728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 24 November 2017

    #Warta : Subsidi Sapi Terancam, Subsidi Revolusi Putih Jalan, Gagal Evolusi

    Manusia pada hakekatnya adalah makhluk ciptaan Tuhan yang diberikan hak istimewa, yang membedakan mereka dengan makhluk lain. Kita semua percaya, di dalam berbagai aspek, manusia unggul dari segala makhluk lain.

    Salah satunya aspek pola hidup. Hanya manusia yang merupakan makhluk hidup di dunia ini yang bercocok tanam, beternak, menjagal hewan, memproses makanan, merebus, menggoreng, dan seterusnya. Ini adalah hidup berbudaya dari manusia. Saya percaya bahwa hanya manusia merupakan satu-satunya makhluk yang berbudaya. Budaya dibentuk dari sekelompok manusia purba, yang saya percaya, bukan merupakan hasil evolusi dari kera, monyet, uniseluler, dan seterusnya.

    Bahkan saya cukup yakin bahwa peradaban manusia hanya dimulai dari sekitaran 10.000 tahun, tidak terlalu panjang sampai jutaan tahun. Ya, untuk hal ini bisa kita perdebatkan, namun saya lebih tertarik dengan sebuah terminologi “evolusi”.

    Secara saintifik, tentu istilah evolusi itu merupakan sebuah manuver dan leap of faith dari bapak-bapak ilmu pengetahuan. Bahkan pencetus teori evolusi yang paling terkenal, Charles Darwin pun menulis The Origin of Species, buku tentang evolusi, yang dimulai dan diakhiri dengan keragu-raguan.

    INI BUKTI KERAGUAN DARWIN, BAPAK EVOLUSI


    LONG before the reader has arrived at this part of my work, a crowd of difficulties will have occurred to him. Some of them are so serious that to this day I can hardly reflect on them without being in some degree staggered; but, to the best of my judgment, the greater number are only apparent, and those that are real are not, I think, fatal to theory.

    These difficulties and objections may be classed under the following heads:—First, why, if species have descended from other species by fine gradations, do we not everywhere see innumerable transitional forms? Why is not all nature in confusion, instead of the species being, as we see them, well defined?

    Secondly, is it possible that an animal having, for instance, the structure and habits of a bat, could have been formed by the modification of some other animal with widely different habits and structure? Can we believe that natural selection could produce, on the one hand, an organ of trifling importance, such as the tail of a giraffe, which serves as a fly-flapper, and, on the other hand, an organ so wonderful as the eye?

    Thirdly, can instincts be acquired and modified through natural selection? What shall we say to the instinct which leads the bee to make cells, and which has practically anticipated the discoveries of profound mathematicians?

    Fourthly, how can we account for species, when crossed, being sterile and producing sterile offspring, whereas, when varieties are crossed, their fertility is unimpaired?

    Charles Darwin,

    Origin of Species, Ch. 6, p133

    Setelah melihat bagaimana evolusi sampai sekarang diperdebatkan, kita tentu tahu dan harus tetap mencari studi-studi yang lebih baik mengenai teori evolusi. Entah percaya atau tidak, evolusi masih ada dalam proses dikenalan. Manusia masih terlalu jauh untuk memahami keindahan ciptaan Tuhan. Namun lucunya, masih ada manusia-manusia yang percaya kepada evolusi, bahkan hidup seperti belum mengalami evolusi yang sempurna.

    Bayangkan ada orang yang membuang subsidi daging sapi yang tidak membuat alergi untuk siapapun, namun menggantikan dengan subsidi susu sapi yang justru tidak cocok untuk semua orang, khususnya anak yang mengalami alergi. Saya yang tidak percaya teori evolusi Darwin, jadi percaya bahwa teori evolusi Darwin itu benar-benar ada, apalagi untuk orang-orang yang telat berevolusi. Jadi kantor yang sempat megah dan manusiawi itu sekarang sudah berubah menjadi….

    Tidakkah saya berlebihan jika saya menganggap orang-orang tersebut mengalami gagal evolusi? Siapakah mereka? Asudahlah, para pembaca Seword yang pintar, tidak perlu saya beritahu kan? Karena kalau saya beritahu siapa orangnya, nanti saya bisa dicyduck dan dipersekusi tanpa lapor ke polisi duluan.

    Betul kan yang saya katakan?


    Penulis  :  Hysebastian   Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Subsidi Sapi Terancam, Subsidi Revolusi Putih Jalan, Gagal Evolusi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top