728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 07 November 2017

    #Warta : Pemimpin Smart City DKI Sibuk Riset Macet Tanah Abang, Ini Solusi dari Pejalan Kaki


    Drama Tanah Abang terus berlanjut dengan pernyataan yang terdengar smart demi mencari penyebab kemacetan Tanah Abang yang makin menjadi. Hari ini pemimpin Smart City DKI, Gubernur Anies membenarkan riset yang menyatakan bahwa pejalan kakilah yang menjadi penyebab kemacetan di kawasan tersebut. Anies mengkonfirmasi hasil riset kekinian Wagub Smart City, Sandi yang memakai drone setelah melakukan kunjungan sebelumnya. Temuannya begitu meyakinkan sampai disahkan dan dinyatakan sebagai hasil riset oleh Gubernur Anies dan membuat warganet menjadi heboh karenanya. Hebat sekali Smart City DKI, smart pemimpinnya, semrawut hasil temuannya, wkwkkwkw. Benar loh, karena mereka berhasil menemukan biang semrawut dan ruwetnya kemacetan Tanah Abang.

    Sandi dengan temuan mutakhirnya mempunyai alasan valid untuk menyalahkan biang kesemrawutan di Tanah Abang itu karena tiga faktor di atas. Tadinya dia salah alamat menuding yaitu ke PKL dan dia meralatnya. Temuan awal itu dia lakukan dengan cara blusukan terinspirasi Pak Jokowi . Hanya dia ingin tampil kekinian dan ingin melihat tidak hanya horizontal tapi vertikal, paham ya. Ingat rumah lapis vertikal yang diusungnya belum lama ini, he he he.

    Di satu sisi, aplikasi dan teknologi Smart City yang diwariskan Ahok ternyata tidak digunakan sama sekali dalam riset itu. Sayang, bukankah bisa dimanfaatkan tapi mereka tidak lagi menggunakannya karena ada yang lebih smart menurut mereka yaitu drone. Versi drone mereka kayaknya canggih banget, bisa mengumpulkan data dan secara instan mengolahnya menjadi hasil riset yang ilmiah dan diyakini serta diamini oleh Pemimpin Smart City bergelar PhD jebolan Amerika. Luar biasa (drone)nya, ha ha ha.


    OK-lah, silakan memberikan paparan yang smart mengenai penyebab kemacetan tapi seorang pemimpin smart Jakarta tidak hanya datang mempresentasikan masalah kepada media atau warga. Pemimpin yang cerdas akan datang dengan temuan masalah sekaligus akan memberikan solusi-solusi yang jitu, segar dan menjawab permasalahan yang ada. Karena jika hanya berkutat mencari penyebab atau masalahnya, semua orang juga bisa.

    Sibuk dengan penyebab tapi tak memberi solusi mendingan jadi presenter atau penyiar atau komentator TiVi. Ya iyalah, penyiar TV kan hanya memberi laporan. “Kami laporkan langsung dari Tanah Abang, bahwa penyebab macetnya bla bla bla”. Kalau cuma mau cuap-cuap seperti itu, saya dan Anda juga bisa, ha ha ha.

    Tapi di saat memiliki posisi yang paling strategis untuk membawa perubahan di Jakarta, pemimpin Jakarta itu dituntut untuk lebih cerdas dari warganya apalagi dari pemimpin provinsi yang di luar DKI. Pemimpin DKI itu seharusnya adalah pemimpin yang SCC (smart, cerdas, cerdik) sesuai dengan konsep Smart City yang diusung di Provinsi ini.

    Apa daya, pemimpin saat ini smart sekali khususnya dalam mencari penyebab, mencari akar permasalahan akhirnya berhasil menemukan dan mengumumkan temuannya. Solusinya? Tunggu dulu, perlu kajian lagi, perlu analisis yang ilmiah lagi. Perlu AMDAL (analisa mengenai dampak lingkungan) dulu. Nunggu solusinya entah kapan munculnya, gregetan juga. Eh, tau-tau hari ini ada solusi smart dari pejalan kaki.

    Pejalan kaki yang lalu lalang di situ malah punya ide cerdas alias solusi yang praktis, gak pake lama-lama dengan riset segala. Mereka memberikan usul senada (ada 3 orang) sebagai jalan keluar untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, yaitu dengan membangun jembatan penyeberangan orang dari Stasiun tanah Abang menuju kawasan Pasar Tanah Abang. Usulan itu datang dari beberapa pejalan kaki yang ditemuin Tempo sore ini, Selasa, 7 November. Tempo memberikan judul yang menohok, "Pejalan Kaki Beri Tahu Sandiaga Uno Cara Bereskan Tanah Abang". Nah loh!

    Saya salut dengan pejalan kaki ini yang walaupun dituding Anies-Sandi penyebab kemacetan tapi mereka tidak marah, santai dan bahkan memikirkan solusi yang kreatif untuk mengatasi kemacetan ini. Mereka hanya pejalan kaki biasa tapi mereka memiliki kesamaan yaitu sederhana dalam berpikir tetapi solutif. Mereka mengakui masalah tapi mereka juga berpikir smart dan kreatif bagaimana jalan keluarnya.

    Saya tidak tahu persis KTP-nya apa, bukan mau nanya agama loh ya, bukan sama sekali. Saya ingin tahu asal Provinsi mana. Jika benar warga DKI maka saya akan mengucapkan selamat karena dia adalah warga yang smart dan tak salah ber-KTP DKI yang adalah Smart City. Jika bukan warga DKI, saya juga akan tetap mengucapkan selamat karena sudah menyumbang ide yang smart buat Pemimpin Smart City, wkwkwk. Saya usulkan mereka diangkat jadi penasehat pemimpin Smart City DKI saat ini, wkwkwkwk.

    Pada akhirnya, di era Gubernur Zaman Now, baru kali ini warga akan merasa PD sekaligus membanggakan diri, “Ha ha perasaan baru zaman ini warga lebih smart dari pemimpinnya.” Warga zaman now bukan warga biasa, tapi warga yang kritis, cerdas, solutif dan kreatif. Jangan main-main dengan warga zaman now, salam keberkwkwkwkan.

    Ngeteh lagi deh gue :).



    Penulis : Ronny D Rondonuwu     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Pemimpin Smart City DKI Sibuk Riset Macet Tanah Abang, Ini Solusi dari Pejalan Kaki Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top