728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 09 November 2017

    #Warta : Trotoar DKI: Anies buat Interaksi Ekonomi dan Budaya; Sandi buat Atraksi Olah Raga

    Klop sudah ide trotoar Jakarta yang diusung kedua pemimpin smart city ini. Kendati berbeda konsep, Anies lebih ke seni, sosial dan budaya, eh ketinggalan, malah ekonomi. Sandi lebih fokus ke atraksi olah raga. Kalau boleh disimpulkan, inilah yang namanya konsep Tropis atau Trotoar Berlapis. Pemenangnya dalam atraksi itu nanti akan dapat apa? Mudah ditebak : Tropis. Ya, tropis. Klop sudah. Jangan katain! Tapi boleh diketawain, ha ha ha.

    Duet pemimpin ini unjuk kehebatan dalam mengagas idenya khusus untuk trotoar. Khusus Sandi sebagai wagub tak mau kalah dengan sang Gubernur Anies dan ingin selalu tampil di media. Sebagai wagub yang sudah mengucurkan banyak modal maka dia juga menginginkan panggung yang selevel dengan sang Gubernur. Kini, perhatikan paparan ide mereka tentang trotoar.

    "Hormatilah setiap orang yang berusaha. Kita ingin agar setiap warga negara punya kesempatan yang sama. Interaksi ekonomi adalah interaksi perdagangan," kata Anies. “(Trotoar) itu menjadi tempat untuk ruang ekspresi budaya. Kita memberi kesempatan kepada para seniman para budayawan untuk menunjukkan karya-karyanya di sana." kata Anies, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (7/11/2017).

    Sandi tak mau kalah,"Usulannya juga atlet-atlet nasional yang berprestasi bisa diakomodir sebagai salah satu atraksi yang ditampilkan di trotoar-trotoar nanti di Jalan Sudirman sama Thamrin," ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (7/11/2017).

    Ide gagasan Anies dan sandi soal trotoar di atas sebenarnya bukan hal baru. Umumnya trotoar Indonesia sering beralih fungsi menjadi tempat usaha, tempat memajang jualan. Interaksi perdagangan yang dimaksud Anies sebenarnya PKL tapi pakai bahasa akademis. Inilah konsep trotoar yang gado-gado dan menggeser makna trotoar sebenarnya.

    Hormati orang yang mau berusaha di trotoar? Berusaha ya harus pada tempatnya. Pikirkan dampaknya kalau jadi tempat interaksi dagang : sampah, trotoar akan jadi semrawut dan berantakan. Dilarang jualan saja PKL bisa main petak umpet jualan di trotoar, apalagi trotoar jadi diberi lisensi untuk tempat dagang. Amburadul dah.

    Anies yang mengagas ide trotoar di atas sebenarnya hanya ingin menggusur ide trotoar Pak Djarot, gubernur sebelumnya. Maka dia berbicara dalam tatanan ide yang masih abstrak . .”Ada area-area kebudayaan, kegiatan seni. Jadi nanti ada beberapa luas yang dipakai sepanjang tahun untuk aktivitas seni, bisa musik, bisa seni rupa, bisa macam-macam.”

    Saya mencoba mencerna kalimatnya, ternyata saya akui pemikirannya cerdas sekali, jauh di atas pemikiran saya dan masyarakat pada umumnya. Anies juga mengakui bahwa konsepnya memng masih digodok. Tapi ada bocoran hari ini mengenai disainnya itu akan dipasang hall of fame atlit berkaitan dengan Asian Games 2017.

    Hall of fame itu bukan hal baru. Dulu waktu HUT Kemerdekaan RI Agustus lalu di sekitar jalan raya di Monas dipajang poster-poster pahlawan kemerdekaan Indonesia. Kalau konsepnya seperti itu, ini mah bukan hal yang baru. Kirain konsepnya sangat baru dan belum pernah ada sebelumnya, ha ha ha.

    Kini kita beralih ke Sandi. Sandi sebagai wagub yang juga punya profesi lain sebagai pelari menemukan penyaluran hobi atau bakatnya dengan menjadikan trotoar ajang untuk atraksi atlit. Ketika dia memaparkan bahwa akan ada atlit-atlit nasional yang akan tampil, pastinya dia tak akan ketinggalan unjuk kebolehan sebagai pelari jarak jauh.

    Bayangan saya nanti trotoarnya itu ada miniatur lapangan basket, miniatur lapangan sepak bola, badminton, takraw dan sebagainya. Ukurannya bisa 1 x 2 meter, kan harus menyesuaikan dengan ukuran trotoar. Dan di situlah para atlit kita akan menunjukkan kebolehannya. Untuk mengakomodir keinginan wagub, pasti bisa terwujud, jika ada kemauan dan niat hati yang mulia.

    Pada akhirnya, trotoar akan jadi ajang karnaval kebudayaan, lalu akan diserbu pedagang kaki lima serta akan menjadi tempat unjuk kebolehan para atlit nasional. Inilah konsep trotoar yang berlapis-lapis sesungguhnya. Inilah cara Anies-Sandi mengangkat harkat dan derajat trotoar Ibukota sehingga akan semakin disesaki pengunjung dan dipadati para pejalan kaki eh tepatnya pedagang dan pembeli. Berlapis-lapis trotoarnya, bahagia warganya. Salam keberkwkwkwkan.

    Ngeteh dulu deh kalo gini :).



    Penulis  :  Ronny D Rondonuwu   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Trotoar DKI: Anies buat Interaksi Ekonomi dan Budaya; Sandi buat Atraksi Olah Raga Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top