728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 19 Desember 2017

    #Warta : Jelang Natal Beredar Surat Larangan Beribadah

    Sebagai seorang warga negara Indonesia, kita mempunyai hak untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan kita, dan itu dijamin oleh UUD 45. Pada pasal 29 ayat 2 berbunyi: “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu".

    Dari pasal 29 ayat 2 UUD 1945 mempunyai makna bahwa kita sebagai warga negara Indonesia yang menganut berbagai agama dan kepercayaan tersebut harus saling hormat menghormati serta bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup serta saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Jelas, semuanya dijamin oleh UUD45. Lalu kenapa sekarang harus ada larangan beribadah untuk agama tertentu dengan alasan bahwa rumah tersebut bukan rumah ibadah dan belum legal? Padahal setiap warga negara berhak menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing.

    Menurut perkiraan saya, pemilik rumah dan pendeta tersebut tidak mungkin menjadikan rumah tersebut sebagai tempat ibadah rutin. Dan pemilik rumah atau pun pendeta pasti menyadari hal tersebut. Tetapi jika rumah tersebut dipakai untuk kegiatan ibadah tidak rutin, apakah hal tersebut menyalahi peraturan yang ada? Seperti umat Muslim yang mengadakan pengajian di rumah warga apakah tersebut menyalahi peraturan yang ada? Saya kira tidak. Dan itu diperbolehkan.

    Saya secara pribadi ingin bertanya kepada pembaca Seword yang bukan beragama Kristen, jika di lingkungan Anda ada umat Kristiani yang menjalankan ibadahnya, apakah keimanan Anda akan terganggu? Apakah Anda akan langsung menganut agama Kristen? Saya yakin 100% bahwa keimanan Anda tidak akan terganggu sama sekali. Dan saya juga yakin Anda tidak akan berubah keyakinan saat itu juga karena mendengar ceramah atau pun nyanyian Kristen yang diperdengarkan.

    Menjelang Natal yang penuh damai ini, sudah saatnya kita merajut tenun kebangsaan kita dengan mengedepankan toleransi. Biarkan umat Kristiani menjalankan ibadahnya. Karena menjaga kedamaian lebih bermakna daripada saling membenci. Jika damai yang Tuhan Yesus berikan tidak juga dapat mendamaikan kita semua, apa gunanya Yesus Kristus lahir ke dunia? Di saat kita memperingati kelahiran-Nya, Di situ harus ada damai dan kasih menyertainya. Karena Yesus adalah pembawa damai serta cinta kasih.

    Biarkanlah umat Kristiani beribadah menyambut kedatangan Juru Selamat dan Juru Damai dengan tenang, karena saya yakin ibadah umat Kristiani dimanapun juga tidak akan menggoyahkan iman mereka yang bukan Kristiani. Karena tujuan dari ibadah Kristiani hanya untuk menguatkan iman Kristen itu sendiri serta memuliakan Tuhan Yang Maha Esa dan tak bermaksud untuk mengkristenkan mereka yang bukan Kristen. Percayalah.

    Bukan begitu kura-kura?

    Sumber Foto : screenshot dari akun Twitter Capres Abadi

    #MaknaNatal



    Penulis   :   Daniel Setiawan    Sumber   ; Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Jelang Natal Beredar Surat Larangan Beribadah Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top