728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 29 November 2017

    #Warta : Sebut Pendukung Ahok Bajingan yang Perlu Diludahi, Ahmad Dhani Jadi Tersangka

    Satu lagi pendukung Anies-Sandi ditetapkan tersangka oleh polisi, yaitu calon wakil Walikota bekasi kalah, Ahmad Dhani. Sebelumnya ada beberapa nama yang telah ditetapkan tersangka oleh polisi. Bahkan diantaranya ada yang telah ditahan, divonis 1,5 tahun penjara. Dan yang paling miris, ada yang jadi Bang Toyib tidak pulang-pulang dari Arab. Padahal beliau adalah ketua ormas radikal yang kalau bicara suka menghujat dan mengancam orang lain.

    Sebagaimana kita ketahui bahwa pendukung gubernur sebelah menggunakan isu agama untuk memenangkan Pilgub DKI Jakarta. Mereka menganggap merekalah yang paling benar. Orang yang di luar golongan mereka dianggap musuh dan tidak boleh menjadi gubernur DKI Jakarta.

    Walau menggunakan isu agama untuk kepentingan politik, kelompok ini juga menggunakan cara-cara keji, yang berbeda jauh dengan ajaran agama untuk selalu bersikap jujur, adil dan mengasihi. Hujatan, caci-maki dan hoax adalah bagian dari keseharian.

    Diantara yang telah ditahan yaitu, Jonru Ginting. Jonru merupakan aktivis Sosmed yang sering menyebarkan kebencian. Bahkan presiden Jokowi sebagai kepala negara dan pangliman tertinggi TNI dan Polri ikut-ikutan difitnah oleh Jonru dengan mengatakan orang tua Jokowi tidak jelas. Hingga akhirnya Jonru dilaporkan oleh pendukung Jokowi, Muannas Al Aidid ke polisi.

    Jonru kemudian dipanggil oleh penyidik Polda Metro Jaya untuk diperiksa. Tidak lama setelah diperiksa, Jonru ditetapkan sebagai tersangka. Hingga saat ini Jonru masih mendekam di penjara.

    Sebelas dua belas dengan Jonru ada Buni Yani. Buni Yani awalnya warga biasa. Namun karena ketidaksukaannya dengan Ahok, Buni Yani memotong transkrip pidato Ahok dengan menghilangkan kata ‘pakai’. Tidak berhenti sampai disitu, pidato Ahok yang durasinya kurang lebih 1 jam 40 menit, diupload oleh Buni Yani yang hanya 30 detik, itu pun yang menyerempet surat Al-Maidah.

    Seperti dapat durian runtuh, kubu sebelah, ormas radikal dan anti Pancasila langsung menggoreng unggahan video Buni Yani tersebut. Dan Buni Yani langsung menjadi selebriti dadakan. Orang yang biasa-biasa saja tiba-tiba terkenal diseluruh jagat Indonesia Raya dan dunia maya.

    Namun malangnya, bahkan lebih malang dari kota Malang, Buni Yani dilaporkan ke polisi. Buni Yani dituduh telah menyebarkan penghasutan SARA, hingga akhirnya senasib dengan Jonru, jadi tersangka.

    Karena merasa paling benar dan Ahok salah, Buni Yani tidak mengakui kesalahannya. Dia pun tidak terima ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Karena status tersangka juga mengancam Buni Yani dari aktivitas persosmedan nasional yang telah membesarkan namanya, Buni Yani pun mengajukan gugatan praperadilan.

    Gugatan ini kemudian menunjukkan bahwa Buni Yani memang bukan orang yang baik dan benar. Gugatan pahlawan Sosmed tersebut diolak oleh hakim. Buni Yani pun pasrah dimejahijaukan.

    Saat menjalani proses persidangan, dukungan terhadap Buni Yani masih ada, tapi tidak sebanyak orang yang menuntut agar Ahok dipenjara. Namun sayangnya, Buni Yani sebagai salah satu orang yang paling berjasa terhadap kemenangan Anies-Sandi di Pilgub DKI Jakarta, Anies Sandi tidak sedikitpun menghadiri persidangan Buni Yani. Padahal kalau bukan tangan Buni Yani, Anies belum tentu jadi gubernur.

    Setelah melalui proses persidangan yang menegangkan dan sedikit emosi, Buni Yani akhirnya diganjar hukuman 1,5 tahun penjara oleh hakim. Tinggal menunggu waktu yang tepat saja, kapan Buni Yani akan dikurung.

    Selain yang disebutkan diatas, ada juga perempuan pendukung Anies-Sandi yang sebelas duabelas dengan Jonru dan Buni Yani, yaitu Asma Dewi. Asma Dewi telah melakukan ujaran kebencian melalui media sosial. Dan merupakan pengguna jasa Saracen (komplotan penjual jasa penyebar kebencian). Saat ini Asma Dewi telah mendekam dibalik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

    Baru-baru ini pendukung Anies-Sandi dan pembenci Ahok yang ditetapkan tersangka yaitu Ahmad Dhani. Penyanyi ‘Madu Tiga’ tersebut ditetapkan tersangka oleh Polres Metro Jakarta Selatan atas kasus ujaran kebencian. Penetapan tersangka Ahmad Dhani setelah memiliki dua alat bukti (unsur pidana) yang cukup dalam perkaranya. Dalam waku dekat, 30 November 2017 Ahmad Dhani akan menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka.

    Sebelumnya, Ahmad Dhani memang suka mencuit melalui akun twitternya yang menunjukkan ketidaksukaannya kepada Jokowi dan Ahok. Hingga salah satu cuitannya yang sebentar lagi mengantarkannya ke penjara, yaitu : "Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yang perlu di ludahi muka nya - ADP.". Ahmad Dhani ingin meludahi pendukung Ahok.

    Semoga saja Ahmad Dhani tetap garang segarang cuitan twitternya ketika dipanggil polisi. Jangan sampai seperti Bang Toyib yang kini kabur ke Arab, yang garang kalau mencaci-maki orang tapi kemayu disaat berurusan dengan hukum. Demikian Bang Toyib.



    Penulis   :   Fery Padli   Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Sebut Pendukung Ahok Bajingan yang Perlu Diludahi, Ahmad Dhani Jadi Tersangka Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top