728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 13 November 2017

    #Warta : Karena Yang Nggak Boleh Jadi Gubernur Itu Cuma Ahok

    Linimasa kembali bergejolak seiring munculnya kabar bahwa Mumtaz Rais, putra kandung Amien Rais, diduga kuat akan maju menjadi Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara. Sebetulnya bukan soal Mumtaz maju yang membuat kabar ini menjadi ramai melainkan karena Mumtaz akan berpasangan dengan Jopinus Ramli Saragih (JR Saragih), kandidat Calon Gubernur asal Partai Demokrat yang juga dikenal sebagai Bupati Simalungun.

    Memangnya apa salahnya JR Saragih?

    Tidak, tidak ada yang salah dengan JR Saragih. Banyak prestasi yang dicatatkannya sepanjang kariernya baik sebagai Kepala Daerah maupun saat masih di militer. Saragih juga mengembangkan fasilitas kesehatan dan pendidikan mulai di Purwakarta, Brastagi, Pangkalan Kerinci, dan tentu saja Simalungun.

    Yang jadi masalah adalah ayah Mumtaz, Amien Rais, yang dulu ketika masih ramai-ramainya Pilgub DKI Jakarta termasuk salah satu orang yang ramai sekali menyerukan soal menolak pemimpin yang beragama non-Muslim.

    Dalam salah satu acara Milad Muhammadiyah di Gresik bahkan diberitakan Amien pernah mengatakan,

        Saya benar-benar gagal paham. Kok ada orang-orang yang katanya tokoh agama, ulama, atau sekelasnya, tapi membolehkan orang kafir jadi pemimpin. Mereka mengatakan: ‘gak apa-apa kafir yang penting adil’. Ini jelas pandangan yang keliru. Saya pernah mendengar ceramah seorang ulama’. Dia mengatakan, ‘gubernur non muslim yang suka ngomong kasar itu, memang melanggar etiket. Tapi dia sebenarnya adil, jujur, dan bukan koruptor’. Pokoknya segala pujian, dia lontarkan untuk sang gubernur. Coba lihat di Al-Quran. Di situ dijelaskan bahwa tidak ada orang kafir yang adil. Orang kafir itu pasti dzolim."

    Sumber : https://www.pwmu.co/37018/2017/09/amien-rais-saya-sungguh-gagal-paham-kok-ada-ulama-yang-setuju-pemimpin-kafir/

    Dan banyak sekali di kesempatan lain Amien Rais membahas soal memilih pemimpin non-muslim ini. Pertanyaannya sekarang, kok anaknya diijinkan mendampingi JR Saragih yang notabene beragama Kristen Protestan? Padahal Amien sendiri yang mengatakan tidak ada orang kafir yang adil dan orang kafir pasti dzalim. Apakah Ia tidak takut anaknya akan jadi korban ketidakadilan dan didzolimi? Apakah Ia sudah lupa dengan keyakinannya itu hanya karena kini ada yang menggandeng anaknya menjadi Cawagub Sumatera Utara?

    Jawabannya sebenarnya mungkin sederhana. Yang nggak boleh jadi Gubernur itu cuma Ahok. Dan agama yang dianut Ahok kemudian dijadikan bahan jualan untuk menggerus suaranya sekaligus menakut-nakuti masyarakat kita yang realitanya banyak juga yang takut suatu hari tak bisa masuk surga. Memang sengaja itu isu dimainkan.

    Sekarang kenyataannya tentu, isuk dele, sore tempe. Sikap bisa berubah sesuai kepentingan. Termasuk prinsip yang awalnya dikoar-koarkan jangan mau terima pemimpin non-Muslim bisa jadi sebentar lagi akan diralat "yang penting kan bagaimana bisa bekerja dan semua warga negara punya hak yang sama untuk maju sebagai Kepala Daerah". Dan tak bisa dipungkiri memang semua orang punya hak yang sama dalam berpolitik. Itu dari dulu kita dukung bahwa siapapun yang mau bekerja untuk Indonesia seharusnya tidak dijatuhkan dan dihalangi dengan memakai isu SARA.

    Yang butuh bisa berpikir lebih cerdas dan kritis sebetulnya adalah masyarakat sebab yang akan terus diping-pong dan disesatkan oleh para politikus adalah masyarakat. Andaikan duet ini benar akan maju sebagai Cagub-Cawagub Sumut kembali lagi pada masyarakat, kalau ada salah satu pihak yang mudah sekali mengubah prinsipnya demi kepentingan politis seperti ini apakah kira-kira orang tersebut layak diberi amanah? Dan mungkin sebagai koreksi juga untuk pihak yang mengajak "jalan bareng" di kontestasi politik ini, "seberapa besar Anda yakin orang yang anda ajak berkongsi tidak akan menusuk dari belakang jika melihat manuver-manuver mereka setahun belakangan?"

    Kalau kemudian mereka yang dulu ngeyel dengan membawa isu "yang kafir tak layak jadi pemimpin" kemudian merevisi pernyataannya itupun harus dipastikan suatu hari mereka tak akan lagi mencla mencle. Semua ingin menang dalam politik, semua ingin punya pengaruh, namun cara seseorang berpolitik merepresentasikan watak dan kemampuannya bekerja.


    Penulis :   Rahmatika    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Karena Yang Nggak Boleh Jadi Gubernur Itu Cuma Ahok Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top