728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 25 November 2017

    #Warta : Nasdem Resmi Usung Jokowi: Salam Dua Periode, Bagaimana Strategi Memenangkannya?

    Warta sangat mengejutkan datang dari Partai Nasdem. Partai ini resmi mengusung Jokowi pada Pilpres 2019 nanti. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh ketua umum Partai Nasdem, Surya Paloh, saat pidato di pembukaan Rakernas IV dan HUT ke-6 Partai Nasdem pada Rabu, 15 November 2017 lalu. Mengejutkan karena sangat cepat, masih dua tahun lagi loh. Partai Nasdem sudah resmi mengusung calon presiden, sementara yang lain masih menimbang-nimbang dan mengira-ngira. Memang partai ini terkenal cepat dalam memutuskan mengusung calon presiden, gubernur, walikota, dan bupati. Demikian kata Surya Paloh seperti diwartakan CNNIndonesia:

        “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Partai NasDem dengan resmi mencalonkan kembali Presiden Joko Widodo.”

    Salam dua periode! Saya kira salam ini sudah cocok untuk digaungkan dari sekarang agar melekat di telinga masyarakat Indonesia setelah Partai NasDem mengumumkan pencalonan ini. Tetapi jangan lalu terlena. Pengumuman ini justru menandai dimulainya perjuangan untuk memenangkan Jokowi. Bagaimana caranya?

    Mengabarkan pencapaian Jokowi


    Ini sangat penting. Apa yang dilakukan Jokowi selama kurang lebih 3 tahun, akan sangat menentukan tingkat kepemilihan seorang petahana. Maka mau tidak mau, pendukung Jokowi harus ikut ambil bagian dalam mewartakan kabar pencapaian Jokowi selama memerintah Indonesia.

    Saya mengusulkan Anda untuk melakukan tiga (3) langkah mewartakan: cari (Search/browse), konfirmasi (Confirmation/cross-check), bagikan dan Serang (Share and Attack) alias SCS. Pertama, carilah informasi tentang pencapaian Jokowi. Saya yakin Anda juga seperti saya, tidak tahu banyak soal apa yang sudah dikerjakan Jokowi selama memerintah sebagai presiden. Maka kita harus mencarinya lebih banyak dari yang sudah Anda ketahui. Jadilah pendukung pembelajar, belajar mencari kebenaran.

    Anda bisa mencarinya melalui mesin pencari yang paling aman, seperti Google, Bing, DuckDuckGo, StartPage, DisconnectSearch, Yahoo, dll., dengan kata kunci “pencapaian jokowi”, atau “pencapaian 3 tahun jokowi”.

    Dengan melakukan pencarian di mesin pencarian, Anda akan dihadapkan pada beragam informasi tentang pencapaian Jokowi. Maka Anda harus bijak memilih media yang akan Anda kunjungi. Saya sarankan mengunjungi media yang kredibel, atau media arus utama seperti Kompas, Detik, Liputan6, dll., yang terikat pada undang-undang pers. Sebab media yang terikat dengan undang-undang pers akan menyajikan informasi yang valid, spesifik dan detail. Atau bila Anda ingin langsung mengunjungi sumber terpercaya, Anda bisa mengunjungi Kantor Staf Kepresidenan daring secara langsung. Kenapa? Karena di sana akan Anda temukan Laporan 3 Tahun Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla atau Anda dapat mendapatkan dalam bentuk file PDF secara lengkap di sini.

    Kedua, lakukanlah konfirmasi atau pemeriksaan ulang. Setelah Anda mendapaatkan informasi baik dari media berita, WA Group, Twitter, Facebook maupun media lainnya, baik berupa berita online-offline, gambar, meme maupun percakapan melalui chatting, segera lakukan konfirmasi ke media-media yang lain dan dengan bentuk-bentuk informasi lainnya. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah informasi tersebut valid atau tidak, fakta atau hoax.

    Misalnya, saya mendapatkan informasi bahwa Jokowi dikabarkan mau menjual BUMN ke asing. Maka saya langsung melakukan perbandingan dengan media berita arus utama. Ternyata berita Jokowi mau menjual BUMN itu adalah pembentukan holding company, yaitu pembentukan perusahaan induk yang bisa membentuk suatu anak perusahaan yang bergerak pada bidang hulu, hilir, atau pun jasa penunjang. Intinya perusahaan yang dileburkan itu tidak dijual ke asing, melainkan dijadikan menjadi anak perusahaan.

    Dengan demikian Anda tidak menjadi korban hoax atau penggiringan opini oleh pihak-pihak tertentu. Karena Anda sudah membandingkan beberapa informasi untuk mengambil kesimpulan, menetukan sikap dan siap melanjutkan misi Anda. Selain itu Anda juga belajar tentang sesuatu yang mungkin belum Anda ketahui. Anda akan menjadi pemilih yang cerdas dan waras.

