728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 06 November 2017

    #Warta : Kisah Presidium Monyet 511 dan Alumni Monyet 313

    Selamat pagi rakyat padepokan kura-kura, sebagai tuan rumah di sini, ijinkan di hari Senin ini saya bercerita tentang kisah suatu negeri.

    Dulu, ada sebuah negeri para monyet yang aman, damai dan tentram. Keadilan sosial adalah tujuan utama sang Raja. Yang miskin diberi fasilitas rumah gratis, disediakan bis antar jemput gratis, bahkan disediakan daging murah setiap bulan demi memastikan anak-anak orang miskin bisa ikut makan daging.

    Raja tersebut terkenal keras dan tegas. Pantang ditantang, senang kalau ada yang mau berhadap-hadapan melawan. Preman, mafia, koruptor dan oknum pejabat negeri yang main-main dengan anggaran kerajaan, langsung dia sikat habis. Dimarahi di depan umum, ditantang dan dipermalukan. Sehingga tidak ada lagi yang berani main-main atau bahkan sekedar mencoba-coba.

    Sang Raja selalu tampil berani karena rakyatnya pasti mendukung. Raja juga tidak segan memaki dan menghardik para penjahat, sebab dalam undang-undang kerajaan, penjahat tidak dilindungi.

    Namun kemudian Raja yang keras namun penuh kasih tersebut akhirnya dilengserkan meskipun mayoritas rakyat sangat bangga dengannya. Bagaimana bisa? Begini ceritanya.

    Sang Raja lupa bahwa dirinya telah melewati banyak waktu dengan menghukum dan keras terhadap siapapun. Kepada semuanya. Sehingga saat para lawan-lawannya bersatu, maka hancurlah kekuatan pertahanan sang Raja. Lewat presidium monyet 511 dan alumni monyet 313, sang Raja tak kuasa untuk melawan propaganda serta ancaman yang mereka lakukan secara bersama-sama, terstruktur, sistematis dan massif.

    Sejenak presidium monyet 511 dan alumni monyet 313 merayakan kemenangannya. Merasa bangga dan berjasa melengserkan Raja dan menggantikannya dengan Raja baru. Setiap berkumpul, para monyet-monyet tersebut selalu teriak-teriak seperti monyet kelaparan.

    Raja baru pun bertahta dan mulai memimpin negeri. Sementara presidium monyet 511 dan alumni monyet 313 menganggap bahwa Raja baru itu adalah Raja mereka, yang bisa diajak ini itu. Sehingga dengan sangat percaya dirinya mereka mengadakan perayaan, berharap Raja baru itu datang dan menyapa mereka.

    Namun rupanya sang Raja baru itu tidak berkenan datang. Bahkan perwakilan Raja juga tidak datang. Sehingga acara selebrasi merayakan kemenangan itupun hambar. Seperti nasi padang tanpa daun singkong dan sambal hijau, kurang greget.

    Bukan hanya itu, sang Raja baru juga tidak mau lagi berkomunikasi atau dekat-dekat dengan presidium monyet 511 dan alumni monyet 313. Sebab mereka hanyalah kelompok yang dimanfaatkan untuk meraih kuasa. Setelah berkuasa, ya tidak ada urusan lagi dengan mereka.

    Namun sang Raja baru tetap tidak mau menanggapi. No comment. Sehingga sikap ini membuat presidium monyet 511 dan alumni monyet 313 berang. Kabarnya, sang Raja baru itu sedang coba digoyang dan dilengserkan dengan metode yang sama. Karena sebenarnya sang Raja baru itu masih merupakan keluarga dari Raja lama yang sama-sama membenci kelompok 511 dan 313. Bahkan dulunya sang Raja baru ini adalah musuh mereka.

    Di sisi lain, wakil sang Raja senang-senang saja dengan kondisi ini. Sebab kalau Raja baru dilengserkan, berarti secara otomatis dia yang berkuasa. Lagipula yang keluar dana untuk keperluan logistik adalah sang wakil, sementara Raja baru hanya modal dengkul manisnya.

    Kondisi internal kerajaan pun kini sedang bergolak. Saling titip kepentingan, titip pejabat dan titip proyek agar bisa dianggarkan. Sang Raja baru itu dibuat kebingungan menghadapi banyak tagihan bill dari para pendukung dan kelompok yang telah mengantarnya berkuasa.

    Saat sang Raja berusaha menghindari komunikasi atau rapat-rapat kepentingan, sang wakil memilih bernegosiasi dengan siapapun, termasuk presidium monyet 511 dan alumni monyet 313. Sehingga hal ini membuat sang Raja semakin terjepit, kelinci di tengah-tengah belantara monyet. Ruang dan geraknya terbatas, sehingga kebijakan atau pekerjaan kerajaan bertumpuk tak terselesaikan. Bingung juga mau diselesaikan dengan cara apa, sebab sejatinya sang Raja baru itu tak tahu apa-apa. Benar-benar hanya modal dengkul manis.

    Lalu bagaimana kelanjutan dari kisah ini? ya kita lihat saja nanti. Bagaimanapun ini hanya dongeng, jika ada kemiripan, itu pasti hanyalah ketidak sengajaan yang terstruktur, sistematis dan massif. Begitulah kura-kura.




    Penulis  :  Alifurrahman    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Kisah Presidium Monyet 511 dan Alumni Monyet 313 Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top