728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 14 Desember 2017

    #Warta : Kesaktian Pimpinan DPR, Setelah Setnov, Ada Fahri yang Berhasil Mempecundangi PKS

    Saya melihat pimpinan DPR seperti Setnov, Farhri Hamzah, maupun Fadli Zon ternyata tidak bisa dianggap remeh. Tidak berlebihan jika mereka dikatakan memiliki “kesaktian” yang tidak dimiliki anggota DPR yang lain. sebelumnya, kita telah disuguhkan kesaktian Setnov, bagaimana dia bisa berkali-kali lolos dari jerat hukum. Bahwa sekarang sedang berhadapan dengan kasus E-KTP, hal tersebut tidak serta merta membuat kesaktian Setnov sudah hilang. Saya yakin kesaktian Setnov masih bertaji.

    Selain Setnov, saya pikir Fahri Hamzah juga memiliki kesaktian. Salah satu indikatornya, dia masih tetap berlenggang menjadi bagian dari DPR padahal PKS tidak mengakui Fahri sebagai kadernya dan beberapa kali PKS meminta agar Fahri dipecat dari anggota DPR. Fahri tak sedikitpun terlihat panik terus diserang oleh PKS. Fahri seperti biasa tetap tenang dan meneruskan hobi nyinyirnya kepada Jokowi.

    Jika Fahri tidak sakti, maka PKS tak perlu susah-susah untuk memecat Fahri. Sebagai sebuah partai, tentu sangat memalukan ketika dipecundangi oleh satu orang Fahri Hamzah. Padahal di PKS, Fahri juga bukan tokoh penting. Fahri Hamzah berhasil memaksa PKS untuk membayar gugatan 30 milyar kepadanya.

    Gugatan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ke PKS terkait pemecatannya dikuatkan di tingkat banding. Dengan dikuatkan putusan itu, maka Fahri Hamzah tetap anggota PKS dan menghukum partainya untuk membayar gugatan Rp 30 miliar.

    Banding tersebut diajukan oleh PKS. Putusan banding itu diketok pada 7 November 2017 dengan ketua majelis hakim tinggi Daming Sunusi dibantu hakim tinggi M Yusuf dan M Hidayat.

    "Mengadiili, menghukum Pembanding/semula Tergugat I, II, III/Penggugat Rekonpensi membayar biaya perkara pada tingkat pertama dan tingkat banding, yang untuk tingkat banding sebesar Rp 150.000," bunyi amar putusan tersebut.

    Pada 14 November 2016 lalu, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengabulkan gugatan Fahri Hamzah terkait pemecatannya dari PKS. Selain menyatakan pemecatannya tidak sah, majelis hakim juga menghukum PKS untuk membayar Rp 30 miliar ke Fahri Hamzah.

    Gugatan Rp 30 miliar itu dikabulkan karena majelis menganggap apa yang dialami Fahri Hamzah setelah dipecat sangat berat. Majelis menganggap Fahri mengalami tekanan psikologis akibat pemecatan tersebut.

    Gila...!!! Tekanan psikologis Fahri dihargai 30 milyar. Pimpinan-pimpinan DPR nampaknya sudah memiliki ilmu yang cukup untuk menghadapi persoalan hukum yang suatu saat bisa menjeratnya. Fahri paham betul suatu saat ada yang mengusik eksistensinya di DPR. Meskipun PKS telah memecatnya, Fahri tidak menyerah begitu saja. Dengan bekal dan kesaktian yang cukup mumpuni, Fahri berhasil melakukan gugatan terkait pemecatannya dari PKS. Pengadilan pun akhirnya memenangkan Fahri. Fahri berhasil mempecundangi PKS.

    Saya tidak tahu persis mengapa Fahri bisa memenangkan gugatan. Saya juga tidak tahu persis mengapa PKS ingin sekali memecat Fahri. Padahal, selama ini Fahri justru mendukung siapa yang didukung oleh PKS. PKS mendukung Anies, Fahri pun begitu. Fahri juga dekat dengan Gerindra seperti halnya PKS. Jika Fahri masih di PKS, saya memprediksi kekuatan PKS akan semakin kuat. Tapi entah kenapa PKS begitu ingin sekali memecat Fahri. Apakah ini sebuah konspirasi? Saya sendiri tidak tahu persisnya.

    Selain memenangkan gugatan, Fahri juga seakan-akan tidak tersentuh hukum. Nyinyiran Fahri kepada Jokowi menurut saya sudah termasuk ujaran kebencian yang bisa dikenai pasal. Namun entah mengapa sepertinya tidak ada yang berani melaporkan Fahri. Jokowi pun hanya diam melihat Fahri begitu bebas mendiskreditkannya.

    Selain Fahri, pimpinan DPR yang juga sakti adalah Fadli Zon. Dia sering kali nyinyir ke Jokowi. Nyinyirannya pun bisa dikategorikan sebagai ujaran kebencian. Sayangnya, sepertinya tidak ada yang berani untuk melaporkannya.

    Namun jika kemenangan Fahri melawan PKS murni karena kasaktian Fahri, maka sepertinya pendukung Jokowi tidak boleh meremehkan Fahri begitu saja. Meskipun di DPR prestasi Fahri tidak jelas, namun sosok seperti Fahri bisa menyulitkan jalan Jokowi menuju kursi RI-1 di Pilpres 2019.

    Saya yakin Fahri akan kembali memainkan peran di Pilpres 2019. Dia tentu ingin menebus kesalahannya saat Pilpres 2014. Dia tentu menjadi salah satu norang yang tidak ingin Jokowi memenangkan Pilpres 2019.



    Penulis   :  Saefudin Achmad     Sumber   :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Kesaktian Pimpinan DPR, Setelah Setnov, Ada Fahri yang Berhasil Mempecundangi PKS Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top