728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 22 November 2017

    #Warta : Sok-sokan Sindir Ahok tentang Audit Dana Operasional, Sandiaga Lupa dengan Panama Papers ya?

    Wakil Gubernur DKI 2017-2022 Sandiaga Uno hari ini melontarkan pernyataan yang membuat saya geli sekali. Tergelitik dan merasa geli sekali saya mendengar dirinya mengatakan akan mengaudit dana operasional sekitar Rp 1,8 milyar yang ia miliki sebagai wakil gubernur.

        "Oh saya akan audit (dana operasional). Kalau saya sih no negotiable. Kalau yang dulu-dulu kan enggak pernah diaudit. Kalau saya akan saya audit," ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/11/2017).

        "Mana auditnya saya enggak dapet laporannya. Saya enggak dapet auditnya tolong teman-teman minta auditnya kasih ke saya. Supaya saya belajar juga. Karena dana operasional itu selama ini yang saya tahu tidak pernah diaudit. Saya akan memulai sesuatu yang baru. Kita akan audit dana operasional," paparnya. Sumber

    Revisit Panama Papers

    Bagi Anda para pembaca yang lupa tentang Panama Papers, izinkan saya untuk sekilas mengingatkan kembali. Panama Papers adalah 11,5 juta dokumen yang bocor dari database firma Mossack Fonseca yang berbasis di Panama, Amerika Latin. Dokumen ini memuat nama pengguna jasa Mossack Fonseca di seluruh dunia untuk pemindahan uang di negara-negara tax haven.

    Singkat kata, orang-orang yang tercatat namanya di dalam dokumen tersebut adalah orang-orang yang menyembunyikan hartanya di Panama, agar tidak diketahui oleh negara asalnya. Analoginya seperti seorang anak bernama Budi yang risih ketika celengannya selalu di-cek sang ibu (negara sendiri) lalu menyembunyikan celengan baru di rumah temannya. Sialnya, suatu hari ibu temannya tersebut menemukan fakta tersebut dan melaporkan kepada ibunya Budi. Sumber

    Saya menolak lupa bahwa Sandiaga Uno adalah salah satu nama yang tercatat dalam dokumen Panama Papers sebagai direktur dan pemegang saham dari Goldwater Company Limited, Attica Finance Ltd, Pinfefields Holdings Limited, Velodrome Worldwide, Sun Global Energy Inc, Finewest Capital Ventures Ltd, Alberta Capital Partners Ltd, Mac-Pacific Capital Inc, Netpoint Investments Ltd, dan Fleur Enterprises Ltd yang dimana perusahaan-perusahaan tersebut beralamat di British Virgin Island dan Seychelles serta terdaftar menjadi klien Mossack Fonseca antara 1 Juli 2002 sampai 28 Mei 2009. Sumber

    Berapa banyak harta yang ada jika seluruh perusahaan-perusahaan di atas dijumlahkan. Saya tidak dapat membayangkannya, mungkin seumur hidup saya tidak akan punya kesempatan untuk memiliki sebanyak itu. Iya sih memang manusia ini banyak uangnya, sayangnya uangnya tidak dilaporkan dengan benar kepada negara ya!

    Apakah Panama Papers merugikan Indonesia? Tentu saja iya! Artinya warga negara Indonesia yang selama ini dikira punya harta 10 triliun (misalnya) dan membayar pajak sebesar sekian, ternyata punya berkali-kali lipat yang disimpan di negara lain yang tidak diketahui oleh negara dan tidak dikenakan pajak.

    Coba saja bayangkan jika harta yang banyak tersebut dikenakan pajak, tentu saja lebih besar pendapatan negara kita dan lumayan dapat membantu biaya pembangunan yang sedang gencar-gencarnya dilakukan Presiden Jokowi. Coba juga bayangkan jika harta yang banyak tersebut disimpan di tanah air dan digunakan untuk menggerakkan ekonomi dalam negeri, tentu saja akan membawakan dampak positif kepada negeri ini!

    Anda Tidak Ngaca ya?

    Sudahlah, Sandiaga Uno. Tidak perlu lah Anda sok-sokan untuk pamer sok bersih dengan menyindir-nyindir gubernur dan wakil gubernur yang lama tidak mengaudit dana operasionalnya. Anda memang tidak menyebut nama, tapi bagi saya Anda ya menyindir rival Anda kemarin, ya bukan? Kalau bukan mohon klarifikasinya ya menyindir siapa? Fauzi Bowo? Joko Widodo? atau bahkan Ali Sadikin?

    Lagian, siapapun yang Anda sindir, ngapain sih Anda sindir-sindir begitu kalau Anda sendiri namanya muncul di Panama Papers? Anda tidak ngaca ya? Tidak punya kaca di rumah atau di kantor?

