728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 23 Desember 2017

    #Warta : Jika Presiden Bukan Jokowi, Bercermin dari Sebuah Kampung

    Selamat malam Batfans! Semoga liburan akhir tahun ini menyenangkan. Pernah terpikir apa yang terjadi jika bukan Jokowi Presiden saat ini? Kira-kira apa yang akan terjadi? Dulu saya pernah mencoba memikirkannya dan ada sebuah kampung yang memberikan kisi-kisinya.

    Awalnya banyak yang sesumbar bahwa Jokowi tidak akan bertahan lama menjadi Presiden, hanya satu tahun kata mereka. Tapi tiga tahun berjalan, Jokowi justru semakin kokoh berdiri sebagai Presiden Republik Indonesia. Sepak terjangnya memang mengerikan bagi para bedebah di negeri ini. Dulu saya masih ingat sebuah puisi berjudul negeri bedebah, inilah satu bagian dari puisi tersebut.

    Di negeri para bedebah …

    Orang baik dan bersih dianggap salah ..

    Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan …

    Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah …

    Karena hanya penguasa yang boleh marah ..

    Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah…

    Begitulah ciri sebuah negeri yang dikuasai oleh para bedebah. Jokowi datang dan menginjak-injak para bedebah ini. Meski kurus kerempeng tapi kalau menginjak sangat keras, begitu kata Pak Jokowi. Para bedebah menyerang balik, melalui manusia-manusia yang pikirannya lemah, para bedebah ini menyerang Pak Jokowi. Tapi Pak Jokowi berdiri dengan tegar tidak menyerah, ia terus maju, bekerja dan bekerja demi keadilan sosial di negeri ini.

    Papua kini menyala terang benderang di malam hari. Harga dipelosok perlahan mulai turun berkat tol laut. BBM di Papua bisa sama harganya dengan di Jawa berkat keberanian Pak Jokowi menginjak-injak para mafia. Para bedebah panik, bingung, mereka serakah dan serakah. Tapi mereka tidak bisa menaklukkan Pak Jokowi, tidak bisa mengendalikan Pak Jokowi. Kalaupun mereka berkata mendukung Pak Jokowi namun jika korupsi tetap saja diciduk hingga di pengadilan hanya bisa tertunduk lesu, membisu.

    Apa yang membuat Pak Jokowi bisa seperti itu? Apa yang membuatnya kokoh berdiri dan tidak bisa dikendalikan oleh para bedebah?

    Jokowi tidak punya dosa masa lalu dan tidak punya hutang budi. Jokowi bebas dari kasus-kasus korupsi atau kasus lainnya. Ia tidak melanggar HAM, tidak ada darah ditangannya, ia bersih. Jokowi juga tidak memiliki hutang budi, ia terpilih karena memang ia pantas untuk menang bukan karena kampanye kotor dengan dana sangat besar. Dana Jokowi diperoleh dari rakyat, penggalangan dana dibuka oleh relawan, rakyat boleh menyumbang serelanya. Jadi hutang budi Pak Jokowi adalah kepada rakyat bukan kelompok atau partai tertentun.

    Itulah kekuatan beliau, ia independen tidak bisa dikendalikan meski pernah diisukan Presiden boneka tapi itu tidak terbukti. Hutang budinya kepada rakyat yang menyumbang, ia juga jujur dan bersih sehingga tidak bisa diajak kongkalikong. Sangat mengerikan bagi para bedebah.

    Apa yang dapat terjadi dengan Indonesia jika bukan Jokowi yang jadi Presiden?

    Indonesia akan bangkrut, kemudian luluh lantak diperebutkan oleh pada bedebah. Saat Jokowi menjadi Presiden, Indonesia sudah ditepi jurang kebangkrutan. Hutang menumpuk namun tidak produktif, tidak bisa menjadi uang kembali. Sebagian hutang negara justru disedot oleh para bedebah.

    Jika bukan Jokowi maka besar kemungkinan ia akan dikendalikan oleh para bedebah ini. Jika ia memiliki dosa masa lalu maka itu akan dieksploitasi oleh para bedebah. Jika ia hutang budi maka ia akan ditagih terus hutangnya hingga kebijakan sang Presiden tidak akan berpihak pada rakyat tapi pada para bedebah.

    Ada sebuah kampung, ketika ia dipimpin oleh seorang kepala suku yang jujur, berintegritas, dan tanpa cela, daerah itu melesat maju. Sama seperti Jokowi, pemimpin ini tidak memiliki dosa masa lalu dan tidak memiliki hutang budi. Tapi kemudian para bedebah di kampung tersebut bersekongkol untuk menggulingkan si kepala suku dan berhasil.

    Para bedebah itu kemudian mengangkat seseorang yang gila kekuasaan untuk menjadi kepala suku. Kepala suku baru ini merasa bahwa ia telah berhasil menang karena kehebatan dirinya tapi sebenarnya ia justru jadi boneka para bedebah. Akhirnya kampung yang tadinya bergerak maju malah jadi mundur karena kepentingan para bedebah diutamakan, warganya dikorbankan.

    Pajak warga kampung dibagi-bagi kepada para bedebah ini. Macam-macam caranya dari membuat air mancur hingga butuh pembantu banyak. Para pembantu yang akan melayani si kepala desa ini dibayar dari uang pajak bukan dari gajinya. Bayarannya pun tidak murah, maklum karena para pembantu ini dulunya membantu menjadikannya kepala suku.

    Jalan-jalan di sekitar pasar dalam kampungnya dirampas dan berubah menjadi lapak dagangan. Warga kampung itu jadi kebingungan harus berjalan dimana. Penyewa warung jadi bingung karena sepi pembeli. Supir beca kabarnya mau mogok karena pendapatannya terganggu. Kabarnya preman pasar tadi berjasa juga. Yang terjadi kini malah mundur kampungnya, bahagia bedebahnya.

    Belajar dari kampung tadi, kita dapat membayangkan apa yang bisa terjadi jika bukan Jokowi yang jadi Presiden. Memang selama pemerintahan Pak Jokowi masih ada kekurangan, jelas karena ia juga manusia biasa. Tapi kita bisa merasa yakin bahwa kebijakan yang ia ambil selalu dengan memprioritaskan kepentingan rakyat.

    Kalau tidak maka tidak akan banyak jalan tol yang terbentang, pelabuhan yang berdiri gagah menentang ombak, bandara-bandara hingga kepelosok daerah. Tidak ada pembangkit listrik baru yang dengan daya besar mengaliri listrik di pelosok. Bendungan baru yang megah dan kokoh menahan sungai.

    Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia baru akan bisa terwujud jika pemimpinnya bisa dan berani berpihak pada rakyat, bukan pada para bedebah.

    I Am The Night.




    Penulis   :  Gusti Yusuf     Sumber   :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Jika Presiden Bukan Jokowi, Bercermin dari Sebuah Kampung Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top