728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 19 November 2017

    #Warta : Tiongkok Tanah Leluhurku, Tapi Indonesia Tanah Airku. Marcus/Kevin Juara China Open

    Satu lagi prestasi membanggakan ditorehkan anak-anak bangsa. Adalah pasangan ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo yang baru saja menjuarai laga China Open 2017 setelah mengalahkan pasangan ganda putra Denmark Mathias Boe dan Carsten Mogensen 2 game langsung 21-19 dan 21-11

    Marcus/Kevin sebagai satu-satunya wakil Indonesia di babak final China Open 2017 mampu menunjukkan penampilan terbaiknya dengan menjadi juara, setelah kemarin pasangan ganda putra Indonesia lainnya yaitu Mohammad Ahsan dan Rian Agung Saputro gagal menciptakan all Indonesian final setelah dikalahkan Mathias Boe dan Carsten Mogensen 2 game langsung 20-22, 12-21.

    Tak apa Ahsan dan Rian. Jalan masih panjang. Ayo tetap semangat meraih yang terbaik di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Jangan pernah putus asa. Teruslah giat berlatih. Doa kami seluruh rakyat Indonesia menyertai kalian.

    Marcus/Kevin sendiri sejak awal memang tampil menekan, tidak mau terpancing dan minim melakukan kesalahan sendiri. Defense yang bagus juga keberuntungan menaungi pasangan Indonesia ini.
    Marcus/Kevin yang mendapat julukan Duo Minion karena postur tubuh mereka yang relatif kecil juga menyandang “predikat” double minority di negaranya sendiri. Mereka berdua punya darah China dari leluhurnya. Agama mereka juga minoritas di Indonesia.

    Tak ada yang bisa mengingkari itu semua. Marcus/Kevin sendiri tak bisa memilih ingin lahir dari orang tua yang seperti apa, bangsanya apa, sukunya apa, ras dan golongannya apa. Semua yang terjadi dalam hidup mereka adalah kehendak Tuhan semata.

    Yang Marcus/Kevin tahu, mereka lahir dan besar di Indonesia. Itu artinya Indonesia adalah tanah air mereka. Siapapun juga tak bisa mengingkari hal ini termasuk orang-orang yang rasis dan suka mempermasalahkan perbedaan SARA.

    Mereka mau teriak-teriak haram, kafir, najis, mempertanyakan pribumi atau non pribumi, faktanya agama Marcus/Kevin diakui NKRI. Marcus/Kevin sendiri sah terdaftar sebagai warga negara Indonesia. Marcus/Kevin juga berjuang membawa nama Indonesia. Bukan China. Lalu kenapa perbedaan SARA yang sudah jelas-jelas diakui di negara ini masih terus saja diperuncing? Aneh khan.

    Apa yang dialami Marcus/Kevin ini sebetulnya juga aku alami. Sejak kecil aku sudah sering dipanggil Cino. Diledekin matanya cuma seukuran garis lubang celengan. Dari yang cuma usil becanda sampai yang serius memaki juga banyak. Aku sudah kebal. Hehehe…….

    Tak masalah juga buat diriku. Selama Tuhan menyayangi dan menerima aku apa adanya, selama NKRI mengakui aku sebagai warga negara, terserah “kalian” mau bilang apa. Anjing menggonggong, kafilah tetap akan berlalu.

    Jika sudah begini, entah kenapa aku jadi merindukan Gus Dur. Gus Dur pernah berkata, “Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu”.
    GusDur
    Sekarang jelaslah sudah. Mengacu pada perkataan Gus Dur, berarti orang-orang yang selama ini suka memperuncing perbedaan SARA adalah orang-orang yang tidak pernah bisa melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain. Mari kita perhatikan bersama kalimatnya.

    “Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu”. Berarti “Orang yang selalu bertanya apa agamamu adalah orang yang tidak bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang”.

    Pantesaaaannn…… Mari sekarang kita lihat, orang-orang yang mabok agama itu apa prestasinya??? Apa perbuatan baik yang sudah mereka lakukan untuk banyak orang??? Nothing!!! Bisanya kalau ngga demo ngarepin nasi bungkus ya boikot merugikan orang lain. Provokator. Menghasut bikin rusuh dan onar sana sini. Terbukti ucapan Gus Dur memang benar adanya.

    Di mataku, Gus Dur adalah Bapak Perdamaian dan Toleransi. Bapak Pluralisme. Aku merindukan Gus Dur yang ceplas ceplos, tutur katanya yang adem, candaannya yang singkat tapi nylekit, tulisan-tulisannya yang inspiratif dan tentu saja sebuah kalimat legendaris ciri khas Gus Dur “gitu aja kok repot”. Aku benar-benar merindukanmu Gus Dur.

    Apalagi situasi NKRI saat ini memang benar-benar gawat darurat. Intoleransi, radikalisme, separatisme, ujaran dan tindakan kebencian diumbar semakin parah. Seandainya Gus Dur masih hidup entah apa yang akan beliau lakukan menghadapi ini semua. Sedih, marah atau bagaimana Gus??? I miss you so much.

    Setebal itu juga rinduku pada Ahok. Anak bangsa yang jujur dan giat bekerja untuk negaranya tapi malah disia-siakan seperti ini.

    Begitu cintanya Ahok pada negara ini, sampaipun dia harus diperhadapkan pada pengadilan, Ahok tetap menjalaninya dengan kooperatif. Ahok taat dan sangat menghargai hukum di Indonesia. Ahok tak pernah mangkir, tak pernah beralasan sakit apalagi kecelakaan segala. Ahok juga tak kabur kemana-mana. Dia menerima semua hujatan, caci maki, demo-demo dan penghakiman atas dirinya dengan tabah dan ikhlas. Semua dia jalani dengan gagah berani.

    Ahok
    Tapi lihatlah, apa yang terjadi baik kepada Gus Dur dan Ahok??? Orang-orang baik ini justru dilengserkan dan dipenjarakan. Aku benar-benar tak mengerti. Sama tak mengertinya kenapa Pilkada DKI barusan dijalankan dengan cara yang sangat keji seperti itu. Ah sudahlah…… Dibahaspun tak bakal ada habisnya.

    Seperti Gus Dur yang rela berkorban demi keutuhan bangsa, seperti Ahok yang tetap ceria dan bersemangat sekalipun hidup di dalam penjara, dan seperti Marcus/Kevin yang akan terus berjuang meraih kemenangan demi kemenangan, seperti itu jugalah aku akan terus mencintai negeri ini. Indonesia tanah kelahiranku.

    Apapun yang terjadi aku tetap akan cinta Indonesia. Karena akupun menyadari sepenuhnya bahwa:
    “Tiongkok memang tanah leluhurku, tapi Indonesia adalah tanah airku”.

    Tanah air yang akan selalu ku puja dan ku cinta sepanjang masa. Apapun baik dan burukmu, takkan pernah lelah aku mencintaimu Indonesiaku.

    Selamat buat Marcus/Kevin. Bukan suatu kebetulan jika kalian bertanding di Tiongkok, tanah leluhurmu, tapi bisa meraih prestasi tertinggi untuk dipersembahkan pada tanah airmu Indonesia. Ada pelajaran berharga yang bisa kita petik dari kemenanganmu kali ini. Teruslah berprestasi mengharumkan nama bangsa dan negara. Teruslah menginspirasi generasi muda penerus bangsa. Tuhan memberkati kalian berdua. Tuhan memberkati Indonesia. Amin.






    Penulis  :  Jemima Mulyandari    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Tiongkok Tanah Leluhurku, Tapi Indonesia Tanah Airku. Marcus/Kevin Juara China Open Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top