728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 19 November 2017

    #Warta : Kasus Setya Novanto Simbol Kelicikan Koruptor Jaman Now

    Nama Ketua DPR-RI Setya Novanto atau lebih dikenal dengan sapaan manis Setnov, lagi meroket. Selain karena jabatan politik yang melekat pada dirinya, juga disebabkan oleh adanya dugaan perbuatan melawan hukum yang sedang diperagakan oleh Setnov saat ini.

    Setya Novanto diduga terlibat korupsi mega proyek e-KTP bersama sejumlah anggota DPR RI lainnya yang menimbulkan kerugian negara miliaran rupiah. Namun sampai saat ini belum ada anggota DPR-RI yang diperiksa KPK termasuk Setya Novanto mengaku bersalah.

    Sumpah serapah, dalil-dalil pembelaan dan jurus-jurus elakan dikeluarkan demi menyelamatkan diri dari dugaan korupsi dana e-KTP yang merupakan jatah dan hajat hidup orang banyak. Setya Novanto yang pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pun lolos dari jeratan hukum.

    Drama pengadilan Setya Novanto boleh dibilang panjang dan berliku, hingga saat ini belum ada yang berani menebak, apakah nasib ketua DPR-RI Setya Novanto, berakhir di balik terali besi atau bebas tanpa syarat? Mari kita kawal dan nantikan endingnya.

    Berita paling hot akhir-akhir ini adalah kisah kelicikan Setya Novanto menghindari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kaburnya Setya Novanto ketika KPK berusaha menjemput di rumahnya tetapi tidak berhasil, lantaran Setya Novanto keburu kabur.

    Pemberitaan menjadi semakin panas, setelah Setya Novanto dikabarkan mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta. Mobil yang ditumpangi Setya Novanto keluar jalur dan menyerempet sebatang pohon lalu menabrak tiang listrik. Kini Setya Novanto sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

    Kelicikan Setya Novanto mangkir dari panggilan KPK membuat rakyat Indonesia gemas. Kecaman, kritikan dan ejekan berseliweran di pelbagai media massa dalam pelagai bentuk, mulai dari komentar bernuansa ejekan hingga poster dan karikatur-karikatur bermuatan politis. Ini adalah bentuk luapan kekecewaan rakyat Indonesia terhadap perbuatan melawan hukum yang sedang diperagakan oleh Setya Novanto.

    Menanggapi sikap Setya Novanto yang apatis terhadap proses hukum yang sedang berlangsung, Presiden Jokowi menyerukan agar ketua DPR-RI Setya Novanto menghormati proses hukum yang berlaku. Senada dengan Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla menandaskan "Jangan seperti ini (menghilang). Ini kan tindakan yang menjadi tanda tanya pada seluruh masyarakat, bagaimana kewibawaan seorang pemimpin," kata Jusuf Kalla di JI Expo, Kemayoran, Jakarta pada Kamis, 16 November 2017.(Tempo.Co)

    Respon Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, atas kelicikan Setya Novanto dalam mengghindari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan representasi dari reaksi seluruh rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia jenuh menyaksikan wajah-wajah koruptor yang terus bersandiwara tanpa rasa malu.

    Kita tidak tahu, apakah ini bagian dari skenario Setya Novanto untuk menghindari kejaran KPK? Entalah, apapun yang dilakonkan oleh Setya Novanto telah memberikan gambaran tentang liciknya koruptor jaman now di Indonesia.

    Sebagai pejabat publik Setya Novanto telah menunjukan sikap tidak terpuji, dan berusaha melawan hukum dengan cara-cara yang memalukan. Setya Novanto lupa bahwa di Indonesia, “tidak ada orang yang kebal hukum”. Lantas apakah yang dilakukan oleh Setya Novanto sudah mencerminkan sebagai warga negara yang taat hukum?

