Pilkada yang menghasilkan banyak kasus intoleransi dan persekusi. Pilkada yang menghasilkan begitu banyak ancaman pembunuhan dan teriakan caci maki di ruang publik. Pilkada yang menghasilkan anak-anak usia 5-10 tahun berteriak dan bernyanyi yel yel ajakan membunuh sesama warga Indonesia. Pilkada yang membuat warga ketakutan dan terintimdasi, karena ada ancaman mayat tidak dishalatkan jika mendukung lawan Gerindra PKS. Pilkada yang menyisakan cerita penolakan serta pengusiran terhadap calon Wakil Gubernur muslim dari area masjid. Dan banyak lagi cerita negatif tentang Pilkada DKI.

    Mengapa Pilkada yang masih menyisakan luka akibat perpecahan dari sentimen SARA, kemudian dijadikan contoh dan malah mau diadopsi di daerah-daerah lain? apakah kekuasaan partai kalian itu jauh lebih penting dibanding persatuan, kedamaian dan kebhinekaan yang telah kita miliki selama ini?

    Kalian mau bilang ini demi Islam? demi ajaran agama dan sebagainya? bahkan setan pun akan tertawa dengan kampanye kalian itu. Kita ini sudah pernah melihat seorang muslim taat kalian tuduh PKI, china dan bahkan nonmuslim. Kita sudah pernah merasakan bagaimana menjadi orang-orang yang dikafir-kafirkan oleh kader dan simpatisan kalian yang membaca kitab suci saja mungkin masih belum lancar. Kita sudah pernah menyaksikan bersama-sama, bahwa ada seorang muslim taat yang kalian fitnah tidak bisa shalat, tidak bisa wudu dan keluarganya tidak jelas. Kalian masih mau bilang ini demi Islam dan demi ajaran agama? Bahwa pemimpin harus seiman dan sebagainya? mbahmu Orba!

    Sejak Pilpres 2014 kalian sudah melakukan strategi politik yang seperti itu. Kemudian dilanjutkan di Pilkada DKI 2017. Lalu sekarang kalian dengan bangganya mengatakan mengadopsi strategi Pilkada DKI? Apa yang kalian banggakan? Kemenangan? Untuk apa kemenangan demi kemenangan yang kalian dapatkan jika kemudian suatu daerah menjadi amburadul dan tak terurus? Jakarta yang bersih dan rapi kini semraut. Jakarta yang transparan dan melayani, kini tertutup dan begitu berjarak dengan rakyatnya. Dan lebih dari itu, strategi politik SARA yang kalian mainkan telah menghasilkan sebuah perpecahan dan jarak antar sesama warga Indonesia.

    Politik SARA yang kalian terapkan telah menghasilkan sebuah kekuatan, pemersatu antar ormas Islam untuk setuju dengan khilafah. Lihatlah di reuni 212 yang kalian hadiri dengan penuh bangga dan suka cita itu, bukankah bendera-bendera khilafah HTI lebih mendominasi dari bendera merah putih? Itukah yang kalian banggakan?

    Kalian boleh saja menjadi partai oposisi, silahkan. Boleh juga membenci dan mengkritik nyinyir sepanjang hari kepada pemerintahan Jokowi. Itu hak konsititusi. Tapi saat kalian mulai memainkan politik pecah belah dan provokasi SARA, menggunakan agama demi mencapai kekuasaan sementara, dan bahkan dengan bangganya ingin melakukannya lagi dan lagi, seolah tidak perduli dengan perpecahan yang sudah kalian hasilkan, saya sebagai warga Indonesia, sebagai pemuda generasi penerus, saya ingin bertanya di mana rasa nasionalisme kalian? Di mana rasa kecintaan kalian kepada negeri ini wahai Gerindra dan PKS? Apakah kekuasaan begitu penting untuk kalian miliki sehingga tidak segan dan tidak perduli kalaupun harus mengorbankan kebhinekaan dan persatuan bangsa?

    Apa gunanya kalian berkuasa jika setiap hari teriakan khilafah menggema menolak sistem demokrasi dan Pancasila? Apa gunanya kalian berkuasa, sementara rakyat terpecah belah karena pemilih kalian menganggap warga lainnya sebagai seperti sampah, kafir dan pendukung kafir yang berada di neraka. Apa gunanya kalian berkuasa kalau pada akhirnya negeri ini sudah di ambang perpecahan dan perang saudara?

    Kepada PKS dan Gerindra saya ingin bertanya, sampai kapan kalian akan terus menggunakan strategi politik sentimen SARA? Apakah kalian mau menunggu negeri ini perang saudara dulu, baru kemudian kalian berhenti memainkan sentimen agama, suku dan ras demi kepentingan politik. Apakah kalian mau Indonesia ini terpecah belah antar provinsi dan pulau, baru kalian sadar bahwa yang kalian lakukan selama ini sudah berhasil memecah belah bangsa ini?

    Saya paham bahwa di negara kita ini masih banyak orang yang bisa dibodoh-bodohi oleh kalian. Kami mengerti bahwa janji masuk surga dan ancaman masuk neraka adalah kampanye paling mustahil untuk ditolak oleh warga di negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Tapi sadarlah bahwa saat kelompok-kelompok radikal, pengasong khilafah semakin berkembang dan kalian menyuburkannya dengan strategi politik SARA, yang rugi bukan hanya lawan politik kalian. Yang lengser dan hilang pengaruh bukan hanya pemerintah Indonesia yang kalian benci sampai akar-akarnya. Bukan! Tapi kalian juga akan dihabisi dan dipenggal jika tidak setuju dengan mereka.

    Saat negeri ini sudah dikuasai khilafah, sentimen SARA menguat dan kelompok radikal yang kalian rangkul itu berkembang, kalian PKS dan Gerindra juga akan kehilangan hak politik dan hak demokrasi. Namun jika kalian sudah menyadari ini dan tetap mau melakukannya demi mencapai cita-cita Presiden menantu Orba, ya semoga Tuhan sudi untuk turun tangan melindungi negeri ini dari semua kekacauan. Begitulah kura-kura.




    Penulis   :    Alifurrahman       Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Surat Terbuka untuk Gerindra dan PKS Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top