728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 05 Desember 2017

    #Warta : 2019, Indonesia Tidak Mempunyai Pilihan Lain Selain Jokowi

    Tiga tahun berlalu sudah, sejak Ir. Joko Widodo terpilih sebagai Presiden RI ke-7. Dipilih secara demokratis dengan mendapatkan 53,15% suara rakyat Indonesia .

    Bak seorang yang sedang duduk di kursi roller coster dan merasakan gejolak naik turun, demikian pula selama tiga tahun terakhir ini, Indonesia mengalami gejolak itu : ekstrim naik dan ekstrim turun. Peristiwa demi peristiwa, kejutan demi kejutan semua terjadi, nyata dialami, dirasakan. Jutaan orang Indonesia termasuk Anda dan saya, menjadi saksi mata sebuah perjalanan bangsa.

    Melewati sepuluh tahun panjang di bawah pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono yang cenderung statis, “auto pilot” serta hambar dan kemudian memasuki berbulan-bulan tahapan pilpres brutal yang diwarnai dengan fitnah kejam, kampanye hitam dan lain sebagainya; maka di tahun 2014 dimulai momentum babak baru pemerintahan negara Indonesia di bawah pimpinan Ir. Joko Widodo; seorang pria berumur 53 tahun, mantan pengusaha mebel asal Solo.

    Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia yang berpenduduk 262 juta jiwa dan memiliki lebih dari 17.500 pulau besar maupun kecil. Suatu bangsa yang sangat majemuk terdiri dari berbagai macam suku, budaya dan bahasa serta mengayomi berbagai latar belakang agama dan kepercayaan penduduknya.

    Negara yang sudah merdeka selama puluhan tahun yang seharusnya sudah menikmati kemajuan pesat di berbagai bidang jauh melebihi keadaan sekarang, tetapi mengalami keadaan statis dikarenakan beberapa kali jatuh di tangan pemimpin korup.

    Negara yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang luar biasa namun tidak berdaya dikarenakan sendi-sendi utama pemerintahan digerogoti oleh praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, politik kotor serta bentuk mafia lainnya yang dibiarkan bertumbuh subur.

    Bak ‘anak ayam kehilangan induk’, semua hal ini terjadi selama bertahun-tahun akibat ketidakpedulian pemimpinnya. Rakyat Indonesia yang terus menerus dilukai, dikhianati diperlakukan tidak adil oleh para pemimpinnya sendiri.

    Namun kini, sejak seorang Ir. Joko Widodo menjabat sebagai Presiden, Indonesia seperti mendapatkan nyawanya kembali untuk kemudian menggeliat bangkit. Ada atmosfir kegairahan baru melingkupi bumi Indonesia.

    Tiga tahun berlalu sudah.

    Sejarah perjalanan bangsa harus mencatat semua hal yang telah dilakukan oleh Ir. Joko Widodo. Dia tanpa lelah bekerja siang malam untuk mengejar semua ketertinggalan. Dia membuat terobosan-terobosan baru di banyak bidang. Seorang pemimpin yang anti mainstream.

    Dia juga banyak mendobrak tradisi kepala negara pada umumnya. Dia menyadari penuh bahwa Indonesia tidak dapat lagi ditangani secara biasa, Indonesia harus diberikan therapy khusus.

    Seseorang yang lincah dan lihai dalam pergaulan politik dunia. Dengan santainya ia merekam momen kebersamaan dengan seorang Raja Arab Saudi Salman melalui Video Blog. Bergandengan tangan penuh senyum dengan pemimpin seperti figur Endorgan. Bincang santai penuh percaya diri dengan Presiden AS, Donald Trump. Dia terus memikirkan cara agar kerjasama yang baik dengan pihak luar negeri dapat memberikan keuntungan semata-mata bagi kemajuan di Indonesia.

    Di dalam negeri, dia mengejar semua pembangunan infra struktur- tepat seperti yang disampaikan saat kampanye; proyek-proyek yang mangkrak puluhan tahun kini di hidup kan kembali. Mengatur para menteri dengan cara ’mix and match’ yang mumpuni dibidangnya, memanggil kembali Srikandi Sri Mulyani serta ratusan gebrakan lainnya ; semua diluar konteks zona nyaman.

