728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 23 Desember 2017

    #Warta : Pedagang Kesal Omzet Turun, Mereka Berniat Turun Jadi PKL

    Selamat malam Batfans! Efek dari kebijakan pemberian ruas jalan bagi 400 PKL berimbas kemana-mana. Inilah sebuah kebijakan yang sepertinya dibuat terburu-buru tanpa perencanaan yang matang. Bagaimana dengan nasib warga yang jadi kesulitan? Bagaimana dengan supir angkot? Dan bagaimana dengan para pedagang di Pasar Blok G? Kemana sebenarnya Anies berpihak?
    Bayangkan jika pembaca Seword punya bisnis dan bisnis itu adalah satu-satunya usaha yang bisa menghidupi keluarga kamu. Lalu tiba-tiba penghasilan kamu menurun drastis akibat sebuah kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada kamu.

    Atau bayangkan jika pembaca Seword bekerja disebuah perusahaan lalu tiba-tiba gaji bulanan kamu dipotong cukup banyak dengan berbagai alasan. Bagaimana perasaan kamu saat itu? Apalagi masih ada hutang atau cicilan. Cemas? Sedih? Mungkin merasa tidak berdaya? Lalu terpikir istri dan anak kamu, apa yang akan kamu katakan? Semua akan baik-baik saja?

    Foto dari detik.com di halaman https://finance.detik .com/foto-bisnis/d-3782114/foto-pasar-blok-g-sepi-pedagang-berniat-turun-jadi-pkl/1#detailfoto menangkap kesuraman para pedagang di blok G. Kebijakan Gubernur pilihan umat ini ternyata menimbulkan banyak kerugian. Hanya demi sebuah citra yang berbeda dengan Ahok, citra yang terlihat santun dan ramah namun merugikan.
    Bapak diatas tidak bisa berbuat apa-apa, ia nampak putus asa menghadapi kenyataan sambil menunggu pembeli yang tak kunjung datang ke Pasar Blok G.
    Para pedagang ini kesal dengan kebijakan Anies Baswedan yang melegalkan Pedagang Kaki Lima.
    Menurut sumber, kabarnya mereka akan turun dan berdagang menjadi PKL. Ya apa boleh buat, toh memang lebih menguntungkan. Paling cuman bayar setoran saja.
    Omzet mereka turun drastis sejak PKL kembali berjualan disekitar Pasar Tanah Abang.

    Sejak belakangan ini memang pengunjung blok G semakin sepi, Para pedagang berharap Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai pemimpin baru Jakarta membuat terobosan untuk meningkatkan perputaran uang pedagang di Pasar Tanah Abang.

    "Saya enggak muluk-muluk, minta ini diperbaiki supaya lebih ramai seperti dulu," ungkap Mia salah satu pedagang di Blok G. 

    Namun ternyata terobosan Anies justru membuat pengunjung Blok G semakin sepi. Hal tersebut diungkapkan Pedagang Sepatu di Pasar Tanah Abang, Blok G Nasri. Nasri mengaku, sebelum PKL difaslitasi saja, dia mengalami penurunan omzet. Apalagi saat sudah diizinkan, dia khawatir omzet akan semakin kempes. Bila hal tersebut terus terjadi, dirinya akan kembali menjadi PKL.

    "Kalau zaman Pak Ahok (Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) enggak boleh. Zaman pak Anies itu longgar. Kalau di bawah diperbolehkan, kami juga akan turun," ujar dia kepada detikFinance di kiosnya Pasar Tanah Abang Blok G, Jumat (22/12/2017).

    Dirinya mengaku omzet penjualannya turun sejak PKL menempati jalan di kawasan strategis tempat penumpang turun dari stasiun. Dirinya mengaku akan segera turun untuk kembali menjadi PKL lagi bila kondisi penjualan di tokonya terus memburuk.

    Pedagang jeans, Jefri di Pasar Tanah Abang yang juga akan turun menjadi PKL bila pedagang diizinkan untuk berjualan di jalanan.

    "Mungkin ke depannya iya akan turun (jadi PKL) juga. Dijadikan kaki lima di sana itu, ke sininya kurang akses. Jauh dampaknya, apalagi kita kan di toko. Para pembeli pada malas untuk naik ke atas," ujar dia.

    Selain itu, harga barang berupa jeans yang ditawarkan oleh para PKL menurut Jefry juga lebih murah. Karena para PKL tidak memiliki tanggungan untuk membayar sewa.

    "Dia kan lebih murah. Apalagi barangnya ambil dari distributor (yang sama seperti saya) jadi bisa (mereka) bisa jauh lebih murah daripada (barang) di toko," kata dia.

    Apakah Anies Baswedan telah memikirkan sejauh ini? Bagaimana jika akhirnya semua pedagang di Tanah Abang turun menjadi PKL? Pelarangan PKL yang telah diatur sebelumnya tentu ada maksudnya. Ini soal keberpihakan pada tata tertib agar orang-orang yang memang berhak tidak merasa dirugikan. Agar keadilan tercipta, bukan dengan memperbolehkan segalanya tapi dengan menegakkan peraturan. 

    Saya jadi ingat, dulu ada orang yang bilang begini....

    "ibarat seperti om tante yang datang ke rumah, pengen dapat simpati sama anak-anak kita, lalu semua diboleh-bolehin"

    "ini ibarat om dan tante merusak aturan yang sudah dibuat oleh orang tua. Mendidik anak itu susah, membangun itu gampang, mendidik anak itu bertahun-tahun."

    Siapa yah yang bilang begitu? Ada yang ingat? Kalau gak ingat coba bisikan di telinga Anies....bisikan perlahan-lahan...trus tanya, bapak ingat siapa yang ngomong gitu?
    I Am The Night
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Pedagang Kesal Omzet Turun, Mereka Berniat Turun Jadi PKL Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top