728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 10 November 2017

    #Warta : Ketika Teroris Mengincar Acara Pernikahan Kahiyang-Bobby

    Ilustrasi Densus 88 (Foto: MN Kanwa/ANTARA)
    "Jika ingin menghancurkan sebuah agama, maka giringlah orang-orang bodoh dalam membela Agama tersebut".

    (Imam Ali bin Abi Thalibr.a.)

    Terorisme tidak pernah mati. Betapapun Densus 88 rajin memberangus aksi-aksi teroris di seantero negeri, namun gerakan dan aktivitasnya seakan tidak pernah berhenti. Yang terbaru dan mengejutkan adalah rencana teroris untuk mengacaukan acara pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu-Bobby di Solo.

    Sebelumnya pada September lalu, Presiden Jokowi menjadi target teroris ketika kunjungan kerjanya ke Cirebon. Seperti dilansir dalam liputan6.com, Penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyebutkan terduga teroris IM yang mengincar Presiden Joko Widodo atau Jokowi berbaiat ke salah satu kelompok ISIS. IM yang ditangkap di Cirebon, Jawa Barat, itu juga masuk jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

    "Dari hasil pemeriksaan, dia berada dalam JAD, berbaiat pada ISIS pimpinan Al Baghdadi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto di Jakarta, Rabu (20/9/2017).

    Yang paling anyar tentu saja rencana serangan teroris di acara pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby. Pernikahan yang menyedot animo banyak masyarakat dan tokoh-tokoh politik nasional tentu menjadi target spesial para teroris. Seperti lansir dalam laman okezone.com, Kepolisian dikabarkan berhasil menangkap seorang terduga teroris yang berencana menyerang pernikahan putri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution.

    Juru bicara Polda Metro Jaya Raden Argo Yuwono mengatakan, tersangka yang diketahui bernama Rizky Anggara Putra berusia 25 tahun, ditangkap menyusul penggerebekan di rumah kontrakannya di kota Bekasi, Jawa Barat.

    Argo mengatakan, Rizky tinggal di rumah tersebut dengan ibunya yang berusia 44 tahun untuk sementara waktu. Rizky diduga sebagai simpatisan kelompok radikal ISIS.

    "Dia berencana meluncurkan 'amaliyah' (serangan) di kedutaan Myanmar di Jakarta dan pada upacara pernikahan putri Presiden Jokowi," ungkap Argo, dilansir dari South China Morning Post, Rabu (8/11/2017).

    Penyelewengan terhadap nilai-nilai kemanusiaan sungguh mencoreng citra Islam di mata dunia. Islam seolah-olah didudukkan di kursi terdakwa karena dianggap sebagai sumber masalah di dunia akhir-akhir ini. Premis ini tentu saja tidak benar. Kita dapat saja menyanggahnya. Kita dapat saja menolak anggapan tersebut jika kita memelajari sejarah atau riwayat hidup sang pembawa misi Islam, yakni Rasulullah Muhammad Saw.

    Sejatinya, terorisme yang lahir dari radikalisme dan fundamentalisme ada dalam setiap agama, tak terkecuali dalam Islam. Jika dilacak dari sejarah, terorisme yang mengatasnamakan Islam bermula ketika seorang bernama Abdurrahman bin Muljam membacok Amirul Mukminin, Imam Alir.a., KhulafaurRasyidin ke-4 pada saat sedang melaksanakan ibadah sholat subuh. Abdurrahman bin Muljam membacok kepala Imam Ali, sehingga beliau terluka parah dan beberapa hari kemudian gugur.

    Abdurrahman bin Muljam sendiri berasal dari kelompok Khawarij. Kelompok sempalan yang gemar mengkafirkan dan menuduh sesat kepada saudaranya sendiri jika tidak sepaham. Khawarij zaman sekarang menjelma dalam bentuk dan nama yang lain. Seperti pepatah “anggur yang sama dalam cawan yang berbeda.” Mereka adalah wahhabi ekstrem seperti ISIS, Al-Qaeda dan lainnya.

    Nah, sekarang di tanah air sendiri sebagian kalangan sedang mengalami gagal fokus. Alih-alih mewaspadai gerakan radikalisme dan fundamentalisme yang sudah menyebar merata ke berbagai aspek di masyarakat, namun malah fokus pada isu hoax tentang kebangkitan PKI dan komunisme. Partai yang sudah wafat setengah abad lalu.

    Dengan sumber daya melimpah hasil “brainwash” pemuka agama garis keras, maka potensi aksi-aksi radikal di tanah air ini sangatlah besar. Klaim bahwa negara kita adalah mayoritas umat muslim moderat lambat-laun dipertanyakan. Sebabnya, banyak praktek intoleransi danradikalisme yang terjadi di tanah air, paling tidak satu dasawarsa terakhir.

    Jadilah apa yang kita lihat hari ini. Bom bunuh diri, tindakan persekusi terhadap aparat yang sedang bertugas melayani masyarakat atau percobaan pembunuhan kepala negara. Apa yang hendak dicapai dari tindakan-tindakan konyol semacam ini ?Apakah dengan aksi-aksi teror yang dilakukan membuat seseorang mendapatkan ganjaran surga ? Apakah junjungan kita, Rasulullah Saw mengajarkan cara-cara kekerasan dalam mengamalkan Islam ? Sungguh tersesat kaum teroris dengan perbuatan yang mereka lakukan.



    Penulis   :    Akhmad reza   Sumber   :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Ketika Teroris Mengincar Acara Pernikahan Kahiyang-Bobby Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top