728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 18 November 2017

    #Warta : Ketika Media Asing "Menertawakan" Kasus Setnov

    Sebelum penulis membahas inti tulisan, penulis ingin membagikan informasinya tentang sebuah media asing yang bernama DW atau Deutsche Welle (pengucapan bahasa Jerman: [ˈdɔʏtʃə ˈvɛlə]; "Gelombang Jerman" dalam Bahasa Jerman) yang dibentuk pada tanggal 3 Mei 1953. Kantor pusat stasiun televisi dan radio ini berada di Bonn, sementara studio utama berada di kota Berlin.

    DW juga memiliki layanan stasiun televisi dan radio Jerman kepada khalayak di Jerman maupun luar Jerman. DW menyiarkan berita dan informasi melalui siaran radio ke dalam tiga puluh bahasa yang ada di dunia, sedangkan layanan televisi satelit mereka sementara terdiri dari saluran dalam bahasa Inggris, Jerman, Spanyol dan Arab. DW juga menyediakan beritanya secara online yang bisa di akses di internet melalui www.dw .com.

    Setelah kasus Setya Novanto (Setnov) ini heboh dan menjadi berita di media nasional, kasus ini juga menjadi "sorotan" beberapa media asing. Media asing ikut "menertawakan" kasus ini. Salah satunya adalah yang dimuat dalam situs DW berbahasa Indonesia. Bagi yang ingin membacanya silahkan klik Sumber.

    Dalam postingan berita tersebut, DW memuat beberapa media asing yang ikut "menertawakan" kasus Setnov.

    "Tidak percaya politisi "yang paling dicari” dirawat”. Demikianlah terjemahan sebuah judul yang dituliskan agensi berita Associated Press (AP), Kamis (17/11) terkait gelombang ketidakpercayaan yang muncul ketika Ketua DPR, Setnov dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencari tersangka kasus mega-korupsi e-KTP tersebut.

    Bahkan, lebih lanjut AP menuliskan, layaknya jalan cerita dalam sebuah sinetron, Setnov terbaring tak sadarkan diri di rumah sakit dengan kepala dibalut perban, akibat menghindari kejaran penyidik KPK. Artikel ini juga diterbitkan secara lengkap dengan judul yang sama di media massa ternama dunia, seperti New York Times dan The Washington Post.

    Media asal Singapura, Straits Times pada artikel berjudul ‘Indonesia's Speaker in hospital, avoids arrest' bahkan secara gamblang menyebut keberadaan Novanto di rumah sakit membuatnya tidak bisa ditangkap KPK.

    "Meskipun mengetahui lokasinya, badan antikorupsi negara tersebut, yang disebut sebagai KPK, tidak semakin dekat untuk menginterogasinya karena mereka dicegah oleh hukum untuk menahan siapa saja yang sedang sakit atau menjalani perawatan medis," tulis Straits Times.

    The Guardian, media asal Inggris, juga menuliskan bagaimana kisah Novanto yang nyaris menjadi buron KPK itu berakhir layaknya drama saat dirawat di rumah sakit akibat menabrak tiang listrik.
    Yang lucunya, media tersebut juga menyorot secara khusus reaksi netizen dalam kasus ini.

    "Pengguna media sosial Indonesia sebagian besar tidak percaya akan perkembangan terakhir kasus ini, beberapa orang secara sinis memuji kelihaian ketua DPR itu yang kembali melarikan diri dari undang-undang,” tulis The Guardian sebelum menampilkan cuitan netizen.
    Imgur
    Bahkan salah seorang warga asing yang bernama Keith Loveard ikutan cuit atas viralnya tagar #SaveTiangListrik seperti yang terlihat dalam cuitannya berikut ini :
    Imgur
    Dalam tulisan ini, penulis ingin update informasi bahwa pihak PLN sudah mengklarifikasi bahwa yang ditabrak itu bukan tiang listrik milik PLN tetapi tiang lampu milik pemkot DKI seperti yang dimuat dalam situs media nasional. Klik Sumber

    Jadi tolong jangan "fitnah" tiang listrik yang tidak bersalah, jangan pakai #savetianglistrik lagi...ganti aja #savetianglampu !!! Wkwkwkwk

    Lucu ya...

    Ternyata kasus ini sudah "terkenal" bahkan menjadi "bahan tertawaan" juga di tingkat nasional maupun internasional. Apalagi ada saran yang muncul agar Setnov segera dibawa ke Singapura...

    Kenapa harus dibawa ke Singapura ???

    Bukankah klinik di Indonesia sangat bagus ???

    Buktinya, Setnov langsung "sembuh" setelah dinyatakan "menang" dalam pra peradilan. Padahal sebelumnya Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar, Nurul Arifin menyatakan bahwa 80 persen jantung Setnov tersumbat. Klik Sumber.

    Mungkim Setnov akan langsung "sembuh" lagi kalau nanti menang dalam sidang praperadilan yang ajan dilaksanakan pada tanggal 30 November 2017 yang akan datang.

    Siapa tahu "mukjizat" itu akan datang untuk yang kedua kalinya. Mukjizat atau apa ya tepatnya...
    Lagi pula, media Singapura ikut "menertawakan" kasus Setnov ini seperti yang sudah penulis bahas dalam tulisan di atas. Jadi cobalah berpikir ulang jika ingin ke Singapura karena kasus ini sudah menjadi "perhatian" pihak internasional juga lho :D

    Mari kita lihat episode selanjutnya tentang Setnov ini...

    Bersambung ke episode selanjutnya... :D :D






    Penulis  :  Nafys    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Ketika Media Asing "Menertawakan" Kasus Setnov Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top