728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 15 November 2017

    #Warta : Ketika si Sopan tidak lagi Santun dan tidak Beretika

    Beberapa hari terakhir ini berita aksi walk-out Ananda Sukarlan menjadi trending topick di jagad maya.

    Aksi ini mendapat beragam tanggapan dari orang-orang penting di negeri ini, pro kontrapun terjadi.

    ada yang menyayangkan aksi tersebut dan tidak sedikit juga yang memberi pujian.

    Awalnya saya tidak ingin beropini tentang hal itu, tetapi lama kelamaan saya melihat ada sesuatu yang salah disana, entah itu medianya yang membuat framing atau memang ada penyakit ditengah masyarakat kita yang lagi buming "Senang Melihat Orang Susah, Susah Melihat Orang Senang"

    Tidak ketinggalan seorang Romo Magnis dan Erros Djarot meberikan takaran yang berbeda menanggapi aksi walk-out Ananda Sukarlan tersebut.

    Mari kita mencoba beranalogi seperti ini; kakak atau adek saya punya pacar, lalu sang pacar mencelakai adek saya dengan cara-cara yang jahat, katakanlah KDP atau Kejahatan Dalam Berpacaran hingga akhirnya mereka berdua berpisah. Suatu ketika simantan pacar adek saya itu memberikan ceramah di lingkungan RT/RW tetangga sebelah dalam rangka memperingati hari Kartini. Ketika pacar adek saya berbicara tentang bagaimana kaum Adam harus melindungi kaum Hawa sebagai mahluk yang lemah lembut, lalu saya tiba-tiba keluar meninggalkan acara tersebut.

    Sambil minum segelas kopi dan seruput sebarang rokok, saya berandai-andai. Seandainya saya lanjutkan duduk dan mendengar ceramahnya mantan pacar Adek itu, bukankah akan semakin membuat saya naik darah? Secara saya sudah tau kelakuan busuk si mantan pacar adek yang sudah mencelakakan adek saya. Apakah saya salah? Apakah saya tidak sopan? Apakah saya tidak santun? Apakah saya tidak beretika?

    Mari kita coba lihat dan mendudukkan aksi "walk-out" tersebut dengan proporsional agar kita tidak terkena "penyakit" Senang Melihat Orang Susah, Susah Melihat Orang Senang Kalau boleh saya berkata jujur ada hukum sebab akibat disana dan hukum tabur tuai.

    Ketika Anies-Sandi memenangkan Pilkada DKI dengan cara-cara yang tidak beradap dan tidak beretika tentu dia akan mendapatkan akibatnya, apa itu? Ketidak percayaan dari sebagian anggota masyarakat. salah satunya adalah aksi walk-out Ananda-Sukarlan.Ini dari sisi sebab akibat.

    Apakah ini merupakan pembakangan tentu tidak bukan? Sukarlan hanya tidak mau mendengar orang yang memuliakan Agama dan Tuhan tetapi tidak mengasihi sesama manusia. Apakah ini bentuk kejahatan atau bentuk tidak beretikanya seorang Sukarlan? Tidak

    Apa pernah aksi Walk Out Anggota Dewan yang tidak aku hormati itu di gedung DPR sana, kita berikan stempel tak santuh atau tidak beretika? Sepertinya gak pernah tuh. Justru Sebagian dari masyarakat kita malah memuji dan menerimanya sebagai sikap heroik dalam memperjuangkan keadilan. Sebagian lagi menanggapinya sebagai aksi cuci-tangan. Walk-out di gedung DPR itu adalah bentuk tindakan konstitusional. Pertanyaannya kemudia adalah mengapa kepada tindakan Ananda Sukarlan kita beri takaran yang berbeda?

    Menurut saya Ananda Sukarlan justru memberikan kita suatu pelajaran bahwa menampar kemunafikan tidak perlu dengan cara demo berjilid-jilid.

    Salam memiliki indentitas dan jatidiri yang sebenarnya.




    Penulis   :   Sidabutar Hebron     Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Ketika si Sopan tidak lagi Santun dan tidak Beretika Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top