    Mafia koruptor jaman now semakin canggih dan licik. Ambil contoh, koruptor jaman now ketika hendak diadili buru-ruru pergi ke dokter untuk minta surat keterangan sakit agar dapat mangkir dari pengadilan. Mangkir dari panggilan pemeriksaan baik sebagai saksi maupun tersangka dan berupaya melarikan diri ke luar negeri. Ini adalah cara-cara picik dan licik yang gemar dipraktekan oleh para koruptor jaman now dengan tujuan untuk mengacaukan proses pelaksanaan pemeriksaan baik di KPK, Kejaksaan maupun di Pengadilan.

    Terhadap aksi-aksi licik para koruptor, pantaslah kita berteriak, “gantung koruptor!, go to hell Koruptor!, Koruptor harus dihukum mati!”, bersihkan negeri ini dari tikus-tikus korup!” Koruptor adalah manusia yang tidak punya nurani, bebal dan mati rasa. Nafsu berkuasa dan merampok telah memandulkan akal sehat untuk berpikir jernih dan bertindak bijaksana.

    Jabatan yang dimiliki tidak dimaknai sebagai peluag untuk mengabdi untuk kepentingan orang banyak, tetapi dijadikan ruang atau kesemptan untuk mencari kedudukan, popularitas dan kekuasaan guna merampok, mengumpulkan harta dan kekayaan negara (milik rakyat Indonesia) untuk memperkaya diri, keluarga dan golongan. Menjijikan!

    Benar apa yang dikatakan oleh Manhfud MD, "Koruptor adalah drakula negara, darah negara dihisap oleh koruptor secara sangat mengerikan. Negara bisa mati kehabisan darah. Ayo, babat koruptor," kata Mahfud melalui akun twitter-nya @mohmafudmd, Selasa (15/8/2017). Lanjutny, "Zaman memang sudah berubah tapi nilai moral dan hukum tak pernah berubah bahwa koruptor itu menjijikkan dan membahayakan seperti drakula negara," kata Mahfud. (Kompas.com)

    Korupsi sudah menjadi kegiatan berjemaah yang sulit diberantas hingga ke akar-akarnya. Hampir setiap hari ada berita tentang OTT (Operasi Tangkap Tangan), dan sudah tidak terhitung jumlahnya pejabat publik yang mendekam di balik terali besi lantaran terjebak korupsi.

    Mereka adalah kaum berdasi yang punya nama, pangkat, kedudukan dan wewenang untuk menundukan dan menaklukan segalanya termasuk hukum sekalipun. Mereka adalah kaum berpengaruh yang bisa mempengaruhi segalanya. Mereka adalah kaum yang mempunyai kemampuan untuk memutarbalikan fakta, yang benar disalah dan yang salah dibenarkan tanpa merasa berdosa sedikitpun.

    Sungguh tragis, ketika semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara dikuasai Koruptor. Di wilayah legislatif ada koruptor, wilayah eksekutif ada koruptor dan yudikatif juga ada koruptor. Maaf beribu maaf jika penulis lancang menyebut Negara Indonesia yang kita cintai ini sebagai, kandang dan sarang korupsi.

    Mengutip kata Elman Saragih, “tahun 1960-an anak mencuri potlot saja jadi malu karena dicap pencuri. Sekarang koruptor masih ingin jadi pejabat," ujar Mahfud. (Kompas.com)

    Pernyataan Elman Saragih yang dikutip Mahfud MD ada benarnya, setiap pejabat publik yang terjerat kasus korupsi enggan mengundurkan diri sebelum terbukti bersalah secara sah dan menyakinkan. Salah satu contoh nyata yang bisa dijadikan rujukan adalah kasus dugaan korupsi KTP electronk (e-KTP) yang menyeret sejumlah nama anggota DPR di Senayan. Semuanya masih aktif sebagai pejabat publik termasuk Setya Novanto. Ngeri-ngeri sedap ketika negara ini dikuasai para koruptor.

    Kelicikan Setya Novanto dalam menghindari proses hukum adalah representasi dari para koruptor jaman now. Mari kita bulatkan tekad, rapatkan barisan untuk berperang melawan koruptor-koruptor licik jaman now.




    Penulis  :  Yulius Regang      Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Kasus Setya Novanto Simbol Kelicikan Koruptor Jaman Now Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top