728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 01 Desember 2017

    #Warta : Fitnah Jokowi Memecah Islam, Akankah di Usia Tua, Amien Rais Sesak Dililit Pasal 310 KUHP?

    Semakin tua, seorang seharusnya menjadi semakin bijaksana, seperti apa yang dikatakan banyak ayat emas di dalam kitab suci yang mengatakan tentang usia yang semakin membuat orang hidup bijaksana. Seorang Nabi bernama Musa pun di dalam Mazmur mengatakan dengan jelas bahwa masa hidup setiap orang kira-kira tujuhpuluh taun, dan jika kuat delapanpuluh tahun. Kebanggaan dari usia tua adalah kesukaran dan penderitaan, sebab lewatnya terlalu buru-buru, dan mereka melayang lenyap.

    Seharusnya dengan mengetahui fakta ini, Amien Rais justru harus bisa sadar bahwa di usia tuanya yang semakin renta, harus semakin bijaksana, bukan semakin mengejar singgasana. Kami di Indonesia sadar betul bagaimanapun juga, Pak Dhe Jokowi adalah salah satu presiden terbaik. Ia tanpa harus memamerkan agamanya yang mayoritas, bisa memimpin negara ini dengan baik dan dengan profesional. Pak Dhe Jokowi adalah seorang muslim taat, yang benar-benar menjaga marwah agamanya.

    Mengapa manusia tua Amien Rais yang sangat rasis ini malah mengatakan Pak Dhe mencoba untuk memecah belah Islam? Bukankah dengan statement-mu, kamu justru yang memecah belah Islam? Segeralah ada yang melaporkan Amien Rais, biar membuktikan bahwa dirinya tidak lebih dari Jonru, Ahmad Dhani, dan berbagai agen Saracen, yang kerjanya hanya menyebarkan fitnah, provokasi, dan ujaran kebencian, dengan bertopengkan agama.

    Sebenarnya saya tidak ingin berkata bahwa Tuhan sedang bermain-main dengan angin yang merusak panggungmu Namun mungkin saja, ya, mungkin saja Dia sedang memperingatkan kalian agar tidak lagi membawa-bawa nama Tuhan dan menjualnya dengan sangat murah, hanya dengan sebungkus nasi, dan bahkan ongkos pulang pun tidak ditanggung. Jangan rusak nama besar agamamu karena kelompokmu, manusia tua.

    Amien Rais, sudah lah, jangan banyak melakukan provokasi. Di usiamu yang sudah masuk kepada era senjakala, berbuatlah baik. Jangan menunjukkan dirimu yang asli. Karena saya percaya, secara hakikat, semua manusia itu berdosa dan butuh kebenaran. Jangan mengucap kebenaran tanpa ada sebuah standar yang valid. Saya sangat yakin, kitab suci bukanlah standar yang kamu gunakan. Karena yang kamu baca, tidak dibaca sesuai konteks. Kamu hanya membaca secara literal.

    Jika semuanya literal, apa bedanya kamu dengan para pengebom-pengebom yang membawa nama agama? Jangan asal kutip, bacalah seluruh kitabmu, dan lihatlah sekitarmu, agar kamu menjadi waras. Mengapa kamu mengatakan hal yang tidak senonoh seperti itu Mien? Apakah kamu ketakutan bahwa yang akan hadir ke dalam acara reuni 212 yang sepi, dan ditambah panggungnya hancur diterpa badai? Sebenarnya saya tidak ingin berkata bahwa Tuhan sedang bermain-main dengan angin yang merusak panggungmu. namun melihat situasi sekarang, maka tidak berlebihan jika saya mengatakan, ada campur tangan yang atas.

    Saya sengaja pakai “kamu” untuk Amien Rais, karena sulit bagi saya untuk menghormati manusia tua yang sudah mau ke tanah ini. Agar opini saya valid, saya akan berikan kutipan lengkapnya. Simak selengkapnya…

