728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 18 November 2017

    #Warta : Mal Pelayanan Publik DKI: Ide Jokowi, Dibangun Ahok, Diresmikan Djarot, Dinikmati?

    Baru sadar Pemprov DKI Jakarta sudah sebulan lebih memiliki Mal Pelayanan Publik yang memiliki fasilitas dan layanan yang komplit dan canggih. Mal Pelayanan Publik ini diresmikan Djarot tanggal 12 Oktober lalu memberikan 296 pelayanan dari Pemprov DKI dan 34 pelayanan pemerintah pusat artinya ada 340 layanan. Djarot menyebut nama Jokowi, nama panggilan Presiden Joko Widodo dan Ahok, sapaan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat acara peresmian waktu lalu. Menurut Djarot, orang yang meletakkan pelayanan publik di Jakarta adalah Jokowi maka dibentuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Kemudian, program tersebut dilanjutkan oleh Ahok.

    "Ini bukan suatu yang tiba-tiba. Pak Jokowi sudah meletakkan dasar di Pemprov DKI pada tahun 2012 dengan menggagas untuk membikin yang namanya Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), diwujudkan tahun 2013, berasal dari ide Pak Jokowi," kata Djarot di Mal Pelayanan Publik, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (8/10/2017) seperti dilansir Kompas.

    Djarot menjelaskan, PTSP terus dikembangkan Pemprov DKI Jakarta setelah ditinggal Jokowi. Jadi pada masa Gubernur Ahok namanya berubah menjadi Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) yang diluncurkan pengoperasiannya oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada tanggal 2 Januari 2015.

    "Prosedur tidak boleh berbelit-belit, harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan, waktu pelayanan dan biaya atau tarif harus jelas bagi masyarakat," kata Ahok dalam Peresmian BPTSP di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (2/1/2015).

    Menurut Ahok, pelayanan yang baik harus disertai rasa keadilan dan seluruh personel BPTSP merupakan tulang punggung pelayanan publik sebagai tolak ukur keberhasilan pemerintah. Jadi dasar dan sistem Mal Pelayanan Publik ini sudah dibentuk dan dibangun Ahok dan dihadirkan secara struktur, masif dan sistematis melalui Mal Pelayanan Publik ini.

    Djarot jelas bangga berada di tengah pemerintahan yang mengubah mental dan paradigma suatu subjek dan objek pelayanan baik. Pemerintahan yang mengubah mental dan pelayanan itu jelas adalah sosok pemimpin yang jelas pernah hadir di DKI yaitu Jokowi dan Ahok.

    Jadi Mal Pelayanan Publik ini jelas bukan produk atau prestasi Gubernur DKI yang baru karena membangunnya tidak bisa instan atau dalam sekejap. Anehnya para netizen yang mengomentari layanan Mal Pelayanan Publik di page Facebook Pemprov mengklaimnya sebagai karya Gubernur DKI yang baru.

    Sebagai info, setelah peresmian kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang semula di Balai Kota otomatis diboyong ke Mal Pelayanan Publik. Jadi Gubernur harus keluar dari Balai Kota jika ingin melihat pelayanan di Mal Pelayanan Publik ini, wkwkwk.

    Tinggal menunggu waktu saja Gubernur DKI yang baru berkunjung ke Mal Pelayanan Publik dan warganet pastinya ingin mendengar komentarnya tentang fasilitas dan layanan yang digagas Jokowi, dibangun Ahok dan diresmikan Djarot. Soalnya beliau selalu punya standar yang tinggi, selalu ingin tampil beda.

    Mau tahu apakah dia puas dengan sistem Mal Pelayanan Publik ini atau jangan-jangan mau diubah dan dirombak lagi karena seleranya lain daripada yang lain. Tapi beliau masih sibuk ngantor di Balai Kota dan dipusingkan oleh urusan banjir. Jadi kemungkinan menginjakkan kaki ke sini tahun 2018 atau 2019.

    Mal Pelayanan Publik ini luar biasa karena menggandeng Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi RI serta unit-unit pelayanan publik lainnya, baik Pusat, Daerah, BUMN, BUMD dan swasta.

    Jenis-jenis layanan yang ada di sini, di antaranya layanan kependudukan, perpajakan, dan perizinan yang diurus oleh Pemprov DKI.Ada juga pengurusan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, pembuatan SKCK oleh kepolisian, perpanjangan paspor, hingga pengurusan listrik oleh PLN di lantai tiga gedung tersebut.

    Fasilitas di dalam gedung Mal Pelayanan Publik tergolong sangat lengkap. Dengan desain interior yang apik, warga Jakarta diharapkan lebih nyaman menyelesaikan berbagai macam urusannya. Meja-meja pelayanan dengan petugas yang disiapkan membantu warga Jakarta menyelesaikan berbagai urusan sesuai dengan tupoksi masing-masing.

    Polda Metro Jaya juga turut membuka stan pelayanan publik di sini bersama instansi pemerintah lainnya seperti PT PLN (Perusahaan Listrik Negara), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Direktorat Jenderal Imigrasi dan instansi lainnya.

    Di hari kedua pengoperasiannya setelah diresmikan gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pada Kamis (12/10/2017), para pengunjung merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.

    "Wah ngurus IMB (Izin Mendirikan Bangunan) aja sampe disamperin(didatangi) petugas gitu ya, kalau di kampung mah enggak ada beginian," ujar Ata, salah satu pengunjung.

    "Ini (Mal Pelayanan Publik) kayak mal beneran, apa-apa ada," ujar Hendra, pengunjung lainnya.

    Terbukti kan, pelayanan prima petugas memberi impresi positif dari warga. Penulis sendiri yang cuma bisa melihat dari video dan foto tercengang melihat pelayanan publik adalah berkah dari Jokowi, Ahok dan Djarot ini. Warga bukan hanya terkesan secara pribadi tapi pasti akan membawa cerita ini ke mana-mana. Hm, mantap jiwa.

    Sebagai penutup, kolaborasi Jokowi dan Ahok memang kolaborasi ideal dari pemimpin yang punya visi perubahan dan pembaharuan. Mereka selalu datang dengan konsep dan pemikiran yang fresh dan bukan sekedar memoles atau melapis program-progam yang sudah ada.

    Jejak, legacy dan karya dari Pak Jokowi ,Ahok dan Djarot tak akan bisa digeser dan digusur dengan cara apapun. Sistem dan model pelayanan yang mereka bangun itu akan menjadi sistem yang akan terus dipakai oleh pemimpin saat ini, terbukti Pemprov DKI mempromosikan dengan klip videonya. Terima kasih Jokowi, Ahok dan Djarot karena warga DKI dalam pemerintahan zaman now akan terus memanfaatkan dan menikmati pelayanan kalian.

    Kembali ke pertanyaan di atas, siapa yang menikmati? Pasti semua warga DKI dan luar DKI karena Pemerintah Pusat juga membuka layanannya di sini. Suka tak suka dengan Pak Jokowi atau Ahok tapi toh akan tetap memakai Mal Pelayanan Publik ini selagi masih berada di wilayah NKRI :)


    Penulis  :  Ronny D Rondonuwu    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Mal Pelayanan Publik DKI: Ide Jokowi, Dibangun Ahok, Diresmikan Djarot, Dinikmati? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top