728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 16 November 2017

    #Warta : KPK Kecolongan? Setya Novanto Berpotensi DPO Diburu KPK, Brimob, dan Polri

    Sampai pukul 01:36 Kamis dini hari , Setya Novanto tidak diketahui keberadaannya. Sebanyak 13 penyidik KPK yang bertugas untuk menangkapnya pun belum berhasil membawanya. Surat perintah penangkapan pun belum berhasil menciduk manusia terkuat di Indonesia versi Trump itu. Ketika para penyidik KPK itu tiba dan masuk ke dalam kediamannya pun dia tidak terlihat. Kini penggeledahan di rumahnya tengah berlangsung.

    Inilah akhir kisah Setya Novanto? Salah satu duri dalam daging Jokowi harus dicabut. KPK bertindak tegas. Setelah mangkir selama 3 kali mangkir sebagai saksi, dan sebagai tersangka, berdasarkan Pasal 112 KUHP mengatur tentang penjemputan paksa. KPK sejak kehilangan kesempatan pertama menetapkan status tersangka dan kalah di praperadilan, maka KPK melakukan pembenahan untuk menjerat manusia terkuat di Indonesia.

    Licin dan Lihai Kelabuhi KPK

    Bayangkan, Setya Novanto berkegiatan penuh di DPR kemarin sampai sekitar pukul 18:00. Selepas acara di DPR, dia menyampaikan akan pulang ke rumah untuk menghadiri pengajian di rumahnya. Banyak politisi Golkar hadir di rumahnya.

    Para politisi Golkar saling berkomunikasi mendukung pentolan partai itu. Robert Kardinal, Idrus Marham, dan beberapa fungsionaris Golkar pun tetap berada di sebuah rumah makan di dekat rumah Setya Novanto. Mahyudin salah satu pentolan Golkar pun tidak bersedia menyampaikan keberadaan Setya Novanto. Meskipun dia berada di dalam rumah Setya Novanto.

    KPK, Polri, Brimob Berkoordinasi

    KPK, Polri, Brimob pun telah melakukan koordinasi dengan sangat baik sebagaimana disampaikan oleh juru bicara KPK Febri Diansyah. Drama upaya penangkapan manusia kuat Setya Novanto ini berlangsung seru. Namun ternyata dia pun kini tidak muncul. Ngumpet. Adu kekuatan pun berlangsung.

    Penyidik KPK pun disebar di beberapa titik untuk menangkap Setya Novanto. Kemampuan bergerak manusia hebat ini pun terbukti sangat hebat. Perintah penangkapan pun tampak terlambat disampaikan dan dipastikan telah bocor sehingga drama penangkapannya berlangsung hingga saat ini.

    Upaya penangkapan itu sangat beralasan. Kebutuhan penyidikan dan untuk itu KPK melakukan pencarian terhadap Setya Novanto. Bayangkan, dia 11 kali dipanggil sebagai saksi dan tersangka namun selalu menghindari.

    Masuk DPO

    Setya Novanto pun kini ngumpet di tempat yang tidak diketahui. Indikasi niatan kaburnya Ketum Golkar ini sangat kentara. Keputusan pencekalan oleh Imigrasi Indonesia yang membatalkan passport atas namanya pun digugat setelah dia berhasil memenangi praperadilan.

    KPK pun akan mengeluarkan perintah dan memasukkannya ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Namun, KPK memberikan kesempatan kepada Setya Novanto untuk menyerahkan diri.

    Di Balik Sulitnya Menangkap Setya Novanto

    Strategi perang mengumpankan, dan menjadikan Setya Novanto sebagai alat tawar sungguh seru untuk diikuti. Presiden Jokowi pun bertindak hati-hati sambil menunggu perkembangan. Pasca kemenangan Anies di DKI, maka perang politik menjadi semakin terbuka. Presiden Jokowi tetap menjadi target untuk dijatuhkan atau dikalahkan di Pilpres 2019.

    Dalam konteks politik Indonesia pasca kekuatan Islam radikal dianggap kuat, maka permainan pun berubah. Partai politik yang menjadi alat untuk mendukung pencalonan presiden di 2019 pun menjadi alat perebutan. Posisi parpol menjadi penting untuk mendukung capres. Untuk itu perang perebutan parpol tetap menjadi hal yang tak terhindarkan.

    Jadi, jika malam ini KPK gagal menangkap Setya Novanto dan akhirnya dia masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO), dan jika dia berhasil kabur keluar negeri, maka dia mengikuti jejak Joko S Tjandra yang kabur sehari sebelum ditangkap oleh Kejaksaan Agung. Dan Indonesia pun tertawa terbahak menonton kebocoran surat perintah penangkapan. Berhasilkah KPK menangkapnya? Salam bahagia ala saya.

    Penulis   :  Ninoy N. Karundeng   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : KPK Kecolongan? Setya Novanto Berpotensi DPO Diburu KPK, Brimob, dan Polri Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top