728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 15 Desember 2017

    #Warta : OK-OCE yang Akhirnya PHP Juga

    “Ayo begerak ambil kesempatan! Dimodalin! Punya bisnis! Disediain tempat usaha! Dicariin pembeli! Coblos nomor tiga!” Siapa yang tak tertarik dengan kalimat seperti itu? Pada zaman dimana mencari pekerjaan semakin sulit, ada yang mencoba menolong kita dengan memberikan modal untuk merintis usaha. Tak hanya diberikan modal, tempat untuk menjalankan usahanya pun disediakan. Bahkan pembelinya pun akan dicarikan. Dengan kata lain, cukup dengan melakukan produksi kita akan mendapatkan pelanggan karena merekalah yang akan mencarikan pelanggannya. Siapa yang tak tergiur?

    Itu adalah poster kampanye yang dilakukan pada masa kampanye Pilgub DKI beberapa waktu lalu. Memang masa kampanye adalah masa dimana kita banyak diberikan janji-janji manis oleh pasangan calon yang maju, walaupun kita tidak tahu apakah janji-janji manis itu mampu terealisasi atau tidak. Namun yang jelas janji itu sudah mampu membius kita dan membawa kita menuju ke kenikmatan yang tak terhingga. Dengan janji semanis itu, kita seperti dibawa terbang tinggi ke awan. Namun sayang setelah berada di ketinggian, kita dicampakkan dan jatuh dengan menyakitkan.

    Sakit, namun itulah realitanya. Saat Anies-Sandi berkampanye, mereka mengusung OK-OCE sebagai program andalan mereka. OK-OCE merupakan singkatan dari One Kecamatan, One Center for Entrepreneurship. Harapannya, dari program ini akan lahir 200.000 wirausahawan baru. Dalam pemaparannya, Sandiaga Uno menjelaskan bahwa program OK-OCE ini ditujukan untuk mengubah dan memihak kepada pengusaha kelas bawah, UMKM, dan pengusaha baru.

    Adapun fokus dari program tersebut menyasar pada lima hal. Pertama, pemberian modal dan pendampingan usaha. Kedua, pelatihan oleh pengusaha sukses yaitu pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendampingan (mentoring). Ketiga, garansi inovasi bekerjasama dengan swasta. Keempat, lulusan SMK langsung dapat kerja. Dan kelima kredit khusus untuk ibu-ibu.

    Sumber: http://suarajakarta .co/news/pemilu/apa-itu-program-ok-oce-anies-sandi-ini-penjelasannya/

    Perhatikan fokus pertama yang saya tebalkan, pemberian modal dan pendampingan usaha. Pada masa kampanye, Sandi mengatakan bahwa pemberian modal menjadi fokus dari OK-OCE. Namun inkonsistensi ia tunjukkan saat dirinya sudah terpilih dan kini menjabat sebagai Wakil Gubernur. Saat ia sudah menjabat sebagai orang nomor dua di DKI Jakarta, ia mengatakan bahwa dirinya dengan Anies Baswedan tidak pernah berjanji memberikan bantuan modal untuk OK OCE sejak masa kampanye Pigub DKI Jakarta 2017. “Kasihan kalau teman-teman (media) memberitakannya salah. Lihat saja dari awal sekali memang kami enggak pernah ada berjanji memberikan modal (untuk OK-OCE),” ujar Sandiaga di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada Jumat (15/12).

    Sandiaga menjelaskan, sejak awal kampanye hingga kini, Pemprov DKI Jakarta hanya akan membantu akses warga agar bisa meminjam modal ke lembaga pembiayaan seperti perbankan, lembaga keuangan mikro, hingga lembaga keuangan syariah. Sandiaga membantah pernah berjanji memberikan bantuan modal.

    “Kami dari awal sekali, awal sekali, menyatakan bahwa Pemprov tidak akan memberikan permodalan. Gerakan OK-OCE tidak akan memberikan permodalan, tetapi akan memfasilitasi dengan bekerja sama dengan lembaga pembiayaan,” katanya. “Yang membutuhkan modal, silakan datang ke kecamatan, di situ difasilitasi. Jadi, nanti kami sandingkan, ada Bank DKI, ada beberapa bank juga yang sangat tertarik bergabung,” tambah Sandiaga.

    Sumber: http://megapolitan.kompas .com/read/2017/12/15/09590711/sandiaga-dari-awal-sekali-kami-tak-pernah-berjanji-beri-modal-ok-oce

    Padahal saat berkampanye, ia mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan modal apabila terpilih. Tercatat pada berita di suarajakarta.co, Sandiaga mengatakan lima fokus program andalannya tersebut pada tanggal 31 Desember 2016 saat Pelatihan Kewirausahaan Akbar yang diselenggarakan oleh Genpro Jakarta Timur di Gedung Robbani, Jakarta.

    Berbagai poster seperti yang tertulis pada awal artikel pun tersebar di beberapa titik di Jakarta. Lantas mengapa ia bisa mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menjanjikan itu? Hmmm....

    Memang sih janji itu sangat manis dan mampu memberikan pengharapan hidup yang lebih baik bagi kita. Namun apa daya, janji tinggallah janji yang tak tertepati. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.

    Padahal pertahana saat itu berkali-kali menegur masyarakatnya agar tidak tergiur dengan janji-janji yang secara rasional sangat sulit untuk ditepati. Tapi apadaya nasi sudah menjadi bubur dan tak bisa jadi nasi goreng, lontong, ataupun nasi uduk. Ini harus menjadi pelajaran bagi kita agar tidak tergiur dengan janji-janji manis, dimanapun kita berada. Pilihlah orang yang kinerjanya sudah terbukti dan rekam jejak yang baik. Jangan sampai kita termakan janji manis dan akhirnya sakit hati karena janji manis tersebut ternyata harapan palsu semata. Akhir kata, jangan mau dibohongi pakai janji-janji manis.

    Salam satu tanah air Indonesia!





    Penulis  :   Samuel Anthony     Sumber   :    Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : OK-OCE yang Akhirnya PHP Juga Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top