728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 06 Desember 2017

    #Warta : Lagi, Sandi Sikat Ahok Soal Lahan Cengkareng

    Heran, jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta belum ada 100 hari kerja, tapi kerjanya hanya mengeluh dan sengaja cari-cari isu buat sikat Ahok.

    Mulai dari bilang era Ahok-Djarot dengan sebutan rezim Ahok, lalu utak atik gethuk soal masalah RS Sumber Waras, sampai yang terkini mengaku kecewa dengan pembelian lahan di Cengkareng, Jakarta Barat yang bersengketa pada era Ahok-Djarot.

    Sandiaga Uno bilang dia kecewa dengan langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membeli lahan Cengkareng yang bersengketa pada masa kepemimpinan Ahok.

    Dengan hebatnya si Sandiaga Uno ini menuding bahwa selain Rumah Sakit Sumber Waras yang bermasalah ternyata ada juga masalah lahan Cengkareng.

    Dia pun sangat terenyuh dan bilang kecewa seolah-olah mau bilang bahwa sistem yang berjalan selama era Ahok-Djarot tidak berjalan dengan baik.

    Kalau dia bilang sistem yang berjalan selama era Ahok-Djarot tidak berjalan dengan baik, memangnya sistem di era dia dan Anies sudah berjalan dengan baik?

    Namun setelah saya pelajari perkataannya di media soal lahan Cengkareng, kok ya ujung-ujungnya mempromosikan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Pemprov DKI Jakarta yang jumlahnya melebihi dari Kabinet pak Jokowi itu.

    Sandiaga Uno bilang Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Pemprov DKI Jakarta akan fokus menangani agar hal serupa tidak terulang.

    Sandiaga Uno pun memastikan bahwa mereka adalah orang yang berintegritas. Bentuk promosi yang terselubung supaya tidak kena embat dari Mendagri.

    Pembelian lahan sengketa itu berawal ketika Dinas Perumahan membeli lahan tersebut seharga Rp648 miliar dari pemilik bernama Toeti Noezlar Soekarno.

    Dinas Perumahan tidak berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) saat membeli lahan di Cengkareng yang ternyata milik Pemprov sendiri.

    Lahan seluas 4,6 hektar di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, yang dibeli Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah DKI ternyata milik Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan DKI yang masih tercatat sebagai aset. Tanah itu sudah dimiliki DKPKP sejak tahun 1967 yang silam.

    Tapi seperti biasa kaum bumi peang dan bani pentol korek di era Ahok, mereka sengaja memanfaatkan masalah ini untuk sikat Ahok. Padahal yang salah siapa, ujung-ujungnya Ahok yang kena sikat.

    Pemprov DKI membeli lahan tersebut berpegang pada sertifikat hak milik yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kalau mau disalahin, ya salahin dong BPN kenapa bisa terbitkan Sertifikat Hak Milik kepada orang lain padahal tanah itu masih milik Pemprov DKI.

    Kasus sengketa lahan ini sudah dikoordinasikan dengan Bareskrim dan KPK. BPK juga sudah melakukan audit investigasi terhadap pembelian lahan tersebut.

    Karena yang jelas yang jual lahan itu ke Pemprov DKI itu yang tukang tipu. Sudah tahu itu lahan milik Pemprov DKI kenapa dia jual? Kenapa BPN menerbitkan Sertifikat Hak Milik kepada pihak lain? Kenapa bisa ada transaksi. Logika sederhananya kan begitu.

    Yang lebih aneh lagi ya si Sandiaga Uno ini. Isu yang sudah basi diungkit-ungkit lagi. Apa iya dia tidak tahu ribut-ribut soal lahan Cengkareng itu dulu, atau memang sengaja pura-pura buta untuk dijadikan senjata buat sikat Ahok lagi.

    100 hari kerja juga belum, kinerja juga belum muncul, namun bisanya hanya mencari-cari kesalahan Ahok saja. Sebenanarnya yang belum move on siapa sih. Ahok sudah kalah dalam pilkada DKI Jakarta, masuk penjara lagi, masih juga disikat sama Sandiaga Uno ini.

    Beginilah hasilnya kalau menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI karena hasil jualan ayat dan ngancam mayat. Bisanya hanya mencela. Kalau mau kritik, logika dipakai dong. Sekarang bukan musim kampanye pilkada DKI lagi, tapi saatnya kerja.

    Selain itu Ahok juga sudah lapor polisi dan KPK soal kasus itu. Dia sebagai penerus tinggal tanya perkembangan kasusnya bagaimana dan sudah sampai dimana. Itu saja sudah, titik.

    Kasus lahan Cengkareng ini juga warning bagi Anies-Sandi. Ahok yang garang dan mental baja saja, masih bisa dikadalin oleh oknum-oknum birokrat yang bercokol di Pemprov DKI, apalagi kelasnya ayam sayur yang masih hijau soal birokrasi di ruang lingkup Pemprov DKI seperti Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ini.

    Mencermati manuver-manuver Sandiaga Uno selama ini yang terus sikat Ahok, saya jadi curiga jangan-jangan ini titipan dari Gerindra yang memusuhi Ahok tiada henti itu dengan sengaja bikin opini publik bahwa era ahok gagal.

    Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, selain menjalankan amanah Gerindra, pun juga untuk menutupi ketidakmampuan mereka mengelola kota sebesar Jakarta ini.

    Mbok ya fokus di kerja sajalah demi kemaslahatan JKT58 yang memilih mereka, tunaikan janji-janji angin sorgawi semasa kampanye.

    Toh dana operasional Rp 1,8 miliar yang dia nikmati tiap bulan itu yang bayar rakyat, termasuk yang JKT58 itu. Mereka digaji dari uang warga DKI untuk bekerja, bukan untuk mencela.

    Pantas saja Ray Rangkuti menegur si Sandiaga Uno ini saat di ILC. Mengeluh tapi tidak bekerja. Harusnya malu dikritik dong dimuka umum begitu. Itu pun kalau masih punya rasa malu.

    Kalau kerja bisanya hanya nyerang membabi buta, ngecek kolam renang, lari maraton tiap pagi, anak magang juga bisa.

    Kura-kura begitu.


    Penulis :   Argo   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Lagi, Sandi Sikat Ahok Soal Lahan Cengkareng Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top