728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 06 Desember 2017

    #Warta : Kerja Keras Jokowi dan Kepuasan Masyarakat Terhadapnya

    Di masa pemerintahan Jokowi, seperti masa yang mengalami perubahan secara mendadak. Hal itu terkait kebijakan-kebijakan yang diambilnya merupakan kebijakan yang tidak biasa dilakukan dimasa pemerintahan sebelum-sebelumnya. 

    Entah apa sebabnya Jokowi tidak mau mengikuti jejak pendahulunya dengan membuat kebijakan yang dapat mengamankan jabatan beliau sebagai presiden, sebagai contoh mengenai kebijakan penarikan subsidi BBM. Meskipun dana yang semestinya untuk subsidi dialokasikan untuk hal-hal yang produktif dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh Indonesia, tetapi itu bukanlah kebijakan yang strategis.

    Dana yang biasanya digunakan untuk subsidi BBM bisa untuk tambahan dana pembangunan infrastruktur hampir di seluruh pelosok Indonesia. Daerah-daerah yang sebelumnya tidak tersentuh pembangunan, di era Jokowi semua diperhatikan, itu semua untuk mewujudkan konektivitas antar wilayah di Indonesia yang akan berdampak pada perekonomian jangka panjang. Bukan hanya pembangunan infrastruktur saja, tetapi pembangunan kawasan industri nasional juga dibuat di luar pulau Jawa.

    Dalam mewudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, subsidi BBM diberikan untuk membuat harga BBM di Papua sama dengan daerah lainnya seperti di pulau Jawa. Meskipun belum semua daerah dapat dijangkau, tetapi semua sudah dalam proses. Bisa dibayangkan, harga bensin di Papua dahulu berkisar dari Rp 20.000 sampai 50.000 per liter, sedangkan di daerah lainnya tidak sampai Rp.8.000 per liter.

    Untuk pembangunan infrastruktur, saya tidak perlu banyak memberikan contoh, karena pasti di daerah sekitar kita semua kecipratan pembangunan tersebut, baik itu bandara, dermaga, jalan tol hingga bendungan. Untuk contoh yang baru diresmikan adalah jalan tol Soroja di bandung.

    Di masa Jokowi semboyan kerja dan kerja, benar-benar dilakukannya, bukan hanya wacana. 
    Pembangunan yang mangkrak di era sebelumnya dilanjutkan, yang dahulu baru wacana tetapi hingga bertahun-tahun hingga puluhan tahun tidak dapat terealisasi, oleh Jokowi diwujudkan. 

    Tidak berlebihan jika banyak tokoh masyarakat yang memuji kinerja Jokowi, bagi mereka yang mau membuka mata dan hati untuk melihat fakta, bahwa pembangunan di era Jokowi bagaikan hujan di musim kemarau yang membawa kesejukan dan kesegaran untuk yang kekeringan.

    Sebagai contoh, Mantan Bupati Lebak yang sekaligus tokoh masyarakat Banten, Mulyadi Jayabaya, memuji pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang disebutnya telah berhasil membangun infrastuktur di daerah ini sehingga mewujudkan masyarakat sejahtera.

    "Kita bayangkan Waduk Karian yang direncanakan pembangunan tahun 1980-an, namun direalisasikan pembangunanya oleh pemerintahan Jokowi-JK," kata Mulyadi di Lebak, Sabtu 2 Desember lalu, seperti yang dilansir oleh salah satu media online. Waduk tersebut selain berfungsi untuk jaringan irigasi yang memasok air utuk 22 hektare, juga untuk pembangkit listrik.

    Hampir semua yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi merupakan hal-hal yang produktif, dan berdampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu tidak kaget jika iklim investasi di Indonesia naik peringkat menjadi layak investasi. 

    Melihat berbagai fakta yang ada, menjadi tidak heran jika sebagian besar masyarakat Indonesia merasa puas terhadap Jokowi. Kepuasan tersebut sudah otomatis mempengaruhi elektabilitas Jokowi untuk pilpres mendatang.

    Lembaga survei Indo Barometer melakukan survei terhadap penantang potensial Jokowi di Pilpres 2019. Survei tersebut dilaksanakan pada tanggal 15 hingga 23 November 2017 kepada 1.200 responden di 34 Provinsi. Survei diambil menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error +- 2,83%. Selain survei elektabilitas Jokowi untuk pilpres mendatang, Indo Barometer juga melakukan survei tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi, dan hasilnya 61,8 % menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden di priode selanjutnya.
    "Mayoritas publik menginginkan Joko Widodo kembali menjadi presiden untuk periode 2019-2024. 

    Lima alasan utama kepuasan publik tersebut karena meningkatnya pembangunan, dekat dengan rakyat kecil, sesuai dengan janji kampanye, bantuan pendidikan, dan memberikan bantuan bagi masyarakat miskin," kata Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari saat memaparkan hasil survei nasional 'Siapa Penantang Potensial Jokowi di 2019', di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Minggu (3/12/2017) seperti yang dilansir detik .com.

    Hasil survei elektabilitas untuk capres 2019 yang dilakukan oleh Indo Barometer bisa dilihat secara lengkapnya di bawah ini:
    1. Jokowi 34,9%
    2. Prabowo Subianto 12,1%
    3. Anies Baswedan 3,6%
    4. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 3,3%
    5. Gatot Nurmantyo 3,2%
    6. Ridwan Kamil 2,8%
    7. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 2,5%
    1. Megawati Soekarnoputri 2,0%
    2. Tito Karnavian 1,8%
    3. M Sohibul Iman 1,5%
    4. Jusuf Kalla 1,0%
    5. Tri Rismaharini 0,9%
    6. Moeldoko 0,8%
    7. UU Ruzhanul Ulum 0,6%
    8. Deddy Mizwar 0,6%
    9. Hary Tanoesoedibjo 0,5%
    10. Ahmad Heryawan 0,5%
    11. Sandiaga Uno 0,4%
    12. Setya Novanto 0,3%
    13. Ganjar Pranowo 0,3%
    14. Ahmad Syaikhu 0,3%
    15. Bima Arya Sugiarto 0,2%
    16. Zainul Mutaqin 0,1%
    17. Belum memutuskan 6,1%
    18. Rahasia 4,6%
    19. Tidak tahu atau tidak jawab 15,4%





      Penulis :   Cak Anton    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Kerja Keras Jokowi dan Kepuasan Masyarakat Terhadapnya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top