728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 18 November 2017

    #Warta : Konspirasi Setya Novanto, KPK, Jusuf Kalla, dan Spekulasi Pilpres 2019

    Lucu. Setelah sehari sebelumnya Setya Novanto berpura-pura sakit berkali-kali, bahkan sampai menabrakkan dirinya ke tiang listrik dengan seluruh kegagalan mobil Fortuner, Setya Novanto digelandang dari sebuah rumah sakit lucu di Jakarta Barat, yang tidak mampu membedakan infus untuk pasien anak dengan pasien dewasa seperti Setya Novanto. Setya Novanto kini tergolek lucu manis manja gemerlap penuh kedamaian dan kenyamanan di RSCM. Setya Novanto akan tidur nyaman di sana dengan pengawasan ketat KPK.

    Sepak terjang Setya Novanto tampak mencengangkan. Aksi tipu-tipuan soal sakitnya sungguh membuat orang geleng-geleng kepala. Bahkan ada yang guling-guling tentu. Betapa tidak, setiap hendak dicokok oleh KPK dan dipanggil sebagai tersangka, dia menjalankan aksinya: berpura-pura sakit. Namun, di balik aksinya licin bagai belut beroli itu, dia menjadi sasaran spekulasi.

    Ketika Setya Novanto terpojok dia tidak ada ruangan lagi berkelit dan masuk ke dalam daftar pencarian orang, dia pun masih sempat menjalankan aksi spektakulernya. Dia menabrakkan mobil reyot dan membuat dirinya terkapar benjol kepalanya. Aksi heroik menghindari tangkapan KPK yang hanya orang tolol bin bahlul tidak memiliki urat malu yag bisa melakukannya. Dan untuk hal yang seperti ini dia melakukannya. Top.

    Tindakan konyol sejak semalam sebelumnya, ketika Setya Novanto kabur mengelabuhi tangkapan KPK hanya dalam kurun waktu 30 menit, sejak kedatangan para penyidik KPK di rumahnya. Dia menghilang dengan pengawasan penuh para pentolan partai Golkar yang berpura-pura tidak tahu keberadaaannya. Mereka berpura-pura menungguinya di dekat rumahnya, di sebuah rumah makan sampai larut malam. Seolah tuan rumah ada di dalamnya.

    Setya Novanto adalah kunci keselamatan yang dibela mati-matian oleh para kolega dan para mafia, begundal dan sampah bernama koruptor. Betapa tidak, dia disebut sebagai inisiator, perencana, pengatur aliran dana dan pembagian uang senilai Rp 2,3 triliun yang mereka curi dari proyek perampokan uang zaman SBY E-KTP.

    Di balik sepak terjang mencengangkan itu, timbul spekulasi yang menyebutkan adanya upaya untuk menyimpan dan menjaga Setya Novanto dari terjangan pemberantasan korupsi. Dia perlu disimpan agar para koleganya yang ikut korupsi secara lintas partai tidak terendus. Dengan menyimpan dan menghilangkannya dari kesaksian – dengan misalnya membuat dia berpura tidak bisa memberikan keterangan – maka diharapkan yang ikut mencuri uang rakyat terbebas dari kejaran KPK.

    Spekulasi Terkait Jusuf Kalla

    Banyak pihak mencampuradukkan kasus Setya Novanto dengan peran Jusuf Kalla. Spekulasi dibuat merebak terkait kepentingan Jusuf Kalla mengusung Anies Baswedan menjadi RI-1. Semua orang menghubungkannya.

    Catatan pokok indikasi ini adalah JK tampak mengejar catatan kepalsuan medis Setya Novanto. Rumah sakit Premier pun dengan sigap menangkis serangan JK dengan alasan standard: kerahasiaan rekam medis. Ha ha ha. (Padahal kalau cuma urusan sepele seperti ini Admin kroco pilek di semua rumah sakit juga bisa mengeluarkan dengan sekali telepon. Tidak perlu susah payah.)

    Selain itu, teriakan JK untuk menekan Golkar. Juga teriakan Yorris Raweyai. Semua berspekulasi menghubungkan dengan Golkar. Terjadi semangat perebutan kekuasaan di Golkar. Golkar seakan akan mudah jatuh ke tangan JK begitu Setya Novanto terjungkal. Publik pun lupa bahwa di Golkar banyak kekuatan yang bermain. Yang pasti kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono tetap berperang tiada ujung, dengan masing-masing memiliki pendukung.

    Namun yang perlu dicatat adalah yang memiliki kekuatan uang terkuat akan menang. Ingat tersingkirnya Ade Komaruddin – yang juga pro Setya Novanto dan manis di dua kaki – karena kekuatan uang Setya Novanto tanpa batas.

    Lalu bagaimana JK memiliki kekuatan uang? Ya. Dia relatif kuat secara keuangan. Tetapi perlawanan tidak seperti yang dilihat oleh orang awam yang kepo dan tidak memahami Golkar yang sesungguhnya. Tidak semudah itu perang mendapatkan kekuasaan di Golkar. Dan JK tidak seperti yang awam pahami. (Ada peran AH2 yang banyak orang tidak paham yang pada waktunya akan saya beberkan.)

    Spekulasi tentang Peran Koruptor di DPR

    Para koruptor DPR yang namanya disebut dalam kasus E-KTP sudah kalah dalam membentengi Setya Novanto dengan Pansus KPK-nya. Pernyataan penguat Setya Novanto dalam sidang paripurna pada hari Setya Novanto digerebek oleh KPK di rumahnya menunjukkan bahwa dia sudah hampir kalah. Karena Pansus KPK telah dibungkam oleh PDIP karena peran kebablasan Masinton saja.

    Lalu siapa yang bermain dalam mengamankan Setya Novanto? Publik tak akan mampu memahami peran. Pernyataan menyerang JK oleh Fredrich Yunadi yang mengadudombakan JK dan Jokowi banyak mengecoh publik dan media. Top.

    Hasilnya, arah kasus E-KTP menjadi liar dan menjadi konflik internal Golkar menuju perebutan ketua umum. Dan,ujungnya untuk menyingkirkan Setya Novanto, lalu pencabutan dukungan ke Jokowi. Lalu, JK mendukung pencalonan Anies lewat Golkar. PAN, Demokrat, PKS, dan Gerindra.

    Terus Prabowo mau dibuang ke tong sampah politik mana? Muncul analisis simplifikasi politik segampang membalikan telapak tangan penuh gosip ala para perempuan Group WA kaum Bumi datar yang aneh-aneh dan culun.

    Musuh Jokowi Sesungguhnya

    Jadi, sesungguhnya menghubungkan kasus Setya Novanto dengan Golkar, Jusuf Kalla dan Jokowi serta Pipres 2019 adalah hanya gorengan isu yang mengaburkan drama perang penghancuran para koruptor oleh Presiden Jokowi.

    Publik mesti ingat bahwa perang yang sesungguhnya yang dihadapi oleh Presiden Jokowi adalah melawan 1) mafia, 2) koruptor, 3) teroris dan Islam radikal, 4) bandar narkoba, dan 5) politikus semprul.

    Dan, mereka bersatu melawan Jokowi yang sendirian di menara gading. Demikian the Operators. Salam bahagia ala saya.


    Penulis  :  Ninoy N. Karundeng     Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Konspirasi Setya Novanto, KPK, Jusuf Kalla, dan Spekulasi Pilpres 2019 Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top