728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 19 Desember 2017

    #Warta : Golkar di tangan Airlangga Deklarasikan Dukung Jokowi, Strategi JK Gagal?

    Saat Setnov ditetapkan sebagai tersangka kasus E-KTP, JK menjadi sosok yang begitu getol memaksa DPP Golkar untuk segera melakukan Munaslub memilih ketua umum yang baru menggantikan Setnov. Kegetolan JK tentu membuat publik penasaran. Apa motif dibalik kegetolan JK memaksa DPP segara menyelenggarakan Munaslub?

    JK menegaskan sudah harus ada pergantian pimpinan di tubuh Golkar pada Desember. Apa pun hasil praperadilan Setya Novanto, menurut JK, itu tak akan mempengaruhi pelaksanaan munaslub. JK mengatakan dengan ditahannya Novanto oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi e-KTP, kata JK, secara otomatis itu telah menimbulkan kesan buruk terhadap Golkar. Turunnya elektabilitas Golkar juga disebut-sebut sebagai dampak perkara Novanto.

    DPP Golkar sebelumnya memutuskan menunggu hasil praperadilan sebelum memutuskan nasib Novanto selanjutnya. Apabila memenangi praperadilan, Novanto akan kembali aktif sebagai Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR. Namun jika kalah, DPP akan memproses digelarnya munaslub. Namun JK terus memaksa DPP melakukan Munaslub tanpa melihat hasil praperadilan Setnov.

    Dari awal, JK mengajukan Airlangga sebagai pengganti Setnov. Entah misi politik apa yang sedang JK jalankan sehingga begitu bersemangat untuk melengserkan Setnov. Banyak yang berpendapat bahwa JK punya misi untuk membatalkan dukungan Golkar. JK disebut-sebut ingin Anies bisa menjadi capres di Pilpres 2019.

    Sepertinya Jokowi menangkap gelagat itu. Jokowi tak membiarkan Airlangga jatuh ke pengaruh JK. Jokowi dekati Airlangga dan berikan dukungan untuk menjadi Ketua Umum Golkar.

    Langkah Jokowi sepertinya sukses. Airlangga berhasil menjadi ketua umum Golkar dengan begitu mudahnya. Tidak hanya itu, Airlangga juga telah deklarasi ulang untuk mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

    Partai Golkar kembali mendeklarasikan ulang dukungannya untuk Joko Widodo (Jokowi) maju sebagai capres 2019. Deklarasi itu disampaikan oleh Koordinator Kepartaian Kahar Muzakir di depan Jokowi dan politisi nasional yang hadir di JCC Senayan, Senin (18/12).

    "Maka dengan ini Partai Golkar di bawah kepemimpinan ketua umum yang baru, menegaskan kembali pencalonan Bapak Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia dalam pemilihan umum tahun 2019," kata Kahar.

    Dia mengatakan, yang menjadi dasar pertimbangan Golkar adalah kinerja tiga tahun kepemimpinan Jokowi. Banyak keberhasilan yang telah dilakukan Jokowi terutama dalam hal pembangunan.

    Kahar menambahkan, Partai Golkar berjanji bekerja keras untuk memenangkan Jokowi di Pilpres 2019. "Partai Golkar dan seluruh jajarannya dari pusat hingga daerah, akan berjuang dengan keras untuk memenangkan bapak Joko Widodo untuk presiden untuk periode kedua," tegasnya.

    Setelah Golkar di tangan Airlangga kembali mendeklarasikan mendukung Jokowi di Pilpres 2019, maka strategi JK membatalkan dukungan Golkar ke Jokowi dianggap gagal. Ini dengan catatan JK memang memiliki misi ke arah sana saat memaksa DPP Golkar menyelenggarakan Munaslub untuk melengserkan Setnov dan mengangkat Airlangga sebagau Ketua Umum Golkar.

    Sampai saat ini JK tidak memberikan komentar terkait deklarasi ulang mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Maka, kegetolan JK untuk memaksa DPP Golkar segera melengserkan Setnov dan mengangkat Airlangga menjadi multi interpretasi. Selain pendapat yang mengatakan JK ingin membatalkan dukungan Golkar ke Jokowi, namun juga bisa ada pendapat sebaliknya. Keinginan JK untuk segera mengangkat ketua umum Golkar yang baru adalah demi Jokowi.

    Meskipun JK dekat dengan Anies karena satu almamater, tidak serta merta membuat JK lebih mendukung Anies dibanding Jokowi. Meskipun JK terkenal dengan politikus ulung, bahkan sebelum menjadi cawapres Jokowi sempat mengatakan jika Jokowi menjadi presiden maka Indonesia akan hancur, bukan mustahil jika pada akhirnya JK tetap lebih mendukung Jokowi dibanding Anies.

    Kebersamaan selama 3 tahun dengan Jokowi tentu memiliki kesan tersendiri. Jika JK memang pada akhirnya mendukung Jokowi, maka saya katakan Jokowi telah berhasil memanfaatkan kebersamaa 3 tahun itu untuk meluluhkan JK. Jika JK benar mendukung Jokowi, maka upayanya untuk segera melengserkan Setnov adalah untuk mempebaiki citra Jokowi. Jika Jokowi terus didukung Setnov yang jadi tersangka kasus E-KTP, maka akan membahayakan Golkar dan Jokowi.

    Namun jika misi JK adalah membatalkan dukungan Golkar ke Jokowi, maka dengan deklarasi ini, menjadi bukti bahwa Jokowi berhasil mempecundangi JK. Taktik Jokowi terbukti lebih jitu dibanding JK. Jokowi berhasil mengambil Airlangga sebelum dipengaruhi oleh JK.



    Penulis   :   saefudin achmad    Sumber   ; Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Golkar di tangan Airlangga Deklarasikan Dukung Jokowi, Strategi JK Gagal? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top