728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 02 November 2017

    #Warta : Ketika Jokowi Menjawab Permintaan Petani Aksi Kubur Diri

    Saya nyaris menangis membaca berita-berita hari kemarin. Benar-benar ada emosi yang sangat kuat dari pemberitaan yang sebenarnya sangat sederhana. Kemarin Presiden Jokowi menemui petani Teluk Jambe, Muara Gembong, Bekasi. Menemui para petani yang beberapa bulan lalu sempat berdemo di Istana dengan aksi kubur diri.

    Aksi kubur diri itu dilakukan karena terjadi sengketa antara petani dengan perusahaan di Karawang. Para petani marah serta putus asa setelah lahannya diratakan menggunakan buldozer. Aksi kubur diri adalah jalan terakhir setelah mereka mati-matian mempertahankan lahannya dengan cara berkelahi melawan perusahaan. Tanah mereka diambil pabrik atau perusahaan, sehingga mereka kehilangan lahan untuk bertani dan tinggal.

    Kemarin Presiden Jokowi menemui para petani tersebut, datang ke Bekasi menemui mereka yang melakukan aksi kubur diri di depan Istana.

    Remiyanti, salah satu peserta aksi kubur diri sempat berinteraksi langsung dengan Presiden. Dengan gemetaran dia bercerita. “Memang benar Pak, waktu itu saya kepepet untuk melaksanakan kubur diri. Karena saya sudah saking bingung untuk pertahankan kehidupan warga yang ada di Teluk Jambe.”

    Setelah mendengar cerita Remiyanti, Presiden menasehati agar masyarakat tidak mengulangi aksi yang menyiksa diri sendiri. Jika memang ada masalah, sampaikan secara terbuka dan aksi yang wajar.

    Kedatangan Presiden menemui petani Teluk Jambe tentu bukan hanya sekedar memberi nasehat, tapi juga memberikan jalan keluar untuk memastikan tak ada lagi sengketa lahan dan membuat warga kalah melawan pabrik atau perusahaan. Secara resmi pemerintah memberikan SK pemanfaatan lahan perhutanan sosial seluas 2.100 hektare kepada 1.030 kepala keluarga. Luar biasa.

    Saya kurang tau bagaimana perasaan Remiyanti dan teman-temannya yang telah melakukan aksi kubur diri di Istana beberapa waktu lalu. Tapi melihat alur ceritanya, saya sudah terharu.

    Jokowi nampak melakukan segala hal yang bisa dia lakukan sebagai Presiden Indonesia, sesuai aturan hukum dan kekuasaan yang dia miliki saat ini. Memberikan apa yang diminta oleh rakyatnya, secara paripurna dan tak ada yang bisa menggugat atau mengganggu mereka lagi.

    Bukan hanya soal pemberian lahan, bahkan permintaan Remiyanti agar dibangun akses jalan yang layak serta listrik juga langsung disanggupi oleh Presiden.

    Lebih terharu lagi karena sebenarnya Presiden berniat memberikan sertifikat tanah kepada mereka, seperti yang sudah sering Jokowi lakukan di banyak daerah. Presiden bercerita bahwa setelah petani menggelar aksi, Presiden sempat menemui mereka. Mendengar keluhan dan menanyakan pokok permasalahannya. Saat itu Presiden tau bahwa petani tersebut kalah melawan pabrik atau perusahaan karena hanya memiliki SKD (Surat Keterangan Desa)

    Menteri BPN pun langsung dipanggil dan diminta agar permasalahan tersebut segera diselesaikan. “Posisi para petani kuat jika memegang sertifikat,” begitu komentar Presiden.

    Namun setelah dikaji, rupanya lahan sengketa yang sempat membuat petani sampai aksi kubur diri adalah lahan milik Perhutani. Sehingga jalan keluarnya adalah SK pemanfaatan hutan dan SK pengakuan dan perlindungan kemitraan kehutanan.

    “Artinya sebetulnya saudara-saudara sudah memiliki hak untuk mengerjakan (lahan). Status hukumnya juga jelas. Jadi nggak usah demo ke Istana lagi.”

    Memberi solusi permanen

    Sebenarnya Presiden Jokowi sudah berkali kali memberi sertifikat, sudah puluhan ribu lembar sertifikat dia serahkan untuk masyarakat. Tujuannya sederhana, supaya tidak ada konflik dan tanah rakyat tidak bisa diganggu kepemilikannya.

    Puluhan tahun kita selalu menghadapi masalah yang sama, sengketa lahan. Puluhan tahun juga tak pernah ada solusi yang jelas, atau setidaknya meminimalisir. Baru sekarang, sertifikat-sertifikat itu diberikan langsung oleh Presiden.

    Sampai di sini saya teringat dengan orang yang kerap memfitnah dan sesekali mengkritik nyinyir Jokowi. Katanya, bagi-bagi sertifikat itu bukan kerjaan Presiden, bukan levelnya. Sepertinya dia sedang mewakili pabrik atau perusahaan penyerobot tanah atau lahan yang sudah diduduki oleh rakyat.

    Negeri ini sudah terlanjur lama dijajah oleh Belanda, dibodoh-bodohi oleh orde baru selama tiga puluh dua tahun. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk menghabisi akar atau orang-orangnya, dari kalangan mafia dan koruptor perusak negeri. Sehingga kita harus menandai dan curiga ketika kebijakan yang mensejahterakan rakyat masih dicari celah untuk dikritik dan dinyinyiri. Jangan-jangan mereka adalah hamba orde baru yang coba bangkit lagi menguasai negeri. Begitulah kura-kura.

    Penulis  :   Alifurrahman   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Ketika Jokowi Menjawab Permintaan Petani Aksi Kubur Diri Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top