728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 11 November 2017

    #Warta : Makna dari Payung Biru Presiden Zaman Now (Jokowi)

    Saya sangat kagum dengan Presiden Jokowi, penampilan sederhana dan penuh dengan kerendahhatian, tetapi penuh dengan semangat kerja untuk membangun negeri. Bagi seorang Presiden bersikap sedikit angkuh bukanlah sebuah sikap yang patut dicemooh. Karena biasanya Presiden melakukan tersebut untuk menjaga kewibawaannya. Tetapi bagi seorang Jokowi, hal tersebut tidak berlaku. Beliau tetap apa adanya. Tak perlu bersikap angkuh untuk menunjukkan kewibawaannya, tetapi bersikap rendah hati malah orang akan menghormatinya.

    Seperti apa yang pernah tertulis, barang siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. Begitu juga dengan Presiden Jokowi. Dengan kerendahhatiannya, Presiden Jokowi telah menunjukkan bahwa dirinya tak perlu segala penghormatan, tetapi pada saat itulah semua orang akan hormat kepada beliau.

    Apa yang telah dilakukan Presiden Jokowi terhadap tamu negara, adalah bentuk penghormatan kepada tamu dan juga sebagai sebuah keramahtamahan yang ditunjukkan sebagai identitas bangsa. Sebuah bangsa yang ramah yang menghormati tamunya dan menjadi seorang tuan rumah yang baik dalam menyambut kedatangan tamunya. Karena keramahan dan kerendahhatian inilah yang membuat banyak tamu negara menjadi segan dan hormat kepada Presiden Jokowi.

    Telah dua kali Presiden Jokowi menunjukkan kerendahhatian beliau kepada tamu negara. Pertama ketika Indonesia menerima kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi. Saat itu hujan deras mengguyur Istana Bogor, dan momen yang paling menyita perhatian adalah ketika Presiden memayungi Raja Salman dari guyuran hujan, meski Presiden Jokowi sendiri harus kebasahan karena itu.

    Kejadian kedua, baru saja terjadi beberapa hari yang lalu, ketika Presiden Jokowi menerima kunjungan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In di Istana Bogor. Pada saat itu juga, Presiden Jokowi tak segan-segan memegang payung untuk melindungi Presiden Moon dari guyuran hujan ketika sedang melakukan prosesi penanaman pohon di Istana Bogor. Saat itu terlihat Presiden Jokowi memegang payung berwarna biru, melindungi Presiden Moon yang sedang menyekop tanah untuk kemudian diuruk ke buah tanaman pohon yang sudah disediakan.

    Mungkin saat itu Presiden Jokowi ingin mengatakan bahwa jangan takut aku akan melindungimu.

    Kerendahhatian dan keramahan Presiden Jokowi ketika menyambut Presiden Moon Jae-In ini tak luput dari komentar netizen Korea Selatan, mereka tak segan-segan memuji kehangatan yang telah diberikan kepada Presiden mereka ketika berkunjung ke Indonesia. Dan ini adalah beberapa komentar yang sempat dirangkum oleh Kumparan.

        "Sangat menyenangkan melihat keduanya," tulis akun @lalapesto.

        "Karena K-Pop sangat terkenal di Indonesia makanya mereka menyambut presiden kita dengan sangat hangat. Terima kasih, warga Indonesia," tulis akun @bleuchatte.

        "Melihatnya membuatku tidak bisa berhenti tersenyum. Aku jadi menyukai Indonesia," ujar akun @luv_poppydoggy.

        "Presiden Indonesia terlihat seperti Presiden Obama dan Presiden Choi Moon-Soon," puji akun @blowchip.

    Mungkin kita akan bertanya kenapa Presiden Jokowi ikhlas melakukan itu semua? Bukankah Presiden Jokowi bisa memerintahkan kepada ajudan atau paspampres untuk melakukan itu semua? Kenapa Presiden Jokowi harus melakukannya sendiri? Itulah hebatnya Presiden Jokowi. Beliau ikhlas melakukannya sendiri karena beliau hormat kepada tamu yang berkunjung. Dengan demikian tamu juga akan merasa hormat kepada beliau karena merasa diistimewakan.

    Kerendahan hati adalah kunci diplomasi Presiden Jokowi. Sebuah kerendahhatian yang tidak dibuat-buat, tetapi keluar dari jiwa yang polos yang siap melayani. Bukan dari jiwa yang ingin selalu dilayani. Siap melayani inilah yang membuat Presiden Jokowi selalu rendah siap dan siap menolong siapa saja yang berada di dekat beliau tanpa terkecuali.

    Rasa hormat kepada yang lebih tua, juga menjadikan Presiden Jokowi terkesan rendah hati. Siapa saja yang berusia lebih dari beliau, maka rasa hormat akan muncul dari Presiden Jokowi kepada lawan bicaranya tersebut. Siapa pun dia, walau rakyat jelata sekali pun akan mendapatkan penghormatan dari Presiden Jokowi. Inilah yang membuat orang kagum dengan beliau. Tak ada rasa angkuh sebagai seorang Presiden, yang ada hanya jiwa melayani. Melayani rakyat Indonesia.

    Sungguh bangga punya Presiden seperti beliau, yang tak ada rasa angkuh, pongah atau pun sombong, tetapi tetap sederhana, rendah hati dan siap melayani siapa saja. Itulah Presidenku, Presiden yang selalu dihormati oleh rakyat mau pun bangsa lain. Dalam kesederhanaan ada sebuah ketegasan jika berhubungan dengan kehormatan bangsa. Itulah Presiden Jokowi. Dan kita patut bangga karena punya Presiden seperti beliau.

    Salam Indonesia...




    Penulis  :   Daniel Setiawan    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Makna dari Payung Biru Presiden Zaman Now (Jokowi) Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top