728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 15 November 2017

    #Warta : Saatnya Pembuktian Cara Motivasi Anies Baswedan Lebih Ampuh Daripada Cara Memukul Seorang Ahok

    Ketika debat kedua pada Pilkada DKI Jakarta putaran pertama yang lalu, salah satu topik yang dibahas adalah tentang birokrasi. Saya ingat betul pada saat itu, seorang Anies Baswedan berkata bahwa PNS harus bekerja berdasarkan target bukan rasa takut kepada atasan. Ucapan ini tidak lain menyindir seorang Ahok yang memang saat itu adalah pemimpin PNS DKI yang dikenal galak dan tegas (http://megapolitan.kompas .com/read/2017/01/27/22424731/anies.ingin.pns.dki.bekerja.dikejar.target.bukan.rasa.takut).

    Tak segan Ahok mencopot, menstafkan atau sampai memarahi anak buahnya yang bermasalah yang bisa ditonton masyarakat melalui Youtube.

    Kebijakan ini dikritisi seorang Anies Baswedan yang menanggap kinerja baik seorang PNS bukan karena takut terhadap pemimpinnya. Anies menganggap Ahok atasan yang suka ‘memukul’ dan Anies mau merubahnya dengan cara memotivasi seperti yang beliau utarakan pada akhir video di bawah.

    Saya pribadi sangat pesimis dengan cara yang ditawarkan oleh seorang Anies Baswedan dan nyatanya terbukti dengan beberapa contoh yang akan saya bahas dibawah. Mungkin Anies Baswedan masih merasa hidup pada jaman penjajahan sehingga tidak tahu tentang fakta dan realita yang ada pada birokrasi di negeri ini. Menurut saya ini semua soal mental sumber daya manusia kita yang masih tergolong malas, bahkan korup sehingga berdampak pada pelayanan publik yang tidak maksimal.

    Cara melihatnya sangat mudah sekali, coba bandingkan titik banjir era sebelum Jokowi dan Ahok dengan era sebelumnya. Sebelum tahun 2012, banjir Jakarta hampir terjadi setiap tahun dan bajir dengan ketinggian bermeter-meter bisa bertahan dalam beberapa hari. Namun, ketika Jokowi dan Ahok menjabat, banjir-banjir ini bisa dikurangi. Memang banjir tetap ada, namun akan surut kurang dari 24 jam (http://megapolitan.kompas.com/read/2017/02/23/06110001/banjir.jakarta.dan.belajar.berterima.kasih)

    Mengapa perubahan ini bisa terjadi? Karena PNS DKI yang berubah dan mau bertanggung jawab akan tugasnya. Kenapa mau berubah dan membereskan masalah? Karena kebijakan Jokowi dan Ahok yang mengharuskan mereka bertanggung jawab dengan kewajiban mereka jika tidak mau kehilangan jabatan. Karena itu saya setuju dengan cara Jokowi dan Ahok yang berani memecat atau menstafkan untuk memastikan bahwa mereka bertanggung jawab terhadap kerja mereka. Jika lalai, kehilangan pekerjaan adalah sebuah resiko.

    Di samping itu, Jokowi dan Ahok sudah sangat fair dengan menaikan gaji PNS sesuai dengan kinerja mereka. Kerja asal-asalan copot, kerja baik dapat bonus. Sistem reward dan punishment membuat PNS benar-benar termotivasi dan didorong untuk menunjukan performa terbaik. Jika mereka merasa tidak mampu, jangan lagi menjadi PNS karena yang kita sedang bicarakan saat ini adalah tentang ibu kota Jakarta yang harus dilayani oleh orang-orang terbaik.

    Lalu mengapa kebijakan yang positif dan terbukti memperbaiki kinerja PNS yang berdampak positif terhadap pelayanan publik ini dikritisi oleh seorang Anies Baswedan?

    Jawabannya karena memotivasi adalah keahilan seorang Anies Baswedan yang sejujurnya tidak relevan untuk menyelesaikan masalah di Jakarta. Kita sedang bicara soal mental PNS yang bobrok yang bukan lagi harus diselesaikan dengan memotivasi. Saya yakin bagi mereka omongan hanya angin lalu saja. Untuk apa bekerja keras seperti jaman Jokowi Ahok kalau kerja asal-asalan hanya mendapat motivasi bukan kehilangan pekerjaan? Dan sekarang faktanya terbukti, Pak Anies!

    Sembilan bulan setelah kritik itu dilontarkan, tepatnya minggu ini, beberapa media memberitakan bahwa ada beberapa lokasi yang tergenang banjir setelah hujan menguyur ibu kota. Hal ini membuat masyarakat yang sudah lama tidak bertemu banjir harus rela rumahnya tergenang. Beberapa dari mereka menilai bahwa pasukan orange kurang sigap membantu mereka setelah DKI berganti pemimpin dan juga lambatnya kinerja petugas pompa air (http://megapolitan.kompas .com/read/2017/11/13/21064901/sekarang-pasukan-oranye-kok-jadi-kurang-sigap & http://megapolitan.kompa s .com/read/2017/11/14/20131181/warga-kampung-pulo-keluhkan-kinerja-petugas-pompa-air-penyedot-banjir)
    Lalu pertanyannya mengapa sikap PNS DKI berubah lagi ketika Anies Baswedan naik menggantikan Ahok yang berpengaruh terhadap penurunan pelayanan warga Jakarta?

    Pertama, pernyataan Anies saat debat memang benar bahwa kinerja PNS hanya karena takut terhadap atasan. Ini membuktikan dugaan saya benar bahwa memang yang bermasalah itu mental para PNS yang sudah tidak bisa lagi sekedar diberi motivasi. Toh nyatanya cara si ketika pemimpin ‘pemukul’ itu ada, kerja PNS lebih efektif, lalu mengapa sekarang ketika pemimpin ‘motivator’ naik kinerja PNS malah mejadi turun?

    Mungkin memang benar, mereka dahulu bekerja karena rasa takut dan sekarang rasa takut itu sudah hilang. Mengapa bisa hilang? Mungkin sekarang PNS DKI Jakarta tidak memandang anda sebagai pemimpin yang perlu ditakuti seperti Ahok, alias dianggap remeh. Mungkin.

    Karena itu, sekarang posisi anda bukan lagi sebagai kritikus tetapi sudah menjadi Gubernur. Sudah saatnya seorang Anies mengimplementasikan retorikanya untuk merubah budaya kerja PNS yang lebih efektif dengan cara memotivasi. Mari buktikan cara anda dapat merubah kinerja bawahan anda dan menanamkan mental baru kepada mereka agar setelah anda selesai, mental bekerja keras mereka tidak berubah. Tolong buktikan secara nyata dan jangan dibutikan dengan retorika lagi atau teori omong kosong yang sudah bosan kami dengar.

    Jika anda berhasil melakukannya dan hasilnya lebih baik dari jaman Jokowi Ahok, anda layak mendapat angkatan topi dari saya, walaupun sejujurnya saya pesimis karena track record anda yang sudah-sudah. Karena saya sudah terlalu banya mendengar berbagai macam gerakan yang digagas oleh anda seperti gerakan Indonesia mengajar atau gerakan turun tangan yang hasilnya tidak lebih dari sebatas teori dan retorika belaka.

    Tetapi tidak ada salahnya memberi kesempatan agar anda tidak hanya dicap sebagai seorang yang hanya pandai beretorika. Selamat mencoba.




    Penulis   :  Geje    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Saatnya Pembuktian Cara Motivasi Anies Baswedan Lebih Ampuh Daripada Cara Memukul Seorang Ahok Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top