728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 13 November 2017

    #Warta : Selamat Menjadi Gubernur Penggusur eh Penertib Zaman Now

    Akhirnya Gubernur Anies secara resmi bisa menyandang gelar “Gubernur Penggusur”, atau kalau pakai bahasa balutan biar lebih halus, meminjam istilah Sandi, Anies itu "Gubernur Penertib" zaman now! Setelah Ahok dipaksa turun dari jabatannya tidak ada lagi penggusuran seperti zamannya, eh tahu-tahu ternyata cuma sementara, ha ha ha. Mana keberpihakannya? Kok malah jelas-jelas berpihak pada BASUKI TJAHAYA PURNAMA alias Ahok! Eta terangkanlah, ha ha ha.

    "Lho, kalau (bangunan di pinggir sungai) melanggar, harus ditertibkan dong," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (13/11/2017) seperti dilansir Kompas.com. Dulu sukanya nyindir dengan keras dan nyinyir dengan penggusuran yang dilakukan Ahok! Sekarang amnesia, ha ha ha.

    Waktu kampanye Anies mengatakan, penggusuran sangat tak sesuai dengan kemanusiaan. Dia menegaskan bakal memilih cara persuasif untuk menanggulangi permukiman kumuh dan normalisasi sungai di Jakarta, nih silakan cek sumbernya : Saat Ahok Dikeroyok Agus dan Anies Soal Penggusuran di DKI!.

    Ha ha ha, ternyata itu hanya omongan manis kampanye. Dalam realita, ya akhirnya kembali menyetujui apa yang dikatakan dan sudah dilakukan Ahok selama ini! Karena bisanya hanya ngomong jadinya begitu menghadapi realita ancaman banjir, balik lagi buka file dan kembali lagi mengcopy mentah-mentah kebijakan zaman Ahok yang sudah terbukti, ha ha.

    Anies menjelaskan, di beberapa wilayah Ibu Kota, sungai-sungai harusnya memiliki lebar 10 meter. Namun, banyaknya bangunan milik warga yang berdiri di bantaran sungai membuat lebar sungai itu menyempit dan tersisa 2 meter. Ini kan kalimat khas Ahok yang biasa dipakai beliau untuk menjelaskan alasan kenapa harus ada penertiban pemukiman liar di tepi sungai, wkwkwkw.

    Saya masih ingat minggu lalu saya menampilkan tulisan : Penggusuran Zaman Now Halal dan legal Kalau Plus Penertiban. Intinya Gubernur Anies berencana melakukan penggusuran atau penertiban di area sekitar Kanal Banjir Barat, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    Anies menyampaikan bahwa dirinya akan tegas dan memberi kesempatan pemukim liar untuk menggusur dirinya dulu alias harus pindah sebelum Pemprov bertindak, wkwkkw. Akhirnya dengan beralasan bahwa penghuni itu salah tempat atau menghuni bukan di lahannya. Lagi-lagi mengekor kebijakannya Ahok.

    Ekspektasi saya bahwa Gubernur Anies akan berhenti sampai di situ saja karena beliau vokal untuk tidak melakukan penggusuran. Saya dibuat terkaget-kaget, ternyata beliau makin konsisten dengan penertiban pemukim liar. Ciyeee, ini mah bukan cuma meniru Ahok tapi menerapkan kembali apa yang Ahok ucapkan dan lakukan dalam soal penanganan banjir dan normalisasi sungai di Jakarta!

    Entah kehinggapan roh apa, tapi saya melihat sebagian roh Ahok ada pada Anies, kalau bisa saya katakan demikian. Dengan ketegasan yang mencoba meniru Ahok dan kebijakan dalam menerapkan penertiban serta normalisasi sungai!.

    Sekarang dengan lantang dan mencoba berlagak tegas, beliau menyatakan bahwa dia akan menertibkan bangunan-bangunan liar, tapi coba cermati dan perhatikan, dengan tidak memakai istilah penggusur, ha ha ha. Intinya sebenarnya menggusur tapi dibalut dengan kata penertiban.

    Perhatikan berita selanjutnya dari Kompas: "Menurut Anies, bangunan-bangunan di bantaran kali harus dibereskan secara menyeluruh, bukan kasus per kasus. Untuk menyelesaikan permasalahan bangunan di bantaran kali dan normalisasi sungai, Anies akan menggelar rapat pimpinan terbatas (rapimtas) bersama pejabat Pemprov DKI Jakarta."

    Anies juga sudah mendapat laporan penyempitan beberapa sungai di Jakarta. "Yang tadi dilaporkan adalah di Kali Pulo dan saya tegaskan tadi, kami akan buat rapimtas khusus mengenai normalisasi sungai di semua wilayah," ucap Anies.

    Anies sebenarnya tidak paham dengan masalah penanganan banjir. Justru Ahok sudah menempatkan orang-orangnya yang berpengalaman semenjak dia masih jadi Wagub dan menjadi Gubernur, maka orang-orang kepercayaan Ahok ini sudah paham penyebab banjir sebenarnya tanpa perlu dikuliahi secara akademis oleh Anies.

    Justru sebaliknya orang-orang Ahok-lah yang mengkuliahi Anies dengan melaporkan adanya penyempitan sungai!. Dan gelinya, kalau Anies tidak mau percaya apa yang dikatakan Ahok. Anies justru percaya apa yang dikatakan orang-orang Ahok karena sudah kepepet. Tidak ada pilihan.

    Jakarta sudah memasuki jelang puncak musim penghujan. Sebagai Gubernur, dia juga tidak bisa lepas tangan akan masalah banjir. rakyat Jakarta zaman now bukan cuma melihat tapi memelototi apa yang akan dilakukannya dalam menghadapi banjir. Jangan lagi nyari-nyari alasan yang konyol, misalnya menyalahkan kebun teh Puncak sebagai penyebabnya, he he he. Lihat Menurut Anies Penyebab Banjir Jakarta adalah Kebun Teh

    Dia harus menunjukkan kerja yang nyata. Saya tertawa tadi di jakarta masih diguyur hujan waktu pulang, seorang sopir taksi online malah minta-minta banjir di Jakarta. Saya tanya, "Pak ngapain minta banjir?" Jawabannya : Biar Gubernur ada kerjanya! Ha ha ha. Jadi rupanya tugas Gubernur yang utama itu ya? Hm, saya pikir-pikir salah satu benchmark keberhasilan jadi Pemimpin di DKI adalah mengatasi banjir dengan kerja, bukan dengan kata! Dan benchmarknya itu balik lagi ke Ahok, wkwkwkkw.

    O ya ada yang ketinggalan. Kalau Ahok sudah menyiapkan rusun untuk warga yang harus direlokasi. Gubernur yang ini masih belum jelas karena rumah lapisnya masih jauh, fondasinya aja belum. Paling pemukim liar itu disuruh menggusur dirinya dan disuruh cari sendiri tempat tinggalnya, ha ha.

    Saya ngeteh dulu deh, mumpung masih hujan rintik di luar.


    Penulis :   Ronny D Rondonuwu     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Selamat Menjadi Gubernur Penggusur eh Penertib Zaman Now Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top