    Ketiga, bagikanlah informasi valid sekaligus menyerang lawan secara sehat. Segera setelah Anda meyakini informasi tersebut valid dan dapat dipercaya – bila itu berupa informasi pencapaian Jokowi – segeralah bagikan kepada siapa saja yang menurut Anda pantas mendapatkannya. Hal ini dilakukan untuk membuat orang lain tahu juga apa yang Anda ketahui. Anda mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Sudah tahu bahwa informasi itu valid dan juga ikut ambil bagian membantu orang lain mendapatkan informasi valid.

    Karena Jokowi adalah petahana, maka serangan yang datang kemungkinan adalah informasi yang keliru, dan penggiringan opini bahwa Jokowi tidak melakukan apa-apa selama memimpin Indonesia. Ingat orang bisa saja salah mengerti karena mendapatkan informasi yang keliru. Keliru karena informasi tidak lengkap, juga karena informasi itu memang disengaja dibelokkan atau hoax. Maka dengan membagikan informasi valid, Anda sedang menyerang lawan dan meluruskan berita hoax sekaligus.

    Menangkal hoax

    Langkah SCS di atas sebenarnya sudah bagian dari menangkal hoax. Yang perlu disadari adalah bahwa sejak 2014 silam, Jokowi sudah diserang bertubi-tubi dengan isu negatif dan hoax. Isu yang paling menjengkelkan itu adalah isu Jokowi PKI, bahkan sampai ada buku yang ditulis hanya untuk menyerang Jokowi. Gila kan? Dan kalau ini dibiarkan, kita sedang membiarkan kejahatan keji bertumbuh. Maka harus dilawan dengan cara yang santun, cerdas, dan waras.

    Melawan isu seperti ini tidak bisa dengan adu suara lantang, apalagi caci maki. Cukup Anda menjelaskan secara sistematis, sabar, dan meruluskan cara berpikir mereka yang salah. Misal, Jokowi disuruh test DNA. Hanya orang goblok saja yang mau test DNA tanpa ada alasan penting. Katanya banyak yang menginginkan. Siapa? Kivlan Zein? Rizieq Shihab? Siapa? Maka cukup suruh saja dia melapor ke POLRI kalua dia mau agar ada alasan presiden untuk test DNA.

    Ada lagi isu yang harus diluruskan, yaitu Jokowi anti-Islam karena kriminalisasi ulama, bubarkan HTI dan didukung partai pendukung penista agama. Maka harus dilawan dengan penjelasan masuk akal dan terbantahkan. Pertama, kalau Jokowi anti-Islam tidak akan mengunjungi pesantren-pesantren di daerah-daerah. Lalu kalau ada pelanggar hukum, siapa pun orangnya, harus diadili seadil-adilnya. Kedua, HTI dibubarkan karena ingin mengganti Pancasila, sebagai suatu kesepakatan para pendiri bangsa, yang diantaranya mayoritas Muslim. Apalagi HTI adalah partai politik yang berasal dari Palestina, bukan dari Indonesia. Ingat, dilarang partai politik negara lain di Indonesia. Ketiga, partai politik membela Ahok, bukan berarti partai politik membenci Islam. Karena mayoritas kader parpol itu beragama Islam. Partai politik membela Ahok berarti mereka merasa Ahok tidak menista agama mereka. Kalau kamu merasa agamamu dinista, ya urusanmu.

    Kesimpulan
    Salam dua periode! Jadilah pendukung Jokowi yang cerdas, waras, dan sabar, kalau pembaca adalah pendukung Jokowi. Kalau pun Anda bukan pendukung Jokowi, silakan menyampaikan kritikan dengan santun, cerdas, waras, jujur, dan beradap. Atau berpalinglah segera ke barisan Jokowi demi Indonesia yang lebih maju.

    Pendukung cerdas, waras dan sabar itu adalah pendukung yang tidak hanya mementingkan dirinya sendiri. Menjadi pendukung Jokowi, Anda harus berusaha seperti Jokowi, yang bekerja dengan totalitas demi bangsa dan negara.

    Yang paling penting dari segalanya adalah sabar. Anda akan berhadapan dengan mereka yang menyampaikan pendapat penuh caci maki dan dengki. Anda juga akan berhadapan dengan mereka yang cerdas, tetapi melakukan logical fallacy atau kekeliruan berpikir atau pembelokan cara berpikir.

    Saya sendiri, bukan anggota partai, bukan simpatisan partai, bukan tim pemenangan Jokowi, sudah berhadapan dengan orang-orang yang dengan caranya masing-masing menyerang Jokowi – sehingga tampaknya Jokowi hanya berteriak boco-bocor saja seperti Prabowo atau nyinyir seperti Fahri-Zon. Harus sabar dan hadapi dengan data yang valid dan kredibel.

    OK! Sekian dulu, kita lanjutkan lagi di tulisan selanjutnya.



    Salam dua periode!

    Salam dari rakyat jelata



    Penulis  : Mora Sifudan   Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Nasdem Resmi Usung Jokowi: Salam Dua Periode, Bagaimana Strategi Memenangkannya? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top