728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 09 November 2017

    #Warta : Terima Kasih Pak Ahok, TPST Bantar Gebang Kini Bersih, Rapi Nan Asri

    Jika sudah melihat foto dan video terbaru TPST Bantar Gebang, Bekasi siapa akan menyangka bahwa ini adalah Bantar Gebang yang dulu. Dalam video di chanel Youtube Pemprov DKI yang baru diupload 7 November, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gerbang yang seluas 110,3 Ha dan landfill atau tempat pembuangan sampah seluas 89, 91 Ha benar-benar berubah. Wajah baru Bantar Gebang kini terlihat lebih rapi, bersih nan asri. Tempatnya, lokasinya sama tapi kondisinya sangat mengagumkan dalam hal penataan dan pengelolaannya.

    Pemandangan gunungan sampah yang begitu horor dan berantakan kini berubah menjadi piramid dan sempat viral di media.
    Tak sia-sia Ahok memutus kontrak penanganan Bantar Gebang Juli 2016 dengan PT Godang Tua Jaya dan Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI) dan memutuskan untuk swakelola. Ahok mengatakan dengan swakelola, DKI dapat menghemat anggaran hingga 60-70 persen daripada diserahkan ke swasta. Ahok sesumbar pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang bukanlah hal sulit.

    Padahal mengelola sampah di Bantargebang bukan hal gampang. Bantar Gebang menerima sekitar 6.500 hingga 7.000 ton sampah per hari. Saat ini TPST Bantar Gebang telah menampung 18 juta meter kubik sampah. Sampah yang didatangkan ke TPST Bantar Gebang berasal dari lima wilayah, yaitu Jakarta Timur, Barat, Pusat, Selatan, dan Utara, termasuk Kepulauan Seribu. "Setiap harinya, ada 1.210 truk sampah dengan beragam ukuran datang kesini," ujar Rizky Febrianto, Kepala Satuan Pelaksana Pengelolaan Energi Terbarukan, Komposting dan 3R Serta Pengomposan Akhir Sampah.

    Ahok percaya diri mengambil alih penanganan Bantar Gebang karena sudah berpengalaman membenahi sungai Jakarta yang tak kalah joroknya dengan Bantar Gebang. Selain itu Pemprov DKI berpengalaman membenahi pengelolaan kebersihan sungai yang tak kalah rumitnya. Ahok mengklaim DKI sukses mengelola sendiri (swakelola) pembersihan sungai.

    "Kerja biasa saja. Enggak beda dengan sungai-sungai. Dulu juga pakai swasta, angkut sampah dari sungai kan semua swasta, yang kerja di taman, di kelurahan juga swasta. Begitu kami ambil alih kelola bisa juga," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (21/7/2016).

    Klaim Ahok bukan omong kosong, terlihat dari video Bantar Gebang terkini. Tekad Ahok membuat Bantar Gebang bersih terbukti. Bersih dari pungli, bersih dari sampah berceceran di jalan, truknya bersih dan pengelolaannya juga bersih. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dari era Ahok Isnawa Adji mengakui bahwa mereka terus melakukan pembenahan-pembenahan intensif baik secara internal maupun eksternal.

    Di video terlihat,jalur jalan yang dilalui truk sampah ke Bantar Gebang nampak tak ada lagi sampah berceceran di sepanjang jalan. Jalan juga terlihat bagus walaupun truk sampah seukuran bagong lalu lalang di jalur jalan tersebut.

    Bau sampah Bantar Gebang yang tersohor juga mampu diminimalisir. Kehadiran 1040 pohon yang ditanam di area terbuka bermanfaat untuk mengurangi dan menyerap bau menyengat di kompleks ini.

    Lalu ke mana gunungan sampah yang lekat dengan Bantar Gebang. Kini Gunungan sampah yang menjadi pemandangan horor ini ini disusun seperti piramid atau terrasering sehingga terlihat lebih rapi.

    Pemprov melalui Dinas Lingkungan juga memberi perhatian yang baik dan manusiawi untuk para pekerja di Bantar Gebang ini. "Pekerjanya sudah kita rekrut menjadi PHL (petugas harian lepas), dengan gaji di atas UMP, minimal Rp 3,8 juta per bulan. Selain itu, Pemprov DKI juga memberikan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan kepada ribuan pemulung," tambah Adji.

    Perubahan wajah Bantar Gebang adalah ciri khas kerja dari Pak Ahok yaitu mampu mengubah sesuatu yang jorok, kumuh mnejadi bersih, rapi, asri dan elegan. Bukan hanya dari permukaan tapi juga dalam hal manajemennya termasuk dalam menangani pekerjanya.

    Kemampuan melakukan perubahan dan gebrakan dalam waktu singkat merupakan ciri khasnya. Gak pake lama atau kajian amdal atau apalah, ha ha ha. Hanya dalam waktu kurang dari setahun, sejak Juli ditangani Pemprov, Bantar Gebang langsung berubah. Perhatian Ahok untuk persoalan sampah ini menjadi model bagi para pemimpin daerah termasuk di DKI saat ini, seharusnya bisa berkaca dari Ahok.

    Ahok memberi perhatian lewat Dinas Lingkungan untuk peningkatan mutu pengelolaan yang baik dan profesional. Penambahan alat berat dilakukan, total ada sekitar 60 alat berat. Sekarang sudah sudah tidak ada antrean lagi. Tumpukan sampah telah dikelola dengan sanitary landfill. Selain itu pengelolaan sampah dilakukan dengan meningkatkan teknologi (IPAS), yaitu menyaring air dari sampah.

    Fasilitas pengolahan sampah juga mengggunakan power house atau gardu listrik yang mengubah gas metan pada sampah menjadi sumber daya listrik. Yang tak kalah menarik, sampah-sampah di Bantargebang juga diolah menjadi pupuk kompos. Sampah yang diolah adalah sampah pasar tradisional dengan kapasitas produksi hingga 40 ton per hari.

    Peningkatan mutu juga terlihat tidak ada lagi antrian truk yang menuju Bantar Gebang. Selain itu kondisi truk sampah dalam keadaan baik dan layak beroperasi. Sebelum menuju Jakarta, truk harus dibersihkan sehingga saat mengangkut sampah di berbagai wilayah truk dalam keadaan steril dari sampah. Pembersihan itu mengurangi bau dan memperpanjang masa pakai.

    Secara eksternal biro tata pemerintahan DKI juga melakukan pola kerjasama antar daerah, misalnya memberi uang bau. Lalu memperbaiki jalur jalan dan penataan titik-titik buang atau zonasi-zonasi yang kini menjadi piramid.

    Pak Ahok terus mewariskan karya-karya di DKI yang tidak hanya dinikmati warga DKI tapi juga luar DKI. Cara kerja, manajemen pengelolaan dan masih banyak lagi menjadi warisan yang tak ternilai dan tak akan pupus kendati dirombak dan berusaha dihapus oleh pemimpin yang baru.

    Kerja keras Ahok melampaui zaman bahkan berdampak setelah masa jabatannya berakhir. Wajah Bantar Gerbang yang jorok dan bau kini berubah dengan kebijakannya yang keras tapi tujuan dan tekad yang baik dan bersih. Bantar Gebang menjadi saksi bagaimana sampah dan kotoran se-DKI mampu ditangani dengan bersih dan rapi. Terima kasih Pak Ahok. Kerja keras Anda tidak sia-sia dan takkan terlupakan.



    Penulis  :  Ronny D Rondonuwu    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Terima Kasih Pak Ahok, TPST Bantar Gebang Kini Bersih, Rapi Nan Asri Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top