728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 06 Desember 2017

    #Warta : Bagaikan Raja Arab, Anies Sulit Ditemui

    Setelah resmi dilantik Presiden Jokowi, Anies Baswedan kini sulit ditemui. Berbagai alasan dia kemukakan karena tidak mau repot dan tidak mau ribet dengan segala urusan tetek bengek persoalan warga DKI.

    Jangankan warga biasa, sekelas anggota DPRD DKI, kecuali M. Taufik dan Lulung itu lain cerita, saja susahnya minta ampun mau ketemu si Anies Baswedan ini. Gayanya sudah seperti raja Salman dari Arab yang tidak sembarang orang bisa menemuinya.

    Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD DKI Jakarta Mualif pernah ingin ketemu Anies Baswedan untuk menyampaikan masalah soal pelintasan sebidang kereta api yang akan ditutup oleh penerintah pusat. Namun, dia kesulitan menemui Anies Baswedan.

    Saat pak Mualif ingin bertemu dengan Anies Baswedan, protokoler mencegah, tidak bisa karena harus melalui prosedur dan lain sebagainya. You see? Kalau wakil rakyat ketemu Gubernur saja sudah sulit, apalagi sekelas warga DKI yang biasa-biasa saja?

    Kalau di era Ahok dulu, setiap pagi Ahok melayani warga DKI yang datang ke Balai Kota dan langsung menyelesaikan masalah-masalah yang dialami warga DKI.

    Kini di era Anies-Sandi, situasinya terbalik 180 derajat. Anies Baswedan justru melempar masalah-masalah warganya ke Kelurahan, padahal warga ingin agar permasalahan mereka diselesaikan pada saat bertemu dengan dia sebagai Gubernur DKI Jakarta.

    Wajar dong warga DKI ingin bertemu dia umtuk diselesaikan masalah-masalah secara si Anies Baswedan ini digaji dari uang warga DKI yang bayar pajak kepada negara.

    Selain itu, bukankah Balai Kota adalah rumah rakyat, masa warga DKI dan Wakil Rakyat yang mau ketemu dia untuk membereskan masalah-masalah susahnya setengah koit.

    Coba kalau Hashim Djojohadikusumo yang datang mau ketemu dia di Balai Kota, cepatnya minta ampun. Tipikal orang seperti Anies Baswedan yang tidak mau repot ini bukan tipikal pemimpin, akan tetapi tipikal orang yang hanya bersandar kepada siapa yang menguntungkan bagi dirinya saja.

    Kerja Ahok jelas lebih konkret yang bekerja dengan tulus dan tidak nyolong uang negara demi kemaslahatan warga DKI. Pola kerja Ahok yang terbuka telah membuat Jakarta menjadi lebih transparan. Ahok memang hadir untuk membawa perubahan yang lebih bagi warga DKI Jakarta.

    Kalau mau bicara jujur, harusnya Ahok yang menang mutlak dalam Pilkada 2017, kalau pihak Anies-Sandi tidak memainkan isu ras dan agama dengan mempolitisisasi ayat Al-Maidah dan haram pemimpin dari golongan kafirun para penghuni neraka jahanam itu.

    Banyak orang pintar di NKRI ini, tapi orang pintar yang jujur, berani, berintegritas tinggi dan punya nyali seperti ahok itu bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami. Jujur saja Ahok gagal jadi Gubenur DKI, yang menyesal bukan Ahok, akan tetapi warga DKI Jakarta.

    Inilah mimpi buruk yang kini diderita oleh warga DKI karena salah pilih orang jadi pemimpin DKI. Anies Baswedan adalah tipikal orang yang mau berbuat apa saja demi kepentingannya sendiri sekalipun harus mengorbankan orang lain, dalam hal ini Ahok yang dikorbankan sampai masuk penjara.

    Bikin rusuh dengan kegaduhan SARA, bikin pernyataan dan opini untuk mencuci otak warga miskin dan bodoh yang kurang pendidikan, semua itu dia lakukan agar bisa menang jadi Gubernur DKI Jakarta.

    Mengerikan memang, tapi mau bilang apalagi. Nasi sudah menjadi bubur. Tapi bubur kalau dikasi kecap manis plus bawang goreng, rasanya nikmat sekali. Paham kan maksud saya?

    Realitanya 58 persen rakyat Jakarta yang terlalu naïf dan bodoh mempertaruhkan nasib masa depan kota Jakarta ini hanya demi 1 ayat saja yang juga masih multi tafsir itu.

    1 ayat yang diprovokasi dari sekian banyak ayat-ayat lainnya. JKT48 hanya bisa mengelus dada dan tepok jidat akibat ulah JKT58 sehingga harus sengsara lima tahun lamanya.

    Fakta telah membuktikan bahwa mereka mewarisi ketertinggalan, kemunduran, masih fanatik taklid, cupet dan mudah dibius pola berpikir alam bawah sadar mereka.

    Mereka bertaruh pada janji-janji sorgawi, maju kotanya bahagia warganya, maju manusianya mangkrak infrastrukturnya, sedangkan Ahok yang sudah terbukti kinerja dan prestasi kerjanya pun diabaikan.

    Yang penting seiman, bodoh amat. Itu yang ada dalam alam bawah sadar mereka. Namun Gusti ora sare, karena pada akhirnya siapa yang benar akan tampak seperti emas murni.

    Ahok sudah kalah, masuk penjara pula. Ya sudah mau bilang apalagi? Mungkin Allah ingin membuka mata kita bahwa DIA mengasihi para kaum bumi peang dan bani pentol korek yang berniat akan bunuh diri massal jika Ahok menang.

    Mungkin Allah ingin membuka mata kita bahwa DIA mengasihi para kaum bumi peang dan bani pentol korek yang berniat loncat dari Monas dan yang akan potong telinga jika Ahok menang karena Allah tahu itu bukan jalan masuk surga.

    Kura-kura begitu.


    Penulis :   Argo   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Bagaikan Raja Arab, Anies Sulit Ditemui Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top