    Anda sudah pikun ya terhadap pengakuan Anda sendiri tahun lalu mengenai perusahaan yang Anda pimpin yang muncul di dokumen Panama Papers karena dalam tanda kutip menyembunyikan harta Anda di tax haven?

    Ini saya ingatkan kembali, begitu indah Anda ngeles seolah-olah yang Anda lakukan itu bukanlah tindakan yang egois.

        "Dalam proses investasi itu, sangat lazim menggunakan fasilitas firma hukum di luar, yang saya bisa pastikan tidak ada hukum yang dilanggar. Kewajiban pajak selalu dipenuhi selama saya pimpin," kata Sandiaga di Jakarta, Rabu (6/4/2016).

        "Tujuannya (mendirikan perusahaan offshore) menciptakan lapangan kerja dan supaya bisa berinvestasi di Indonesia. Kenapa Indonesia enggak bikin kawasan ekonomi khusus sehingga para investor tidak khawatir terhadap kepastian hukum," ujarnya.

        "Saya belum lihat lagi (nama perusahaan), sedang minta teman di bidang hukum untuk memeriksa," katanya. Sumber

    Pengemplang Pajak Sok-sokan Mau Audit

    Anda mengatakan akan meng-audit dana operasional wakil gubernur Anda ya? Oh begitu? Lalu? Merasa hebat dan perlu disanjung-sanjung dengan melakukan itu?

    Seorang mantan pengusaha yang dulunya 'menyembunyikan' hartanya agar membayar pajak yang lebih sedikit kepada negara, kini gembar gembor masalah transparansi audit 'gaji tambahan' yang dimilikinya, sembari menyindir yang lama yang tidak melakukan audit. Mohon maaf saja ya, bagi saya yang Anda lakukan itu justru adalah sebuah kemunafikan.

    Lagipula, Anda kira audit adalah segalanya ya? Anda ini mau membohongi siapa sih? Zaman sekarang mah bukan rahasia lagi bahwa audit itu bisa dipesan dan dibeli. Ini bukan tuduhan saya sepihak ya, bukannya sudah banyak terungkap di pengadilan tipikor?

    Bagi saya Anda ini bukannya mau membawakan kebaikan bagi warga DKI dengan menggembar-gemborkan audit dana operasional, tetapi yang Anda lakukan ini lebih ke pernyataan politik. Masih ingin Anda sangkal? Saya rasa warga DKI butuh bukti saja ya bahwa pemerintahan kalian akan bersih, bukan gembar-gembor yang seperti ini!

    Kalau Anda tidak mengakuinya, lalu saya ingin bertanya saja. Saya memang bukan orang ekonomi atau orang bisnis, jadi mohon Anda yang cerdas dan kaya ini mengoreksi jika saya salah ya. Setahu saya bukannya setiap perusahaan itu ada auditnya ya?

    Kalau memang perusahaan-perusahaan yang banyak diatas tersebut adalah perusahaan offshore seperti yang Anda jelaskan sendiri, memangnya dulu perusahaan Saritoga Anda itu tidak diaudit secara benar ya? Kalau auditnya benar, apakah perusahaan offshore yang begitu banyak di tempat lain itu tidak ditemukan sama sekali? Atau paling ada sedikit tidak disinggung atau dicatat kecil di baris kemana begitu dalam laporan auditnya?

    Oh tidak ada ya? Makanya sebelum Panama Papers bocor publik Indonesia tidak tahu sama sekali ya? Ooo..... begitu ya.... Baiklah kalau begitu....... Saya harus ngomong apa lagi kalau sudah demikian?

    PM Islandia saja mengundurkan diri karena skandal Panama Papers yang menimpa dirinya, sedangkan Anda malah tidak tahu diri dan nyagub di ibukota Indonesia, Sekarang mau sok-sokan masalah transparansi. Hahaha. Maaf ya, saya numpang ketawa.

    Penutup

    Sudahlah Sandiaga Uno, tidak usah sok-sokan merasa diri sendiri paling bersih dan paling transparan. Saya menolak lupa tentang Panama Papers sampai kapan pun ya! Ngaca dulu sana!

    Sudahlah Sandiaga Uno, tidak usah pamer mau audit dana operasional dan menyindir-nyindir pejabat yang lama. Anda buktikan saja dulu itu APBD 2018 apakah ada Anda dan gabener Anda itu pelototi satu per satu seperti yang dilakukan yang lama?

    Kalau belum, saran saya lebih baik Anda lakukan itu dulu ya kalau memang berniat mau uang rakyat dikelola secara transparan dan akuntabel!

    Dari sebatang pohon yang ingin berdiri kokoh dan tegar di tengah badai dan topan…


    Penulis  :    Power Aryanto Famili     Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Sok-sokan Sindir Ahok tentang Audit Dana Operasional, Sandiaga Lupa dengan Panama Papers ya? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top