728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 25 November 2017

    #Warta : Sandi Meludah Ke Udara Terkena Muka Sendiri, Ketika Mencoba Menyudutkan Rezim Ahok

    Saya bingung deh, mengapa Anies-Sandi masih justru tidak bisa move on, padahal mereka berdua sudah menang pilkada di DKI Jakarta, tetapi mengapa masih saja terasa masih zaman kampanye. Jika masih masa kampanye, menjadi hal biasa jika dia mengomentari apa yang dilakukan Ahok dahulu seperti staff Ahok yang difitnah dibayari oleh swasta, padahal pada kenyataan digaji dari dana operasional yang menjadi hak Ahok.

    Tidak berhenti disitu saja, anggaran DKI membengkak tetapi yang disalahkan justru orang-orang rezimnya Ahok. Seperti yang dinyatakan Anies di media, entah apa maksudnya, saya juga bingung mencerna maksud dan tujuannya membuat pernyataan bahwa rezimnya pak Ahok yang membuat anggaran, dan dia melakukan penyisiran lagi.

    "Ini kan rezimnya Pak Ahok-Djarot yang masukin (anggaran) kemarin. Jadi, sudah tersisir sebelumnya. Saya sisir lagi kemarin," ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (24/11/2017) seperti yang dilansir kompas.com

    Dia juga mengatakan bahwa dirinya adalah seorang akutan, oleh sebab itu dia pasti mengefektifkan anggaran yang dibuatnya. Semua dilihatnya satu per satu.

    Pernyataan Sandi di atas menurut saya justru mengesankan hal yang kurang pantas, dan bahkan menjadi boomerang bagi dirinya sendiri. Jika dia mengaku sebagai seorang akutan yang mengecek satu per satu, seharusnya dia sudah merevisi anggaran air mancur yang tidak rasional, mencapa 620 juta rupiah. Dan itu dia sudah mengetahuinya, bahkan mengomentari sebagai air mancur kehidupan atau apalah saya lupa.

    Bukan hanya itu saja, ada juga anggaran kunjungan kerja DKI Jakarta yang membengkak. Masa iya anggota dewannya 106 tetapi yang dianggarkan untuk 7000an orang. Ditambah lagi kenaikan anggaran Sekretariat Dewan dari Rp 126 miliar (dalam RKPD 2018) menjadi Rp 346 miliar (dalam R-APBD 2018).

    Jika memang itu buatan dari rezim Ahok, semestinya jika sudah disisir satu per satu ya tidak membengkak untuk hal-hal yang kurang efisien. Meskinya, tidak perlu menyalahkan rezim sebelumnya, jika yang membengkak itu dana untuk ok oce, atau KJP plus, mungkin masih bisa difahami, tetapi ini yang membengkak bukan itu. Atau jika yang membengkak adalah anggaran untuk pasukan orange dan kawan-kawan, mungkin itu bisa dimaklumi, karena dia sudah berjanji untuk menaikan gaji mereka. Tetapi pada kenyataannya, anggaran untuk mereka masih tetap.

    Selain itu, ketika kunjungan kerja yang dilaksanakan di hotel mewah, dia justru membuat pernyataan seperti kaum borjuis yang kurang enak didengar di telinga, dengan mengatakan "Warga itu belum pernah ngerasain datang ke hotel mewah. Senang Pak katanya, tidur-tiduran, makan enak gitu lho di Pullman,". Saya sebagai rakyat jelata yang memang jarang menikmati fasilitas mewah, menilai pernytaan tersebut kurang pantas.

    Bukan hanya di Pullman, tetapi mereka juga menggunakan Balai Sarbini untuk kegiatan yang dikatakan kunjungan kerja atau silaturahmi tersebut. Meskipun katanya dana tersebut bukan dari APBD, tetapi dari perusaahaan, sebaiknya dana tersebut digunakan untuk hal-hal lain, seperti di zaman Ahok. Sedikit heran sih, katanya mereka anti swasta karena takut ada konflik kepentingan yang besar, tetapi kok ini seneng bermewah-mewah dengan dana yang diberikan swasta, saya jadi bingung.

    Berbeda dengan Ahok yang menggunakan swasta untuk meningkatkan hal-hal yang bersifat produktif, dan terkadang sedikit memaksa untuk berkontribusi kepada masyarakat. Mungkin menurut saya, para pengusaha di zaman Ahok lebih stress karena dituntut mengeluarkan dana yang lebih besar untuk pembangunan DKI Jakarta. Dan mungkin di zaman Anies-Sandi mereka hanya sedikit mengeluarkan dana yang tidak cukup besar dengan hanya menyediakan kemewahan saja. Ini sangat nikmat untuk para pengusaha yang tidak ingin berbagi.

    Sebenarnya saya sudah ogah menanggapi pernyataan-pernyataan Anies-Sandi, apalagi mengenai hal yang membanding-bandingkan dengan zaman Ahok. Meskipun saya justru yakin, jika dia berusaha membanding-bandingkan apa yang dilakukannya dengan Ahok, justru mereka berdua akan terpuruk. Mungkin waktu itu dia menang lantaran sebuah sentimen yang penting bukan Ahok sebanyak 58% warga mendukungnya. Tetapi, jika nanti 58% melihat kenyataan DKI Jakarta semakin mundur dibandingkan masa Ahok, sudah pasti mereka juga akan muak.



    Penulis  :  Cak Anton   Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Sandi Meludah Ke Udara Terkena Muka Sendiri, Ketika Mencoba Menyudutkan Rezim Ahok Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top