728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 22 November 2017

    #Warta : OPM : Air Susu Dibalas Dengan Air Tuba?

    Saya sangat menyayangkan dengan tragedi yang terjadi di tanah Papua sekarang ini. Sekelompok warga sipil bersenjata "menempati" dua wilayah dan menyandera 1300 orang penduduknya yang jelas-jelas tidak berdoa. Apa maunya mereka ini?

    Percaya tidak percaya bahwa kelompok ini masih menuntut kemerdekaan atas tanah mereka dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kalau hal ini terjadi dulu, di jaman Orba, mungkin reaksi pemerintah pusat akan 10x lipat lebih garang dibandingkan rekasi pemerintahan yang sekarang.

    Tidak akan ada itu negosiasi, yang ada langsung penyerangan dan pembantaian. Kita ini wajib belajar dari sejarah, pembantaian di tanah Papua itu sudah pernah terjadi di jaman Orde Baru! Apa saya harus bongkar itu sejarah kampung Janda di Papua? Biar kita tidak pernah lupa? Tidak perlu juga kan… ?

    Lagi-lagi peristiwa Papua ini ditunggangi mereka yang begitu hobi menjual berita bohong dengan menyebarkan fitnah bahwa TNI dan POLRI begitu represif menangani peristiwa pembebasan sandera ini. Ngomong itu memang gampang, lempar fitnah lebih gampang karena dosa itu singkatan dari "meledos ga kerasa" alias kentut yang ga bunyi tau-tau bau!

    Anyway....

    Begitu jelasnya Jokowi mengatakan bahwa Papua adalah prioritasnya dia. Membangun infrastruktur yang begitu masive dilakukan sepanjang jarus jam berputar. Atau mereka pikir apa yang sudah dilakukan masih kurang?

    Apa yang mereka tuntutkan? Menghendaki seluruh kepemilikan Freeport untuk mereka semua? Kalau sudah diberikan apa yang bisa dilakukan? Indonesia saja sebagai sebuah negara tidak mampu mengelola Freeport sendirian jika pihak Amerika menyerahkan seluruhnya pada kita.

    Ayo kita kupas masalah Freeport ini! Siapa yang menjual Papua pada Asing? Berapa lama Freeport ini dikuasai mereka? 50 tahun lebih! Kenapa perjuangan OPM ini tidak pernah berhasil dan Freeport tetap tegak berdiri? Karena OPM ibarat semut dalam sebuah rumah.

    Kalau sekarang OPM masih melakukan aksi menyerang warga sekitar untuk menekan pemerintahan pusat agar memerdekakan Papua dan terlepas dari ikatan NKRI, ini sama dengan tindakan bunuh diri.

        Tidak bisa dipungkiri rezim Orde Baru dulu memperlakukan Papua tidak ubahnya seperti Penjajah Belanda memperlakukan Indonesia. Kekayaan alamnya diangkut keluar pulau, masyarakatnya dibiarkan bodoh, alam dan lingkungannya dibiarkan tanpa pembangunan, harga-harga barang yang dibutuhkan menjulang sampai awan. Jadi adalah satu hal yang wajar jika kemudian rakyat Papua membentuk sebuah gerakan perlawanan yang disebut Organisasi Rakyat Papua. Siapa yang rela dan suka untuk dijajah? Apalagi di jajah oleh pemerintahan sendiri! Dengan dalih apapun, apa yang sudah dilakukan rezim Orde Baru atas Tanah Papua itu salah.

    Tapi sekarang sudah jaman Jokowi. Seorang presiden yang menyadari dan mengakui sedalam hati nurani bahwa pemerintah Indonesia sudah menjajah Papua! Dan di tahun-tahun pertamanya, Jokowi berusaha sekeras mungkin mengembalikan apa yang menjadi hak pulau Papua dan rakyatnya.

    Freeport 51% sudah ditangan Indonesia dan sebagian kepemilikkannya akan diserahkan pada warga Papua. Pendidik dan pembangunan sudah jelas-jelas dilakukan sedang, masih dan akan terus dilakukan. Pelabuhan dan Bandara sudah dibuat lebih layak dan hutan belantara sudah banyak yang dibuka. Harga barang kebutuhan pokok? Apalagi harga bensin? semua sudah diturunkan secara besar-besaran! Masih kurang puas? Tunggu sampai 7 tahun ke depan, Papua akan secantik pulau Jawa. Tapi itu kalau Jokowi terus menjabat menjadi presiden Indonesia.

    Dan di Youtube kita juga bisa melihat bagaimana rakyat Papua begitu mensyukuri akan perubahan yang ada. Berbondong-bondong para warga sipil bersenjata turun gunung dan mendeklarasikan diri mereka untuk mendukung pemerintahan yang sekarang. Lalu kenapa tiba-tiba mereka bersikap seolah-olah air susu dibalas dengan air tuba?

    Okey, mari kita berkilas balik... SEANDAINYA -saya meminjam istilah Al Khaththath alias Al Kotot- Papua berhasil lepas dari Indonesia seperti Timor Leste, apa yang bisa dilakukan? Berapa lama pembangunan bisa dicapai? Siapa yang akan berdiri dibelakang mereka dan mensupport dana?

    Atau.... jangan-jangan ada orang Jakarta yang menghasut orang Papua untuk melakukan huru-hara?? Atau gerombolan ini tidak pernah tahu bahwa sekarang ini sudah JAMAN NOW dan bukan JAMAN OLD lagi? Mana yang lebih memungkinkan?

    Politik memang kejam.... kadang saya suka mengkhayal, seandainya Tuhan memperlihatkan kemungkinan jika Papua lepas dari Indonesia, wajah siapa yang akan terlihat tertawa karena dia naik tahta jadi raja di Papua.... Dan saya tidak akan shock kalau kemudian wajah yang tertawa itu adalah wajah orang Jawa....

    Tidak ada lagi yang bisa menjamin kemajuan pembangunan di tanah Papua kecuali pemerintahan yang sekarang! 6 presiden sudah dimiliki Indonesia, dan baru Jokowi yang berani menguak Papua. Apalagi yang mau mereka harapkan? Tidak ada kecuali bersabar dan mengawasi serta mendukung pembangunan.

    Semoga masalah OPM ini cepat terselesaikan.





    Penulis  :    Erika Ebener    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : OPM : Air Susu Dibalas Dengan Air Tuba? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top