728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 20 Desember 2017

    #Warta : B1UNO alias Bi Uno yang Terobos Busway, Tunggak Pajak Ratusan Juta

    Dunia ini semakin edan, ketika manusia semakin kaya, mereka terlihat cenderung semakin tidak bertanggung jawab. Sebagai warga negara yang baik, seharusnya pemilik mobil B1UNO ini membayar pajak. Apalagi dengan bantuan kecanggihan dari sistem informasi yang ada sekarang, warga bisa melihat seluruh detail mobil yang ada, hanya dengan memasukkan nomor polisi yang ada.
    Kemajuan teknologi ini harusnya bisa menjadi salah satu kontrol sosial yang digunakan oleh para warga, untuk mengetahui informasi mengenai para pelanggar lalu lintas. Secara peraturan, mobil ini melanggar UU RI nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 287 yang berbunyi demikian.
    1. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).
    2. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf c dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).
    3. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan gerakan lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf d atau tata cara berhenti dan Parkir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf e dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
    Setelah saya mempelajari UU lalu lintas, saya tidak menemukan bahwa mobil warga tidak boleh masuk ke jalur yang tidak sesuai dengan jalurnya, meskipun dengan pengawalan sekalipun. Jadi dalam sepengetahuan saya, hukum mengenai lalu lintas tidak memberikan ruang untuk warga biasa berdalih karena dikawal. Jika ada yang menemukan hal lain, silakan dimasukkan ke dalam kolom komentar, sebagai bahan pembelajaran kita bersama.

    Ada satu hal yang mencengangkan, saya peroleh dari penelusuran saya mengenai hukum lalu lintas dan data yang dipaparkan di internet. Apakah itu? Begini, satu sisi, kita melihat bagaimana arogansi seorang.. Eh.. Maksud saya sebuah Bi Uno yang masuk ke jalur busway dan bahkan dikawal. 

    Orang ini tentu bukanlah orang yang sembarangan. Ia adalah orang kaya yang punya begitu banyak harta, mungkin tahta dan wanita juga, terlihat dari Bi Uno ini adalah pusaka ke-16 dari pemilik.
    Saya tidak bisa membayangkan, seberapa besar pajak yang harus dibayarkan sang pemilik Bi Uno ini dengan peraturan pajak progresif. Terlihat dari nominal pajak Bi Uno, nilainya adalah Rp149.625.000. Nilai yang tidak sedikit itu, ternyata berstatus JATUH TEMPO PAJAK Lebih dari 1 tahun. Jatuh tempo pajak adalah tanggal 23 September 2015. Artinya sudah 2 tahun lebih mobil ini menunggak pajak.

    Dapatkah kita membayangkan ketika seorang suami tidak mengurus istri ke-16 nya selama dua tahun? Apa saja tunggakan yang harus dibayarnya ketika ketahuan oleh seluruh warga? Demikian juga yang dirasakan oleh Bi Uno, mobil ke-16 yang ditunggak selama dua tahun lebih oleh sang pemilik. Bayangkan pajak nya bisa mencapai 149.625.000, nyaris seharga mobil saya.

    Siapa pemilik mobil yang menunggak sampai ratusan juta ini? Sampai sekarang menjadi misteri, karena pemilik mobil yang sesungguhnya belum tentu yang tercatat di BPKB. Siapapun bisa memiliki mobil tersebut. Teman saya pun membeli mobil, mengatasnamakan pegawainya. Namun BPKB tetaplah dipegang oleh teman saya. Jadi mobil X itu adalah mobil teman saya, atau mobil pegawainya? Logikanya begitu saja. 

    Jadi mungkinkah Sandiaga Uno yang memiliki mobil tersebut?
    Ini berita lengkapnya.

    "Setelah dicek oleh anggota, pemiliknya bukan Pak Sandiaga Uno, tapi atas nama Dwi Putranto, alamat di Jakarta Barat," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra kepada detikcom, Selasa (19/12/2017). SUMBER

    Saya di sini tidak ingin memfitnah dia seperti kaum tukang ngemil micin. Saya pun yakin, terlalu tolol jika kita langsung menuding Sandiaga Uno sebagai pemilik mobil tersebut, hanya karena nomor Bi Uno ada kemiripan dengan Bi Narti. Hahaha.






    Penulis   :    hysebastian       Sumber   :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : B1UNO alias Bi Uno yang Terobos Busway, Tunggak Pajak Ratusan Juta Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top