728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 02 November 2017

    #Warta : Pemprov DKI Persilakan Alexis Ganti Nama. Kong Kali Kong Dong

    Sudah beberapa hari ini Alexis ditutup Pemprov DKI karena Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta tidak memperpanjang izin usaha Hotel dan Griya Pijat Alexis lagi.

    Lucunya, Anies sendiri tidak bisa menyebutkan dasar pencabutan izin Alexis. Edi Junaedi yang adalah Kepala DPMPTSP Pemprov DKI, saat diwawancarai juga menyatakan, operasional Hotel dan Griya Pijat Alexis tidak melanggar. Selama proses perpanjangan pemilik usaha masih dalam kondisi legal. Bukan ilegal.

    Untuk informasi selengkapnya, bisa dibaca terlebih dahulu artikel tentang pembahasan ini sebelumnya. Berikut link berita terkait.



    Jadi bisa disimpulkan bahwa Alexis ditutup secara sepihak oleh Pemprov DKI tanpa alasan yang jelas karena bukti-bukti pelanggaran tidak ditemukan terkait operasional Alexis selama ini.

    Logika kewarasannya, jika Alexis taat hukum dan tidak ditemukan adanya pelanggaran, seharusnya ijin perpanjangan Alexis ya tak perlu ditolak. Ditolak atas dasar apa sementara Alexis sendiri tidak ada didapati melanggar peraturan-peraturan yang ada??? Ya khan.

    Jujur awalnya aku berpikir pihak Alexis pasti tidak akan terima dan menggugat balik Pemprov DKI terkait penutupan Alexis yang sepihak ini. Mengingat investasi Alexis yang besar, para investor Alexis pasti akan marah dan menuntut keadilan karena mereka selama ini merasa sudah mentaati semua aturan dan hukum yang berlaku di DKI.

    Dan jawabannya baru muncul hari ini saat malam barusan aku nonton tayangan Berita Utama Kompas TV. Diberitakan di sana, "Pemprov DKI tak permasalahkan jika Alexis berganti nama."

    Wakakakakaka.......... Ketahuan jadinya. Kong kali kong semuanya. Strateginya yang penting Alexis tutup. Tak masalah jika Alexis membuka lagi usahanya. Yang penting namanya bukan Alexis. Sebab Anies-Sandi sudah berjanji akan menutup Alexis. Dengan demikian janji sudah ditepati. Alexis tutup. Silakan muncul lagi dengan nama yang baru. Yang penting bukan Alexis.

    Bisa ganti nama menjadi "Al-Exis", atau bisa juga jadi "Hotel Bukan Alexis". Seperti acara Empat Mata yang berganti nama menjadi Bukan Empat Mata. Lucu khan. Weka...weka...weka...weka.......

    Inilah yang dinamakan dengan pembodohan publik tingkat dewa. Benar-benar "persekongkolan" jahat yang sangat menjijikkan. Menipu rakyat secara terang-terangan.

    Masyarakat yang sadar sedang ditipu tentu saja muak. Lain lagi ceritanya dengan rakyat yang memang sudah merelakan dirinya untuk dibodohi terus-terusan oleh Anies dan kawan-kawannya. Tak masalah dibodohi dan dibohongi. Yang penting seiman. Astagaaaaaa.........

    Di lain kesempatan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pernah dimintai keterangan bagaimana tanggapannya bila Alexis mengubah namanya untuk keluar dari stigma publik yang beranggapan bahwa Alexis adalah tempat yang tidak baik.

    Sandi mengatakan bahwa langkah tersebut perlu diapresiasi. "Kita semua di dalam agama itu kalau ada yang bertaubat. Taubatan nasuha. Nanti dilihat sesuai ketentuan laporan masyarakat dan bukti-buktinya gimana." Demikian penuturan Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Selasa, 31 Oktober 2017.

    Muak. Lagi-lagi membawa-bawa nama Tuhan dan agama untuk membohongi orang banyak. Taubatan macam apa Pak Sandi??? Tolong dijelaskan pada saya. Bertobatkah Alexis yang anda tutup lantas muncul lagi dengan nama baru tapi konsep usahanya tetap sama??? Malaikat dan setan pun tahu anda sedang membodohi kita semua.

    Pernyataan yang dilontarkan Edi Junaedipun tak kalah lucunya. Sebagaimana yang saya lihat dan saya dengar lewat Berita Utama Kompas TV malam ini, Edi Junaedi mengatakan, " Setiap warga negara mempunyai hak untuk berusaha di Jakarta termasuk di dunia pariwisata. Jadi saya kira sudah bisa jadi menegaskan untuk tidak ada halangan untuk siapapun berusaha di Jakarta. Tak ada masalah sepanjang mengikuti ketentuan yang berlaku di Jakarta. Ada peraturan Gubernur, syarat-syarat ketentuannya, jam operasional, dan lain-lain ada diatur di situ. Sepanjang mengikuti aturan, tak ada dasar bagi kita untuk tidak memberikan kesempatan kepada orang tersebut untuk tetap berusaha di Jakarta."

    Astaga Pak Edi, bagaimana bisa secepat itu anda bisa mendadak kehilangan ingatan dan akal sehat. Dulu anda sendiri yang berkata bahwa, "Operasional Hotel dan Griya Pijat Alexis tidak melanggar. Selama proses perpanjangan pemilik usaha masih dalam kondisi legal. Bukan ilegal."

    Jujur akupun kecewa padamu Pak Edi. Dulu dirimu sangat dibanggakan dan diharapkan oleh Ahok. Ternyata terbukti sekarang dirimupun sudah menjadi sama dengan Gubernurmu.

    Dengan berat hari terpaksa aku harus berkata sekali lagi, "Jakarta, seperti inikah Gubernurmu???" Selanjutnya, mari kita siapkan hati untuk melihat episode kisah Anies-Sandi berikutnya.

    Selamat menyaksikan.


    Penulis  :   Jemima Mulyandari   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Pemprov DKI Persilakan Alexis Ganti Nama. Kong Kali Kong Dong Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top