728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 19 November 2017

    #Warta : Kalau Rina Pesek Memangnya Kenapa Pak Ustad?

    Saat membaca berita ini di Tribunwow saya langsung penasaran tentang dua hal. Pertama, tentu kebenaran judul dan isi beritanya karena jaman sekarang media sering memberi judul yang clickbait tapi isinya jauh beda. Kedua, penasaran andai benar ustad itu mengejek fisik seseorang kira-kira penampakan dirinya sendiri seperti apa.

    Di video berdurasi 17 menit 45 detik itu Abdul Somad Lc seperti sedang dalam sesi tanya jawab dengan jamaahnya. Lah baru detik ke 39 ternyata berita ini ternyata benar adanya. Ia mengatakan, "yang pesek itu? Saya kalau artis-artis jelek itu tak minat saya". Langsung lah sebagai manusia normal reaksi saya cuma satu, "situ ganteng?"

    Saya baca komentar-komentar yang ada. Ada yang membela dengan dalih kurang lebih ustad itu sendiri sering tampil mengatakan dirinya jelek dan pesek jadi sah-sah saja kalau Ia berpendapat begitu tentang Rina. Oh yang komentar ini pasti manusia paling cerdas yang pernah lahir di Nusantara.

    Nggak usah bicara dari segi agama ya, kita bicara common sense kita sebagai manusia saja. Kalau saya sering bilang "eh gue gendut banget gila berasa kuda nil berendam kalau lagi berenang" apakah kemudian saya punya hak mengatai seseorang di depan umum dalam sebuah forum terbuka dengan kalimat "hey kamu gembrot!"?

    Tentu tidak pantas dan sangat tidak berkelas kalau saya sampai mengatakan seperti itu. Urusan masing-masinglah kalau mau mengejek diri sendiri, tapi mengata-ngatai orang lain di publik itu persoalan lain. Kasarnya sih, kalau lu merasa jelek simpanlah penilaian itu untuk dirimu sendiri tapi jangan menjelek-jelekkan orang lain. Kalaupun niatnya guyon, memang tidak ada bahan guyonan lain? Itu acara televisi yang memang sejatinya lawak saja diprotes masyarakat kok karena selalu membawa-bawa fisik dalam bercanda.

    Selain itu setahu saya di mana-mana yang namanya ustad ataupun ustadzah selalu mengajarkan tidak boleh menghina ciptaan Tuhan. Lah kalau kemudian yang harusnya mengajari dan memberi teladan saja menghina kira-kira bakal jadi apa umat yang menjadikannya sumber dalam belajar ilmu agama?

    Logikanya kalau gurunya santun, muridnya setidaknya akan malu untuk kasar. Kalau gurunya mengajarkan kasih, muridnya akan malu andai dia bersikap kasar. Jika gurunya kata-katanya baik, muridnya juga akan kelu untuk berkata yang buruk. Nah bayangkan kalau gurunya kasar, kata-katanya kurang baik, atau suka menghina dan merendahkan orang lain kira-kira akan jadi apa muridnya nanti? Alam bawah sadar kita seringkali terpengaruh dengan apa yang dilakukan oleh orang yang kita hormati atau kita anggap sebagai 'seseorang penting'.

    Kalau Rina Nose kemudian membuat sebuah status berbunyi "Saya memang jelek, pesek, buruk dan tidak memiliki kelebihan apa-apa. Saya sudah tau sebelum anda mengatakannya.Tapi dengan segala keterbatasan dan kelemahan ilmu saya, saya tidak sampai hati mengatakan hal buruk tentang orang lain.#kemanusiaan #hatinurani", ya saya kira wajar. Siapa sih yang nggak tersinggung dan malu diperlakukan seperti itu di depan banyak orang meski secara fisik kita tidak ada di sana?

    Mungkin ada orang yang merendahkan Rina dengan keputusannya copot jilbab itu, merasa imannya lebih baik, merasa lebih dekat Tuhan, dan sebagainya namun tak sadar akhirnya itu jadi kesombongan yang keluar melalui kata-kata yang tanpa disadari menghinakan manusia lainnya. Ucapan yang akhirnya secara tak langsung justru menunjukkan karakter asli seseorang. Memang namanya kesombongan itu akhirnya menjatuhkan diri kita sendiri.

    Pernahkah kita berpikir bahwa mungkin saja orang-orang seperti Rina menanggalkan jilbabnya bisa jadi bukan karena imannya yang meredup melainkan karena kita saudara-saudara Muslimnya gagal memberikan contoh yang baik? Misalnya ada orang yang berkemas pakaian agamis tapi ternyata jadi perebut suami orang, sering menyakiti hati orang lain baik secara lisan dan perbuatan, atau mungkin tidak bisa menjadi manusia yang baik.

    Atau contoh lain bahayanya face shaming ini adalah tanpa sadar penilaian-penilaian kita membuat banyak orang jadi rendah diri. Misalnya stigma hidung itu harusnya mancung, akhirnya yang merasa pesek ramai-ramai melakukan operasi plastik atau filler agar mancung. Contoh lain stigma yang cantik itu kulitnya harus putih, akhirnya banyak perempuan rela suntik macam-macam dan terjerumus memakai krim abal-abal saking inginnya punya kulit putih.

    Dan untuk semua yang membaca, carilah orang yang tidak gampang menghinakan orang lain utnuk dijadikan junjungan. Kedua, sebelum menghina orang ada baiknya kita menyeret cermin besar dan berkaca dengan seksama.



    Penulis  : Rahmatika  Sumber   :    Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Kalau Rina Pesek Memangnya Kenapa Pak Ustad? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top