728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 09 November 2017

    #Warta : Megawati Diahokan, Babak Baru Pilkada Hitam

    Megawati Soekarnoputri dipolisikan para ulama ke Polda Jatim terkait pidato HUT ke-44 PDIP pada awal tahun 2017. Wasekjen PDIP Ahmad Basarah curiga pelaporan Ketumnya untuk mengobarkan isu SARA di Pilgub Jatim 2018.

    "Laporan polisi kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dengan tuduhan melakukan perbuatan yang menyatakan permusuhan atau kebencian atau penghinaan terhadap golongan tertentu pada pidato HUT PDI Perjuangan tanggal 10 Januari 2017, ke Polda Jawa Timur pada tanggal 8 November 2017, sebagai sesuatu tindakan hukum yang patut dicurigai sebagai upaya untuk memulai mengobarkan isu SARA dalam Pilkada Jawa Timur," ujar Basarah kepada wartawan, Kamis (9/11/2017).

    Basarah punya argumen terkait pendapatnya tersebut. Menurut dia, pelaporan itu terkesan politis karena baru dilakukan jelang ajang Pilgub Jawa Timur 2018.

    "Mengapa demikian, peristiwa pidato Ketua Umum PDI Perjuangan pada HUT PDIP ke-44 telah terjadi 11 bulan lalu, tepatnya tanggal 10 Januari 2017. Tetapi, mengapa baru dilaporkan tanggal 8 November 2017 ketika tahapan Pilkada Jatim baru dimulai digelar?" terang Basarah.

    Basarah mengimbau segenap kader PDIP di Jawa Timur untuk tak terpancing pelaporan ini. Dia menegaskan pelaporan ini hanya upaya provokasi SARA.

    "Kepada segenap kader-kader PDIP se-Jawa Timur dan seluruh Tim Pendukung Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, agar tidak terpancing dengan propaganda dan provokasi yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk menciptakan instabilitas sosial dan politik di Jawa Timur dengan mengobar-kobarkan isu SARA," imbau dia.

    Pelaporan Megawati ke Polda Jatim dilakukan pada Rabu (8/11) kemarin. Pelaporan Megawati bernomor TBL/1447/XI/2017/UM/JATIM. Para ulama Madura mempolisikan Mega lantaran mengaku mendapat laporan dari umat Islam dan santrinya.

    Juru bicara ulama yang melaporkan Megawati, Ustaz Saifudin, menyebut ucapan putri Presiden pertama RI Sukarno itu menyinggung umat Islam di Madura. Pelapor menyerahkan bukti, yakni CD yang berisi rekaman video pidato Mega dalam rangka HUT ke-44 PDIP di Jakarta pada Januari 2017 lalu.

    "Kia di Madura melaporkan sekarang, setelah mereka mendengar dan mendapatkan laporan dari umat Islam dari santrinya. Akhirnya membuka YouTube, walau agak terlambat," ucapnya.

    Sumber https://news.detik .com/read/2017/11/09/104956/3719752/10/megawati-dipolisikan-pdip-curiga-isu-sara-dibawa-ke-pilgub-jatim

    Perpolitikan Indonesia semakin lama semakin menggelikan, bukan hanya dipenuhi pelawak-pelawak baru didalamnya, namun kini juga dipenuhi cara-cara baru dan cara-cara kotor dan busuk didalamnya.

    Seolah bangsa ini tidak punya arah dan pakem yang jelas dalam perpolitikannya.

    Ketika musim Pilkada datang mendadak bermunculan pelaporan-pelaporan dan pengaduan-pengaduan baru yang tidak jelas dasarnya tapi jelas arahnya.

    Ketika musim Pilkada tiba, siapa saja yang bicara apa saja bisa dilaporkan atas tuduhan apa saja, pencemaran nama baiklah, ujaran kebencianlah, fitnahlah, sampai penistaan agama.

    Contoh kasus telah banyak kita lihat dan temukan, orang-orang tertentu yang bicara tertentu, bisa dapat gugatan tertentu.

    Yang paling heboh dan paling segar adalah kasus Ahok, dimana karena ucapannya Ahok didemo berjilid-jilid dan berakhir dipenjara karena tuduhan penistaan agama.

    Hari ini kita diingatkan dan dihadapkan lagi pada kasus yang sama, namun kali ini Megawati Soekarno Putri jadi bintangnya.

    Ulama-ulama di Madura melaporkan Megawati dengan dugaan penistaan agama, persis Ahok, mirip Ahok.

    Dalam pidatonya Megawati membahasa tentang ke bhinekaan dalam berbangsa kepada kadernya, Megawati menyampaikan bahwa kalangan dengan ideologi tertutup telah menjadi peramal dibangsa ini, mereka bisa meramalkan nasib bangsa dan bahkan hingga perkara akhirat padahal mereka sendiri belum pernah tahu karena belum pernah kesana.

    Berikut cuplikan pidato Megawati :

    https://youtu .be/pmP6HeYePXc

    Nampaknya Megawati akan bernasib sama dengan Ahok, ia mendapat gugatan dan serangan yang sama dari kaum dan kalangan yang dulu serang dan gugat Ahok.

    Namun kita tunggu dan lihat apakah hal ini terjadi seperti yang kita prediksikan, kita tidak tahu karena kita bukan kalangan ideologi tertutup yang bisa ramal-ramal nasib dan masa depan orang.

    Terlepas dari benar tidaknya isi pidato Megawati menista agama, ada beberapa hal yang membedakan kasus ini dengan kasus Ahok.

    *Pertemuan tertutup dan terbatas kader PDIP

    Pidato yang disampaikan Megawati bersifat tertutup dan terbatas, sehingga isi acara dan materi yang disampaikan hanya menjadi konsumsi pribadi PDIP.

    Kapasitas Megawati sebagai ketua umum PDIP yang berbicara dihadapan kader adalah paparan nasihat orang tua kepada anak-anaknya, mereka kumpul dirumahnya, bicara dirumahnya, dan dinasihati didalam rumahnya menjadi hal lumrah dan wajar, yang kurang ajar itu yang rekam, penggal, dan unggah di youtube sehingga timbul opini dan multi tafsir yang negatif, Megawati benar-benar sedang diahokan.

    Tema pidato sesuai dengan paham yang dianut bangsa

    Pidato Megawati Soekarno Putri saat itu berbicara dan mengangkat sebuah isu dan tema kebhinekaan dalam bangsa ini.

    Tidak ditemukan kesalahan karena Megawati berpidato tentang paham yang dianut bangsa ini yakni Bhineka Tunggal Ika, itu artinya Megawati setuju, sejalan dan sepaham dengan paham yang dianut dan dipegang bangsa ini, jadi jika ada kalangan yang tersinggung dengan pidato Megawati tentang kebhinekaan maka seharusnya kalangan itulah musuh bangsa sebenarnya karena tidak setuju dengan paham bangsa ini.

    Jadi seharusnya bukan Megawati yang dihukum karena Megawati pro kebhinekaan, tetapi seharusnya orang-orang yang anti pancasilalah yang harusnya dihukum dinegri ini.

    Dari kasus ini sebenarnya kita dapat melihat siapa penjahat sesungguhnya, kepada merekalah seharusnya bangsa ini marah dan bertindak karena mereka telah jelas-jelas mau mengubah idiologi bangsa ini, semoga mereka semua mendapat hukuman yang setimpal dari Tuhan, amin.



    Penulis  :  Clairee Duchesnaye   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Megawati Diahokan, Babak Baru Pilkada Hitam Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top