728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 06 November 2017

    #Warta : Rumah Berlapis Kendalanya Berlapis-lapis, Kini Dilempar Ke Wali Kota!

    Baru saja dilaunching namanya (namanya lho) oleh Pak Anies-Sandi, nasib "Rupis" alias "Rumah Berlapis" terhadang kendala berlapis-lapis. Salah satunya menurut seorang pakar ITB, rumah berlapis itu harus dibarengi normalisasi sungai, nah loh!. Dosen Kelompok Keahlian Perumahan Permukiman Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SKPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB), Jehansyah Siregar, menjelaskan kendala-kendalanya secara lugas.

    "Harus dipikirkan bagaimana 70 persen dari total lahan itu digunakan untuk normalisasi sungai, penataan ruang terbuka hijau (RTH), dan jalan inspeksi," ujar Jehansyah kepada KompasProperti, Sabtu (4/11/2017).

    Ini akan jelas bertabrakan dengan program anti penggusuran dari sang Gubernur Anies yang sangat anti penggusuran. Tapi demi mewujudkan program itu harus dicari dan diupayakan sebisa mungkin. Apalagi ditambah laporan Sandi yang menyatakan mencari lahan untuk rumah lapis vertikal itu sangat sulit. Akhirnya Gubernur galau, walikotanya galau juga dan ketiban tugas berlapis-lapis dari beliau. Begini ceritanya:

    Saat rapat Jumat lalu (3/11), Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede, bertanya bagaimana gambaran dari ide atasannya itu soal “Rumah Berlapis”. Nah, Anies yang juga masih belum punya kematangan rencana akhirnya punya acara cerdik yaitu melemparkan masalah ke anak buahnya. Beginilah kalau di Indonesia, nanya minta solusi ke atasan, dilempar masalah sekalin suruh mikir solusi sekalian, ha ha ha.

    "Kendalanya soal kepemilikan tanah, bebasin tanah untuk tol bisa urusin, masa buat orang miskin enggak bisa, sih? Bebasin tanah untuk pembangunan ini bisa, kok, buat orang miskin kita tidak bisa? Bisalah, ini masalah kemauan," kata Anies seperti dilansir Kompas

    Bagaimana caranya, Anies meminta para wali kota sebagai "penguasa wilayah" memikirkannya. Dia meminta para wali kota mempelajari lebih lanjut konsep urban renewal ini. "Ya, Bapak cari solusinya, Pak, karena itu Bapak jadi wali kota. Kan, begitu kira-kira, Pak. Kalau engga, kita diskusi akademik di ruangan ini. Tidak," ujar Anies seperti dilansir Kompas.

    Bayangkan, tugas yang dilimpahkan eh dilemparkan kepada Wali Kota bejibun. Perhatikan poin-poin pak Anies: Memikirkan, mempelajari lebih lanjut konsep urban renewal, cari solusi. Begh, luar biasa. Idenya ternyata masih belum matang pula, jadi para Walkot disuruh mikir dan mempelajari, ha ha ha. Jadi beliau bingung sendiri juga konsepnya harus seperti apa!

    Mulai deh beliau memainkan dan menunjukkan otoritasnya secara penuh sebagai “Penguasa Utama DKI”. Idenya dari beliau, eksekusinya nggak usah tanya karena beliau memang keahliannya atau spesialisasinya mengusung ide-ide dan konsep-konsep. Jadinya siap-siaplah para Wali Kota ketiban setumpuk pekerjaan yang berlapis-lapis.

    Anies sebagai ‘Penguasa Mutlak DKI” menunjukkan kekuasaan dan kedaulatannya dengan memerintahkan, bagaimanapun caranya harus terwujud. "Kita minta Bapak laksanakan itu. Bagaimana caranya, Bapak pikirkan caranya. Jadi, kita cari ini biar selesai," tambahnya. Hm, sadis kan? Gampang aja ngomong, merealisasikannya itu loh!

    Para Wali Kota disuruh menelan bulat-bulat konsep rumah berlapis ini sembari mencari cara sendiri agar semuanya bisa terwujud. Ini cara yang paling halus dan cerdik untuk cuci tangan sehingga nanti pada saat pembebasan lahan itu yang kena adalah Wali Kotanya. Kalau nanti dicecar media ketika mengadakan penggusuran, Anies akan menjawab enteng, itu kan Wali Kota!.

    Kenapa tidak diserahkan kepada Sandi? Bukankah Sandi juga dipecayakan untuk menangani program “Rupis” ini? Membingungkan juga. Tapi alasannya sudah jelas karena Sandi kewalahan mencari lahan-lahan buat rumah lapis vertikalnya. Jawaban terakhirnya dia mengatakan bahwa lahannya masih dirahasiakan karena takut spekulan. Beneran ada atau diada-adaian masih belum jelas juga, ha ha ha. Misteri si Sandi eh lahannya masih misteri, wkwkwk.

    Beginilah cara bermain Pak Gubernur Anisyang sarat ide dan terobosan tapi ujung-ujungnya membebankan kepada anak buahnya untuk mengeksekusi. Kepuyengan menghadapi kendala-kendala "Rupis" ditambah kepusingan mewujudkna program-program kampanye akhirnya membuatnya bermain aman plus kekuasaan.

    Gue gitu loh sebagai “Kepala Negara”, eh “Kepala di DKI” ini, jadinya gue berhak dong mengatur semau gue. Ya gitu deh, demi untuk kepentingan terealisasi programnya maka dia akhirnya mencari solusi instan dan mudah, ogah kerja dan ogah capek, ha ha ha, karena bukan tipenya. Intinya dan pokoke harus jadi, salam berkwkwkwkwkan!




    Penulis  :  Ronny D Rondonuwu    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Rumah Berlapis Kendalanya Berlapis-lapis, Kini Dilempar Ke Wali Kota! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top