728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 07 November 2017

    #Warta : Solusi Anies Bereskan Banjir adalah Duduk Bersama, Ahok Tercengang!

    "Selesaikan dengan tempat dengan solusi spesifik untuk daerah… Saya siap laksanakan hasil dari duduk bersama… Dan selama ini ada program yang berhenti tahun 2014, lagi-lagi saya sampaikan penting sekali memastikan bahwa rencana program itu terlaksana… Mau tidak mau harus ada sumur resapan, tapi itu bukan solusi satu-satunya…

    Saya selalu mengatakan solusi itu bukan dari gubernur tapi dari duduk semua, ya warga para ahli, pemerintah, kemudian pemerintah daerah lain, karena sebagian banjir kiriman dari hulunya, selesaikan dengat tempat dengan solusi spesifik untuk daerah itu,jadi saya enggak mau oh pak Anies solusi untuk daerah abcd, saya siap laksanakan hasil dari duduk bersama, karena yang sering hilang itu rembung, seolah-olah gubernur tau semua permasalahan, enggak lah…" kata Anies saat mengunjungi lokasi banjir di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Senin, 20 Februari 2017.
    Sumber

    Duduk bersama, menjadi sebuah solusi yang ditawarkan oleh Anies Baswedan pada saat kampanyenya tanggal 20 Februari 2017. Duduk bersama, menjadi alternatif yang paling mantap ditawarkan oleh Anies Baswedan. Rasanya solusi ini sangatlah “wah” dan membuat banyak pihak tercengang, rasanya Ahok pun akan tercengang di Mako Brimob, melihat bagaimana sepak terjang Anies dalam menanggulangi banjir.

    Di satu sisi, kita melihat bagaimana mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok begitu keras memikirkan dan bekerja membeli pompa, memindahkan air ke waduk, dan juga bolak balik melihat anggaran belanja pompa air maupun pengerukan, kita ditawarkan oleh Anies solusi yang jauh lebih mudah.

    Ketimbang seperti Ahok yang pernah susah payah bekerja di dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta, memperjuangkan Jakarta tidak banjir, Anies malah menawarkan solusi yang jauh lebih mencengangkan. Solusi apa itu? Duduk bersama! Rasanya saya bisa mendengar jeritan kaget Ahok yang sangat tercengang melihat solusi Anies.

    Duduk bersama, salahkan kebun teh, bukan hanya urusan gubernur, dan sebagainya, menjadi cara Anies di dalam ngeles membereskan permasalahan banjir ibukota. Jadi sederhananya, setelah ia mengatakan hal tersebut, pasti para warga Jakarta bisa memaklumi Anies dan tidak mempersalahkan Anies jika Jakarta banjir makin parah.

    Harus dimaklumi, ini adalah cara-cara para elit politik yang tidak memahami lapangan, namun kebelet berkuasa. Jadi maklum saja jika para pemimpin bangsa ini tidak becus mengurus kotanya, itu karena mereka tidak dipersiapkan menyelesaikan masalah, namun tidak jauh-jauh dari memenuhi kontrak-kontrak politik.

    Jadi, diharapkan melalui duduk bersama, yak, saya ulangi, duduk bersama, kita berharap Anies dan seluruh elemen masyarakat yang berkepentingan, dapat menanggulangi banjir. Sebenarnya ini adalah solusi yang mencengangkan. Duduk bersama menjadi solusi? Ya! Duduk bersama menjadi solusi! Tidak percaya? Lihat saja kalimat Anies. Ee….. begitu lah jawaban Sandi.

    Mencengangkan karena, seolah-olah usaha Pak Basuki Tjahaja Purnama selama ini, tidak sepenting duduk bersama. Apa yang dikerjakan dalam duduk bersama itu? Rasanya, jika saya boleh berspekulasi, mereka membahas berapa anggaran yang akan digelontorkan jika Jakarta darurat banjir. Anggaran untuk… asudahlah… Semoga ini hanya pemikiran saya saja.

    Jadi sudah puas kan ke 58 persen penduduk Jakarta yang memilih Anies pada saat pilkada kemarin? Saya yakin kalian tidak menyesal, karena kalian memang mendukung gubernur yang seiman, meskipun gubenur tersebut gabener bukan? Ini bukan lagi menjadi keberpihakan, namun mengutip kalimat dari Amien Rais, ini adalah keber….. asudahlah

    Artikel ini sebenarnya terinspirasi dari salah satu artikel yang dituliskan oleh rekan penulis Seword yang berhasil mengocok perut saya, ia adalah Ronny Rondonuwu yang benar-benar membuat saya ngakak-sengakak-ngakaknya. Artikel yang ditulis adalah bagaimana ucapan gubenur gabener dalam persoalan banjir Jakarta, yakni mempersalahkan kebun teh peninggalan kolonial Belanda di Puncak.

    Pantas saja di dalam pidato pelantikannya, ia berorasi dengan menyebut-nyebut istilah yang sudah dilarang pada tahun 1998 melalui instruksi presiden dan dikuatkan oleh Undang-Undang tahun 2008 tentang pelarangan istilah Pribumi. Namanya saja keberpihakan, ya… sudah lah… Hahaha.
    Betul kan yang saya katakan?



    Penulis :  Hysebastian     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Solusi Anies Bereskan Banjir adalah Duduk Bersama, Ahok Tercengang! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top