728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 26 November 2017

    #Warta : UU Ormas Jokowi Perangi Islam Radikal, NU Sendirian Jaga Keutuhan NKRI

    Perang melawan Islam radikal sungguh berat. Gerakan teror Wahabi dan Ikhwanul Muslimin yang berubah bentuk dengan cita-cita sama negara khilafah terus berembus. Jokowi mengeluarkan UU Ormas pun dilawan oleh PKS, Gerindra, PAN yang kini menjadi tandem Islam radikal dalam meraih kekuasaan politik seperti tercermin dalam Pilkada DKI 2017. SBY pun ikut bermain di dalamnya berupa peternakan paham radikal selama 10 tahun rezimnya, melakukan pembiaran.

    Pagi tadi saya dikejutkan oleh kiriman di WA saya. Saya cukup terhenyak. Tulisan ini sangat penting bagi Indonesia khususnya yang mencintai NKRI, Pancasila, dan keragaman kehidupan di Indonesia. Sejak kisruh politik kriminalisasi Ahok, yang oleh kalangan Islam radikal dianggap sebagai tonggak kebangkitan mereka – hingga mereka kebablasan dan HTI dibubarkan salah satunya – upaya TNI/Polri dan Densus 88 serta BNPT sudah maksimal.

    Namun, peran yang sesungguhnya di kalangan masyarakat dalam melawan intoleransi, radikalisme, terorisme, dan edukasi kebangsaan hanya dibebankan kepada NU dengan GP Ansor dan Banser NU. Publik secara umum memiliki kekhawatiran yang mendalam – terutama kalangan Islam moderat dan kelompok minoritas.

    Bayangkan Ahok yang berjuang hebat saja melawan korupsi, mafia, ketidakadilan, membangun demi rakyat, dikriminalisasi – dan dimanfaatkan nasibnya – dihajar dan dipenjarakan. Ini bukti kekuatan anti demokrasi, anti RAISA kuat berakar.

    Maka perlawanan sporadis yang dilakukan oleh masyarakat pencinta NKRI pun mulai berlangsung – dengan tantangan yang menghadang. Kurang pelatihan strategi pergerakan dan bergerak, kurang SDM dan dengan terpaksa belajar. UKP PIP harus bergerak di kampus, di sekolah, di masyarakat dengan konsep yang jelas – bukan seminar dan hura-hura media sosial dan acara seremonial.

    Fakta nyata sekarang ini adalah NU, dan hanya NU yang akan mampu merangkul Muhammadiyah yang sudah sebagian besar ber-Bumi datar, menganut paham Islam radikal – seperti yang ditunjukkan oleh Dahnil Anzar Simanjuntak dalam kasus Ahok dan Novel.

    NU-lah yang bekerja keras dan mampu membersihkan virus-virus radikal dengan kekuatannya. Dan, memang dalam hal ini hanya NU yang berani menantang dan memiliki kekuatan pukul menghadapi Islam radikal.

    Sementara kekuatan khilafah terus merangsek dan berkembang memasuki rumah-rumah dan menyerang dengan media sosial yang sangat masif. Strategi ayat dan mayat yang berhasil di Ibukota hendak dipraktikkan dengan skala luas – yang di kalangan pendukung Jokowi (Jokowers) dan Ahok (Ahokers) masih diperdebatkan efektivitasnya dan menjadi kajian, he he he.

    Para pencinta NKRI, penyuka Pancasila, pencinta toleransi dan kehidupan normal dan waras berdasarkan kemanusiaan pasti memahami dengan baik segalanya. Mereka punya kecerdasan. Punya perhitungan. Memiliki kemampuan analisis luar biasa. Tersedia sarana dan prasarana penunjang.

    Tak kurang puluhan dan ratusan organisasi relawan berkembang bak musim hujan mulai. Tumbuh dengan semangat luar biasa. Mereka mengikrarkan diri membela kebenaran, membela kepemimpinan yang waras, menolak radikalisme, menolak paham khilafah, dan menolak Islam radikal. Hebat.

    Namun kebanyakan itu berlangsung dalam alam medsos, sementara jangkauan medsos tidak lebih dari 30%, namun efek dominonya sungguh kuat dan dibutuhkan. Rakyat di pedesaan yang tak tersentuh medsos adalah target empuk kalangan Islam radikal dalam upaya memenangkan gerakan mereka seperti di DKI Jakarta.

    “Sementara orang2 ribut di medsos, si eep syaefullah dah mulai bergerak ke musholla2 kecil, ke pengajian2 ibu2, ke rohis2 di sma. Bergerak di tempat pertempuran sebenarnya utk pilpres 2019.

    Sementara ahokers dan jokowers larut dalam banyak kelucuan yang kekinian dari gabener baru di sosmed, tim Eep untuk persiapan 2019 nyaman bergerak dan terus melesat bekerja kemana2 sampai ke pelosok2 desa.

    Medsos memang bikin ketagihan, agar jokowers dan ahokers nampak benar dan lebih pintar mencari kesalahan gabener baru, tapi medan pertempuran 2019 yg sebenarnya nggak di sana

    Para jokowers tidak boleh meremehkan the power of stupid people in big numbers

    Pagi ini ada peresmian sodaqo, bagian dari supermarket 212, taglinenya "jihad ekonomi utk islam"

    Ini benar2 not funny anymore

    We need to think”.

    Perhatikan dengan seksama kutipan di atas yang menyadarkan tentang perlunya bergerak dan bukan berwacana. Militansi dan semangat harus tetap dijaga. Bahkan di kalangan Ahokers dan Jokowers semangat untuk sekedar SHARE materi dukungan ke NKRI, Jokowi, Ahok, NU, pun tidak dilakukan. Ini memang fakta pembeda. Padahal para musuh politik terus bergerak.

    Bedanya Jokowers dan Ahokers dengan NU, PKS, HTI adalah mereka memiliki sosok motor penggerak. Mereka memiliki sosok-sosok motor penggerak lokal, intelektual, dan terbiasa di bidang pergerakan. Mereka pun membumi. Mereka ini diternakkan selama 25 tahun dengan intensitas 10 tahun masa rezim SBY. Maka maukah kita berpikir? Kapan mau bergerak? Salam bahagia ala saya.




    Penulis  : Ninoy N. Karundeng    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : UU Ormas Jokowi Perangi Islam Radikal, NU Sendirian Jaga Keutuhan NKRI Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top