    "Saya akan menyampaikan beberapa hal, nanti akan kita jadikan Insyaallah tanggal 2 Desember kita akan bacakan resolusi atau petisi atau maklumat… Agar pemerintah sekarang mengetahui aspirasi kita dan jangan sampai nggak tahu masalah yang kita hadapi sekarang. Jangan sampai mereka meremehkan kemampuan berfikir kita, kita nggak gampang dikibulin, kita lebih cerdas… Bagaimana sudah dikatakan bahwa tekanan kita terima tanpa henti, kalau kita tidak punya daya tahan akan bahaya. Bahwa perjuangan kita ini amat sangat enteng, sangat ringan dibandingkan dengan para pendahulu kita… Nabi Nuh itu termasuk 5 nabi top yang tahan uji, yang jihadnya menyundul awan, Nabi Nuh mendakwah ratusan tahun hanya bisa merekrut 86 orang pengikut saja, jadi kita ini hanya ditantang oleh cebong-cebong itu udah biasa, jangan takut… Saudara, pelajaran Nabi Nuh yang ratusan tahun digempur, dihina, harus dijadikan semangat, jadi buat kita ini sangat enteng, jangan kendor karena ancaman, iming-iming dan sebagainya… Bagi saya kalau di dalam Al Quran dikatakan hamba Allah berjalan di muka bumi dengan rendah hati bersahaja. Kalau ada orang jahil yang mendebat dan menjahili kita, berbaik hati lah, dan selamat pada cebong, teruskan lah saja percebonganmu itu… Saya melihat ada perjuangan Nabi Musa melawan Firaun, ada Isa melawan Romawi, ada Nuh dan orang kafir, mereka berjuang tak berhenti siang malam, dan Nabi Muhammad dengan orang kafir. Sepertinya saudara-saudara umat islam menghadapi kezaliman ini lututnya nggak kuat, tapi nggak usah kita pikirkan, yang ada ini sekarang terus lanjutkan perjuangan saja… Saudaraku, perjuangan kita menghadapi lawan Islam memang agak berat, yang kita hadapi sekarang ini yang bukan yang kita lihat selama ini, namun di belakang ini ada dajal militer, dajal ekonomi, dajal intelijen, kita jangan takut, Insyaallah kita menang… Lihatlah orang-orang barat, timur, tengah dan lainnya, umat Islam di Indonesia tak hanya malas-malasan, tapi kita sudah berbuat. Saya kasih tau para intel yang ada di sini, saya ini hanya memberikan kebenaran, kita tak akan berontak, bakar-bakar mobil, berbuat kerusuhan, tidak… Jadi Jokowi nggak usah khawatir, Kapolri nggak usah keder, kita cuma menyampaikan saja, kita hanya menyampaikan, tidak akan merusak rumput di Monas, jadi kita akan menyampaikan saja… Hei pak presiden jangan jualan murah negeri kita ke Beijing, jangan jual aset BUMN kita keluar negeri, jangan pecah belah umat Islam, jangan pecah belah PPP. Karena saya lihat rezim ini gemar sekali memecah belah bangsa sendiri… Kita tahu sekarang kaum intelektual Papua sedang melakukan diplomasi ke seluruh dunia untuk melakukan referendum. Kalau kita tahu mau direferendum, ini bahaya… Saya ingatkan mas Jokowi, jangan asik memecah belah umat Islam. Tapi lihat permasalahan di Papua sudah siap merongrong bangsa kita… Semua berkumpul, jemaah sejak subuh, Insyaallah ada jutaan, tokoh lain akan datang, nanti akan dilestarikan apa pendapat kita tentang negeri ini di agenda reuni akbar di Monas" ujar Amien di acara Kongres Nasional Alumni 212 yang digelar di Wisma PHI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2017) malam. SUMBER

    Akhir kata, semoga Amien Rais ini lekas bertobat, kembali ke jalan yang benar, dan tidak melakukan provokasi kepada massa yang sedang lapar. Entah karena sepi order, maka program “jualan obatnya” semakin gencar? Atau karena digertak oleh angin yang merobohkan panggung 212? Jangan-jangan Amien Rais sedang berperan sebagai Firaun yang setelah kena 10 tulah, mulai mengejar umat perjanjian dan Nabi Musa? Atau ia harus menghabiskan masa tuanya di dalam lautan kebencian, yang disimbolkan dengan laut merah? Hanya Tuhan yang tahu. Semoga di dalam usia senjakala yang tidak panjang lagi, ia bisa kembali ke jalan yang benar.

    Betul kan yang saya katakan?



    Penulis   : Hysebastian     Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Fitnah Jokowi Memecah Islam, Akankah di Usia Tua, Amien Rais Sesak Dililit Pasal 310 KUHP? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top