728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 23 Desember 2017

    #Warta : Ahok Dapat Remisi Natal. Yesus Lahir Di Kandang, Tak Masalah Rayakan Natal Di Penjara

    Kabag Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Ade Kusmanto dalam keterangannya pada hari Jumat, 22 Desember 2017 mengatakan bahwa, dari total 14.748 narapidana beragama Kristen, sebanyak 9.158 narapidana mendapatkan remisi Natal 2017. Salah satu di antaranya adalah terpidana kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

    Rinciannya 15 hari remisi untuk 2.338 napi, 1 bulan untuk 5.895 napi, 1 bulan 15 hari untuk 745 napi, 2 bulan untuk 180 napi, serta 175 narapidana mendapat remisi yang memungkinkan mereka untuk langsung bebas.

    Dengan remisi ini, negara bisa menghemat anggaran makan narapidana sebesar Rp 3.766.801.500 dengan perhitungan jatah makan per orang narapidana sebesar Rp 14.700. Woooowwww……. 
    Besar juga ya biaya yang harus dikeluarkan negara untuk mengurus narapidana. Ini baru biaya makan. Belum lagi biaya yang lain-lain.

    Ahok resmi mendapat remisi khusus (RK 1) Hari Raya Natal 2017 dari Kementerian Hukum dan HAM yang sudah ditandatangani oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta pada hari Kamis, 21 Desember 2017. Masa penahanan terpidana kasus penodaan agama yang divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Mei 2017 itu dipotong 15 hari. Pemberian remisi Ahok ini sudah sesuai aturan yang tertulis dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

    Ahok dan 9.157 narapidana Kristen lainnya dinilai telah berkelakuan baik selama menjalani masa penahanan di penjara. Selain itu, Ahok juga sudah menjalani masa penahanan selama enam bulan, sejak ditahan pada 9 Mei 2017 lalu. Dengan alasan itulah Ahok dianggap memenuhi syarat untuk mendapat remisi.

    "Ahok selama menjalani pidananya tidak pernah melanggar peraturan tata tertib Rutan serta menunjukan sikap baik terhadap sesama warga binaan maupun petugas." Demikian penjelasan singkat Ade Kusmanto.

    Pengacara Ahok, I Wayan Sudirta juga sudah mendengar kabar gembira ini. Sudirta menjelaskan setiap narapidana berhak mendapatkan remisi pada hari raya agama yang dia anut. "Ini di luar hal-hal lain, kan remisi itu macam-macam, ini sudah hak gitu. Karena khusus untuk hari raya setiap narapidana dia boleh mendapatkan remisi untuk hari raya terhadap agama yang dianut. Kalau Kristen dia ambilnya di Natal, kalau Muslim di Idul Fitri," ujar Sudirta.

    Sudirta menyebut Ahok enggan berkomentar terkait remisi yang diterimanya. "Kalau Pak Ahok ini orangnya tegar, dia jalani saja, dia nggak komentar yang kayak gini-gini. Kalau itu sudah aturannya, ya sudah, dia jalani saja. Di tahanan, Ahok rajin membaca, malah buku yang dia baca tidak hanya buku-buku agama Kristen, tapi buku-buku agama lain juga dia baca," tutur Sudirta.

    Dari sikap Ahok ini aku bisa menarik sebuah kesimpulan
    “Tidak ada orang yang lebih kuat dari orang yang ikhlas.”
    Orang ikhlas pasti akan menjalani segala sesuatunya dengan kuat dan tabah. Ahok ikhlas dikorbankan untuk kepentingan bangsa dan negara. Ahok rela kehilangan kebebasannya agar NKRI tidak bergolak. 

    Para pembenci Ahokpun sebetulnya tahu akan semuanya ini. Sayangnya mereka lebih memilih pura-pura tidak tahu dan tidak mau tahu. Tak masalah juga buat Ahok. Sah-sah saja semuanya itu. Yang penting Tuhan dan dunia tahu “kebenaran” kasus Ahok seperti apa. Wekekekeke……..

    Natal tinggal 2 hari lagi. Jika tahun ini Ahok harus merayakan Natal di tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, itu semua terjadi atas kehendakNYA. 

    Dimanapun tempat kita merayakan Natal bukanlah masalah. Karena Yesus sendiri sudah memilih tempat yang sangat sederhana sebagai tempat kelahiranNYA. Yesus rela lahir di kandang yang hina. Kandang tempat hewan ternak dipelihara. Bayi Yesus diletakkan dalam palungan yang adalah tempat makanan hewan ternak.
    Hari ini mata hati dan mata jasmaniku terbuka dan mengerti dengan jelas sejelas-jelasnya kenapa Yesus tidak memilih lahir di penginapan mewah. Yesus rela lahir di kandang dan diletakkan dalam palungan ternyata memang ada maksud dan tujuannya. 

    Tujuannya jelas untuk menghiburkan dan menguatkan siapapun juga yang mau percaya dan berharap padaNYA. 

    Siapapun dirimu, bagaimanapun keadaanmu, sesederhana apapun tempat tinggalmu, seburuk apapun masa lalumu, Yesus sudah mengambil semua kehinaan itu lewat kesediaanNYA lahir di kandang binatang yang sebetulnya tidak layak untuk manusia. Yesus rela. Yesus ikhlas.

    Teladan kerelaan dan keikhlasan itu jugalah yang sedang dipraktekkan oleh Ahok sekarang ini. Jika Yesus tidak mempermasalahkan diriNYA lahir di kandang hina, berarti bukan masalah juga bagi Ahok untuk merayakan Natal tahun ini di penjara. 

    Tidak ada seorangpun dan sesuatu apapun yang dapat mencuri damai dan kebahagiaan Natal dari Ahok dan kita semua. Damai Natal itu takkan berkurang sedikitpun dimanapun kita merayakannya. Iblis juga takkan mampu mengambil kebahagiaan Natal dari kita sekecil apapun itu. 

    Selamat Natal Pak Ahok. Damai dan kebahagiaan Natal menyertaimu juga kita semua.

    Kesederhanaan Yesus mau lahir di kandang hina sudah menjadi makna Natal dan hadiah Natal yang sangat indah buat kita semua. Amin. Terpujilah Tuhan.

    #MaknaNatal





    Penulis   :  Jemima Mulyandari    Sumber   :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Ahok Dapat Remisi Natal. Yesus Lahir Di Kandang, Tak Masalah Rayakan Natal Di Penjara Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top