728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 21 Desember 2017

    #Warta : Bentuk Tim Kecil Koreksi Pergub, Tebak Pemprov DKI Jakarta Punya Berapa Tim Sekarang?

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, punya program baru. Bukan ini sebuah kebijakan yang membawa kebaikan pada hajat hidup orang banyak. Kali ini Anies ingin membentuk Tim Harmonisasi Aturan maupun Peraturan Gubernur (Pergub).

        Kita akan bikin tim ini harmonisasi (Pergub), aturan- aturan termasuk yang nanti dilihat sama timnya. Memastikan semua aturan-aturan kita Pergub inline dengan Perda, inline dengan Peraturan Pemerintah. Kita sudah lihat yang kemarin, sudah dikoreksi soal Monas.

    Sumber : http://www.tribunnews .com/metropolitan/2017/12/19/anies-kembali-bentuk-tim-kecil-untuk-koreksi-semua-pergub

    Rasa-rasanya Anies ini adalah Kepala Daerah yang terlalu ribet bukannya bekerja yang konkret tapi malah ribut melulu soal administratif.

    Sekarang begini, apa sih urgensinya me-review semua Peraturan Gubernur yang ada? Kalau Monas yang dijadikan contoh, lah mohon maaf nih Pak Gubernur, saya sih berpandangan aturan soal Monas itu diubah sesuai kepentingan pihak tertentu yang pengen banget bisa bikin acara di Monas. Kebetulan lagi pihak itu adalah barisan pendukung Anda. Dan Anda menggunakan power yang Anda punya untuk mewujudkan keinginan mereka.

    Aturan apa lagi nih yang mau diubah? Atau kemarin keki karena ternyata ada Peraturan Gubernur soal keharusan mengunggah video rapat Pemprov ke Youtube? Sehingga yang semula sudah keluar pernyataan tidak akan mengunggah video karena dapat menimbulkan perpecahan umat kemudian tiba-tiba beberapa hari lalu video rapat diunggah beruntun dalam satu hari persis Youtuber lagi kejar setoran upload video banyak sekaligus.

    Dan lagi-lagi kalau ditanya soal timnya maka Anies sok-sokan bermain rahasia. Mungkin Anies ini lupa kalau nanti juga ujung-ujungnya gaji atau fee mereka pasti diambilkan dari APBD DKI Jakarta yang mana artinya itu uang rakyat. Saya sih sangsi kalau Gubernur mau mengeluarkan dana tunjangan operasionalnya yang milyaran rupiah tiap bulannya itu untuk membayar mereka. Dengan alasan agar jelas dan endesbra endesbre notanya pasti ditujukan ke APBD.

    Lah masalahnya sekarang bukannya Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur ini sudah punya tim TGUPP ya? Jumlahnya saja 70 orang lebih. Uangnya dimintakan dari APBD, tapi (lagi-lagi) siapa orangnya, bagaimana *track recordnya, dan hal-hal mengenai mereka dirahasiakan. Nanti, begitu jawabnya selalu.

    Terus 70 lebih orang yang digaji puluhan juta dengan uang rakyat ini fungsi dan hakekat dibentuknya apa kalau ujung-ujungnya masih ada tim ini-itu. Contohnya tim kecil yang bertugas untuk memetakan agenda percepatan untuk masalah transportasi, tim khusus untuk menyusun Raperda baru terkait konsekuensi atas pencabutan raperda terkait reklamasi, dll. Memangnya puluhan orang ini nggak ada yang punya kompetensi terkait analisa undang-undang dan urusan transportasi? Terus apa kompetensi 70 lebih orang ini?

    Kalau misalnya dalam TGUPP sudah ada pakar-pakar soal regulasi maupun transportasi (dan juga urusan-urusan lain) ya buat apa dibuat tim-tim lagi di luar itu. Kan ini tidak efektif dan efisien. Malah jadi beban karena anggarannya juga akan numpuk-numpuk.

    Baru sekali ini saya tahu Kepala Daerah ribetnya Masya Allah. Presiden saja yang ngurusi satu Indonesia dari Sabang sampai Merauke rasanya cara berpikirnya dan bekerjanya tidak seruwet Anies dan Sandi. Kebayang nggak kalau misalnya Anies dan Sandi ini yang jadi Presiden dan Wakil Presiden negara ini? Saya rasa pembangunan bakal mundur panjang karena Kepala Negaranya sibuk ngurusi hal yang kurang substansial.

    Lagipula buat apa semua Pergub harus dikoreksi? Apakah semua dirasakan salah oleh Gubernur? Kalau hemat saya seusaikan saja dengan apa yang akan dikerjakan. Misalnya Gubernur mau membuat A, bersama staffnya silahkan membuat analisa dan acuannya dari Pergub yang lama dicocokkan dengan peraturan pemerintah pusat. Tidak semua perlu dikoreksi. Mau mencari salah siapa dan apa sih? Mbok ya daripada koreksi Pergub terus yang ujung-ujungnya pasti dipakai untuk mengkambinghitamkan orang lain lebih baik bekerja sekeras dan secerdas dua pendahulu sebelumnya, Jokowi dan Ahok.

    Ibarat pendidik di dunia akademis, Gubernur yang sekarang ini mirip dosen yang demennya ngasih teori terus. Tapi nol prakteknya. Jadi ketika muridnya bertanya yang agak kritis sudah bingung dan selalu dikembalikan ke teori tanpa bisa menjelaskan dan menunjukkan pengaplikasian teori itu pada hal yang ditanyakan atau bagaimana jika dipraktekkan.



    Penulis   :    Rahmatika        Sumber   :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Bentuk Tim Kecil Koreksi Pergub, Tebak Pemprov DKI Jakarta Punya Berapa Tim Sekarang? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top