    Namun tak dapat dipungkiri, kita juga menyaksikan bagaimana menegangkannya situasi di tugu Monas pada 212; bagaimana seorang pribadi luar biasa, jujur cerdas dan bersih seperti Bapak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok harus dipenjara, bagaimana pemimpin biang kegaduhan dan provokasi seperti Rizieq terpaksa melarikan diri ke Saudi, organisasi perongrong Pancasila seperti HTI dibubarkan disertai berdirinya tegaknya UU dari Perppu Ormas 2/2017, kelompok penyebar fitnah dan hoax yang terorganisir seperti Saracen di buka kedoknya, pemfitnah kelas kakap dan licik seperti Jonru Ginting di giring ke penjara, termasuk juga puluhan koruptor yang satu persatu tak dapat berkutik dan menjadi penghuni Lapas.

    Di bawah pimpinan Ir. Joko Widodo, borok-borok bangsa Indonesia semakin muncul di permukaan dan di saat yang sama satu persatu dibereskan. Musuh utama dari dalam, seperti korupsi, kolusi, nepotisme, paham-paham penyusup yang ingin mengganti ideologi dan dasar negara, kemiskinan karena keterbatasan, pembodohan, agama yang dijadikan tunggangan politik, kini semakin kasat mata. Aktor-aktor yang berada di belakang dan yang tampil ke muka dapat disaksikan dengan jelas.

    Pemerintahan sedang mengadakan bersih-bersih sekaligus sedang mengadakan pembangunan besar-besaran demi kemajuan bangsa. Semua hal ini terjadi di era Ir. Joko Widodo menjabat Presiden dan kita seluruh rakyat Indonesia menjadi saksi hidupnya. Layaknya rakyat Indonesia di zaman kepemimpinan Ir. Soekarno sebagai Presiden RI kala itu. Semua fakta berbicara.

    Roller Coster masih bergerak cepat, gejolak tajam naik dan curam turun. Hari-hari kita akan selalu dikejutkan oleh berita-berita baru, kisah sejarah yang terus dicatat di bumi Indonesia. Satu harapan, suatu hari nanti gejolak ini akan berlalu dan kemudian kita segera berada di rel yang datar dan stabil menuju percepatan kemajuan bangsa.

    Mencermati semua ini, sejujurnya pilihan lain siapa yang Indonesia punya sekarang ? Jujur namun tragis bahwa bangsa Indonesia memang tidak mempunyai cadangan pemimpin bangsa yang mumpuni. Negara sudah terlalu lama tinggal dalam keadaan terpuruk hingga sekarang menghadapi masalah yang lebih besar dan serius yaitu mengalami krisis jumlah pemimpin. Sementara nasib masa depan bangsa sangat ditentukan oleh figur pemimpinnya.

    Jujur namun tragis bahwa untuk mendapat seorang pemimpin berkualitas tinggi seperti Bapak Ir. Joko Widodo, kita tidak punya cadangan lain untuk dijadikan Presiden RI di 2019.

    Beberapa perwakilan partai politik atau komponen lain ada yang sudah terlalu tua [Lit.] (https://nasional.tempo .co/read/1026937/elektabilitas-turun-prabowo-tetap-didukung-jadi-capres-2019 ) , ada yang masih terlalu muda sangat hijau [Lit.] (https://nasional.tempo .co/read/1030637/demokrat-pastikan-siapkan-ahy-jadi-capres-atau-cawapres-2019). Beberapa staff yang selama ini mendampingi Presiden, mungkin baru dapat diusung setelah tahun 2024.

    Ya, 2019 Indonesia memang tidak mempunyai pilihan lain selain memilih Ir. Joko Widodo sebagai Presiden RI untuk kedua kalinya.


    Penulis   :  Dian Roslila      Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : 2019, Indonesia Tidak Mempunyai Pilihan Lain Selain Jokowi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top