728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 23 November 2017

    #Warta : Menanti Keputusan Final Setya Novanto

    Di tengah rakyat Indonesia gencar memerangi korupsi, dengan mengedepankan transparansi dan akuntable, praktek korupsi semakin merajalela dan menyentu semua sendi-sendi kehidupan. Pelakuknyapun bervariasi mulai dari politisi beken hingga politisi kelas teri, mulai dari pejabat tinggi hingga pegawai rendahan dan tidak menutup kemungkinan rakyat jelatapun doyan korupsi.

    Sejatinya rakyat Indonesia sedang muak dengan praktek korupsi yang dilakukan oleh sejumlah pejabat tinggi di negara ini. Salah satu kasus yang lagi santer dibicarakan saat ini adalah korupsi dana e-KTP yang melibatkan sejumlah mantan anggota DPR dan anggota DPR, dan Setya Novanto menjadi salah satu aktor yang dibidik oleh KPK karena diduga terlibat dalam korupsi dana e-KTP.

    Nama Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, kini tengah menjadi buah bibir masyarakat Indonesia. Pelbagai media massa baik cetak maupun elektronik tak jemu-jemu mengupas tuntas kasus yang sedang mendera orang nomor satu di Senayan.

    Peristiwa yang paling menggegerkan publik adalah kecelakaan lalu lintas yang menimpa Setya Novanto sehari pasca dirinya dinyatakan hilang. Mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi Setya Novanto menyerunduk tiang lampu dan insiden ini menjadi meme di pelbagai media sosial.

    Tiang lampu yang menjadi salah satu objek meme Setya Novanto telah menjadi dewa penolong bagi KPK. KPK dapat menangkap Setya Novanto dan ditetapkan sebagai tersangka yang kedua kali usai Setya Novanto mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu.

    Saat KPK kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka pada Jumat dua pekan lalu, Setya pun bermanuver dengan mengajukan gugatan praperadilan yang kedua kali. Sidang praperadilan Setya baru akan digelar pada Kamis, 30 November 2017.(Tempo.co)

    Pasca peristiwa kecelakaan dan seiring ditetapkannya Setya Novanto menjadi tersangka yang kedua kalinya oleh KPK, beredar pula isu sedap nan segar tentang pergantian ketua DPR yang dibarengi dengan isu pergantian Ketua Umum Partai Golkar. Betapa sakitnya bos! Sudah jatuh ditimpa tangga pula.

    Isu pergantian Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan ketua DPR, membuat Setya Novanto Gerah, Setya Novanto sungguh merasa takut akan kehilangan posisi dan jabatan penting yang sedang diembannya.

    Novanto masih mencintai dua jabatan empuk yang sedang diembannya. Terkesan Setya Novanto tidak rela melepaskan dua jabatan penting kepada orang lain. Faktanya di sela-sela dirinya ditetapkan dan diperiksa baik sebagai saksi dan tersangka, Setya Novanto masih menyisihkan waktu untuk memikirkan dan mempertahankan jabatannya.

    Dua pucuk surat yang diduga ditulis Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto viral di media sosial. Satu surat ditujukan untuk DPP Golkar dan satu lainnya dikirim untuk pimpinan DPR. Dalam surat tersebut ia meminta DPP Golkar dan pimpinan DPR tidak membahas tentang pemberhentian dirinya baik sebagai ketua umum Golkar ataupun Ketua DPR. (Tempo.co)

    Apa yang publik pikirkan dengan peristiwa ini? Serakah!. Serakah karena di tengah persoalan yang sedang melilitnya, Setya Novanto enggan menyerah, enggan menanggalkan jabatannya, tidak rela menyatakan pertanggungjawaban politik dan moral di hadapan publik Indonesia, bahkan berusaha menoreh dua pucuk surat yang dilengkapi dengan tanda tangannya di atas meterai Rp 6000.

    Inilah tipikal pemimpin kita yang rakus dan tamak, pandai bersandiwara dan memutarbalikan fakta. Berusaha memanfaatkan cela-cela hukum untuk membentengi diri dari jeratan hukum.

    Hemat penulis ini peristiwa memalukan, tidak perlu ditiru dan tidak perlu diwariskan kepada generasi jaman ini, sekali lagi memalukan.

    Yang disesalkan dari seorang Setya Novanto adalah tidak pernah menunjukan sikap bersalah sedikitpun. Ia tetap tegar mempertahankan kesalahanya baik dihadapan hukum maupun publik. Ini adalah bentuk kepongahan dan keangkuhan seorang Setya Novanto untuk tetap berkuasa. Setya Novanto tidak pernah merasa berdosa terhadap konstituen yang telah mengusungnya menjadi salah satu wakil rakyat di Republik ini.

    Sikap dan perilaku Setya Novanto telah melukai hati rakyat. Apa yang dilakukan oleh Setya Novanto tidak mencerminkan diri sebagai seorang negarawan sejati, yang patut ditiru dan diteladani.

    Apa yang dilakukan oleh Setya Novanto adalah bentuk pelecehan dan merendahkan martabat rakyat Indonesia. Sebagai upah dari perilaku Setya Novanto, hemat penulis rakyat Indonesia harus menuntut pertanggungjawaban politik dan moral dari seorang Setya Novanto.

    Pertanggungjawaban politik yang dimaksudkan di sini adalah Setya Novanto harus mengundurkan diri dari Ketua Umum Partai Golkar, Ketua DPR dan anggota DPR, serta konsen menjalani proses hukum yang sedang berjalan.

    Jika Setya Novanto berani melakukan hal ini, maka di sinilah letak kenegarawanan seorang Setya Novanto. Seorang negarawanan sejati adalah orang yang taat hukum dan taat asas serta tidak menjadi pecundang di kancah perpolitikan nasional.

    Sikap kenegarawanan seorang Setya Novantolah sedang ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia saat ini. Setya Novanto harus rela melepaskan jabatan kehormatan yang diberikan oleh Rakyat Indonesia kepada dirinya. Karena rakyat Indonesia tidak menghendaki DPR dipimpin oleh orang-orang yang diduga koruptor.

    Selain pertanggungjawaban politik, Setya Novanto juga harus memberikan pertanggungjawaban moral kepada seluruh rakyat Indonesia. Bentuk pertanggungjawaban moral yang harus dilakukan oleh Setya Novanto adalah dengan menyatakan permohonan maaf atas semua kesalahan yang telah dilakukannya baik secara berjemaah maupun secara individu.

    Pertanyaan yang perlu kita simak bersama adalah beranikah Setya Novanto melakukan pertanggungjawaban Politik dan Moral terhadap seluruh rakyat Indonesia? Keputusan Final Setya Novanto kita tunggu.


    Penulis  :  Yulius Regang     Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Menanti Keputusan Final Setya Novanto Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top